Menikah Karena Tradisi

Menikah Karena Tradisi
Tidak suka dengan parfum?


__ADS_3

Mona mengenakan celemek dan melakukan pemanasan terlebih dahulu sebelum ia mulai bekerja.


Mona menyetel musik rock favoritnya. Begitu suara gitar dari dalam kaset terdengar, Mona mulai berteriak seperti sang vokalis, lalu mulai bekerja dengan cepat.


Miki membuka pintu mobil dan siap pergi. Entah meneruskan pekerjaannya, atau untuk hal lain. Yang jelas, Miki tidak akan menggarap tugasnya di luar ruangan.


"Aku harap gadis itu bisa bekerja dengan baik. Hem, kalo dilihat dari wajahnya. Dia tidak seperti orang Amerika. Dia ... Ah, untuk apa memikirkannya. Lebih baik aku segera pergi cari bahan makanan. Aku ingin tau, apakah gadis itu bisa masak atau tidak," gumam Miki seraya mengendarai mobilnya menuju supermarket.


Tidak memakan waktu lama bagi kaum laki-laki untuk belanja. Cukup cari bahan yang ia perlukan, ambil, dan membayar. Sesingkat itu.


Sementara Mona, sudah hampir selesai mengerjakan pekerjaannya. Ia sedikit hati-hati ketika merapihkan banyak kertas HVS yang berserakan. Kertas-kertas itu adalah sketsa orang lain. Salah satu sketsa yang hampir jadi membuat Mona penasaran.


"Sepertinya aku mengenal orang yang ada di dalam gambar ini. Tapi ... Ah, mungkin hanya mirip." Mona tak mengindahkan kecurigaannya. Ia kembali bekerja. Dan hingga step akhir, ia menyemprotkan parfum yang membuat orang rileks ketika menghirupnya. Itu adalah jurus jitu yang dimiliki Mona. Parfum ruangan yang ia beli dengan harga mahal guna memperlancar pekerjaannya dan supaya ia dapat gaji besar dari beberapa majikan yang menggunakan jasanya. Dan, ia sendiri tidak pernah membagi tau rahasia dimana ia bisa mendapatkan parfum tersebut.


Mona melepas apron, lalu merebahkan tubuhnya di sofa yang begitu empuk. "Akhirnya, pekerjaanku selesai. Lapar sekali. Apa penghuni apartemen ini tidak punya makanan?"


Miki kembali dan langsung masuk begitu saja mendapati Mona yang asyik berbaring.


Mona segera berdiri dan memperbaiki tempat yang ia duduki.


"You're home, sir? Sorry, I just took a short break,"


("Anda sudah pulang, Tuan? Maaf, saya tadi hanya istirahat sebentar,")


ucap Mona seraya tersenyum dan menggosok telapak tangannya.


Mona ingat, beberapa orang yang memakai jasanya, biarpun sudah menghirup aroma wangi dalam ruangan yang sudah ia bersihkan, orang-orang itu selalu tidak suka jika Mona menduduki sofa mereka. Mona akan disuruh duduk di bawah.


Tadinya, Miki tidak akan marah. Namun, gara-gara ia menghirup aroma di ruangannya yang wangi, Miki kemudian memarahi Mona.


"Hey, what did you spray in my room?"


("Hey, apa yang kamu semprotkan di ruanganku?") tanya Miki sembari menutup hidung.

__ADS_1


Mona tampak sedikit kaget karena baru pertama kalinya ada orang yang tidak suka dengan aroma pengharum ruangannya.


"Open all the windows to let this smell go away. Hurry!"


("Buka semua jendela agar aroma ini hilang. Cepat!")Miki menaruh belanjaannya di atas meja.


Dengan sigap, Mona mengerjakan perintah dari Miki. "Ada apa ini, apa pria ini tidak normal?"


("What's going on, is this guy not normal?")


gumam Mona dalam hatinya.


"Next time, you don't need to spray anything here unless you want to poison me,"


("Lain kali tidak perlu kamu semprotkan apapun di sini kecuali jika kamu ingin meracuni diriku,")ucap Miki ketus.


"Sorry sir. It smells very nice and relaxing. Everyone loves this fragrance,"


"I'm not them. Let me see, what perfume do you use,"


("Aku bukanlah mereka. Coba aku lihat, parfum apa yang kamu gunakan,")ucap Miki mengulurkan tangan.


Tanpa ragu, Mona mengeluarkan botol spray dari kantong jaketnya yang ia taruh di tempat gantungan. Mona mendekat dan memberikannya kepada Miki.


Miki segera mengambil botol berwarna ungu tersebut. Kemudian membacanya. "Flowers? Just this writing?"


("Flowers? Hanya tulisan ini?")


"Yes, I deliberately hid the composition. Because I made it myself. And I asked my friend to help pack and sterilize it. Why can you not like it, sir?"


("Iya, komposisinya sengaja aku sembunyikan. Sebab, aku meraciknya sendiri. Dan aku minta bantuan temanku untuk mengemas dan mensterilkan. Kenapa anda bisa tidak suka, Tuan?") ucap Mona merasa bingung.


Miki tersenyum disudut bibirnya. "I will confiscate your things. Hurry and cook soon. I have prepared all the ingredients,"

__ADS_1


("Aku akan menyita barangmu. Cepat segera masak. Semua bahan sudah aku siapkan," )


Miki mengantongi botol tersebut lalu pergi meninggalkan Mona yang masih kebingungan.


"Sir, if you don't like the perfume, why did you keep it?"


("Tuan, kalo anda tidak suka dengan parfumnya, kenapa anda menyimpannya?") tanya Mona.


"I don't want this to happen again. Take it easy. I'm just keeping it. Won't use it. By the way, I'm very hungry. Hurry up and cook. After that, I'll calculate your salary, and give you a contract,"


("Aku tidak mau kejadian ini terulang lagi. Tenang saja. Aku hanya menyimpannya. Tidak akan memakainya. Ngomong-ngomong, aku sangat lapar sekali. Cepat lah masak. Setelah itu, aku akan menghitung gajimu, dan memberikanmu kontrak,")


"A contract? Sir-gentlemen, I'm sorry, I've never been bound by a contract before. I only work to clean the apartment of anyone who uses my services. I don't want to..."


("Kontrak? Tu-tuan, mohon maaf, sebelumnya saya tidak pernah terikat dengan kontrak. Saya hanya bekerja membersihkan apartemen siapapun yang menggunakan jasa saya saja. Saya tidak ingin ....")


"From now on you will only work for me."


("Mulai sekarang kamu hanya akan bekerja untukku.")Jawab Miki tanpa melihat Mona.


"What! But, but, if I only work for you, you have to...."


("Apa! Tapi, ta tapi, jika saya hanya bekerja untuk anda, anda harus ....")


"Hurry up and cook and I'll calculate your salary,"


("Cepat masak dan aku akan perhitungkan gajimu,")ucap Miki sambil menopang kepalanya menghadap Mona dengan tatapan seperti pangeran.


Jantung Mona seketika berdegup melihat ketampanan Miki yang baru saja ia sadari. Mona segera berbalik badan kemudian melangkah ke dapur mulai memasak dengan bahan yang sudah disediakan oleh Miki.


"My goodness, why is he so charming. Even though she was normal before."


("Ya ampun, kenapa dia begitu menawan. Padahal sebelumnya biasa saja.")gumam Mona dalam hatinya.

__ADS_1


__ADS_2