
Bu Praja dan Bu Darma tampak bahagia, mereka berdua bahkan mendokumentasi acara tersebut.
"Alhamdulillah, kalian sudah saling terikat," ucap Bu Darma merasa terharu.
"Alhamdulillah, artinya, besok kalian akan menikah," kata Bu Praja tak kalah terharunya dengan Bu Darma.
"Maaf, Tante, apa gak terlalu cepat, kalo kita menikah besok?" tanya Hana kepada Bu Praja.
"Tidak sayang, justru, lebih cepat lebih baik, kamu udah siap kan?" tanya Bu Praja.
"Em, iya, Tante," jawab Hana diiringi senyuman.
"Terimakasih yah, Ceri, kamu sudah mau dijodohkan dengan anak Tante, Tante berharap, kalian saling melengkapi kekurangan masing-masing, dan kalian bisa segera adaptasi dengan hubunaan baru ini," ujar Bu Praja sambil mengelus rambut Leo, yang duduk di sebelahnya.
"Baiklah kalo gitu, kita sambil makan yah, kebetulan makanan yang kita pesan sudah dateng semua ini," kata Pak Praja, yang sebelumnya sudah mengkode sang waiters.
Mereka semua lalu menikmati makanan yang di hidangkan di atas meja. Hasan tampak sesekali melirik Hana. Hana pun demikian. Hana masih belom percaya dengan apa yang sudah terjadi malam ini. Bahkan besok, ia akan menikah dengan Hasan.
"Oh iya, kita lupa belom poto bareng, poto dulu yuk," ucap Bu Darma yang kemudian di setujui oleh mereka semua.
"Mas, tolong potoin kita dong!" seru Bu Darma kepada salah satu waiter yang lewat.
"Tolong ya, Mas!" ucap Bu Darma sekali lagi sambil menyerahkan hapenya.
"Baik, Bu," jawab sang waiters
Cekrek, cekrek, cekrek, cekrek,
"Makasih ya, Mas!"
"Iya, Bu, sama-sama," jawab waiters kemudian berlalu dari tempat mereka.
"Nanti, jangan lupa kirim ke saya ya, Bu" ucap Bu Praja.
"Iya, Bu Praja. Oh iya, kalian berdua poto bareng yah, Mama poto–in, Cer," ujar Bu Darma menawari Hana.
"Ngga usah, Mah!" jawab Hana.
"Ayo, Leo sini duduk di sebelah, Ceri," ucap Bu Darma tanpa mengindahkan penolakan Hana.
Bu Praja menyenggol lengan Leo, agar mau diajak Poto.
"Oh, iya, Tante," jawab Leo kemudian pindah posisi, duduk di samping Hana.
Cekrek, cekrek, cekrek.
__ADS_1
Bu Darma dan Bu Praja sibuk memotret Hasan dan Hana. Sedangkan Pak Darma dan Pak Praja hanya menjadi penonton.
"Ayo senyum dong," ucap Bu Praja.
Hasan dan Hana saling berpandangan lalu tersenyum dengan malu-malu.
"Wah momen bagus," ucap Bu Darma, kemudian mengambil Poto mereka.
Cekrek
"Eh coba, Leo berdiri, Ceri duduk di bangku," Bu Darma mengatur gaya mereka.
Hasan kemudian berdiri di samping Hana dan memegang pundak Hana. Hana menyilangkan kakinya, dan menaruh tanganya di lutut, dan cekrek, cekrek, cekrek.
Lalu yang kedua mereka saling memandang. Cekrek.
"Wah, manis banget, nanti Mama kirim ke hape kamu ya, Cer," kata Bu Darma.
Ceri hanya tersenyum menanggapi kalimat Mamanya. Hasan kemudian kembali ke tempat duduknya sendiri, di sebelah Bu Praja.
Pak Praja kembali berkata dengan bahasa informalnya sebagai seorang teman.
"Oke, acara malam ini sudah selesai yah, tinggal acara besok. Besok saya sharelok ya, Wan. Tempat ijab putra putri kita," tutur Pak Praja.
"Oke, tapi jamnya jangan dadakan ya, Ja," jawab Pak Darma.
"Siap! Iya udah kalo gitu, kita sudahi iya pertemuan ini, udah malem juga, takut telat bangun besok, besok acara peresmian soalnya," ucap Pak Praja.
"Iya, Ja, aku semangat banget nih mau besanan sama kamu. Saking semangatnya, takut gak bisa tidur juga," kata Pak Darma sambil terkekeh.
"Ah, bisa aja kamu! jangan minum kopi loh, Wan! Nanti kamu bisa-bisa begadang sampai pagi, hihihi! kalo gitu mari kita pulang," ajak Pak Praja.
"Leo, Mama sama Papa pulang duluan ya, kamu hati-hati, jangan ngebut naik motornya, yah," ucap Bu Praja kepada Hasan.
"Iya, Mah, Pah, kalian juga hati-hati yah," jawab Hasan diiringi senyuman.
Bu Praja mencium kening Hasan dan memeluknya, kemudian mereka menyalami keluarga Darma, untuk pamit pulang terlebih dahulu. Meski berada di perumahan yang sama, namun keluarga Praja tidak pernah mengambil jalan lewat rumah Darmawan, karena lebih jauh muter, karena Century kompleksnya luas sekali.
"Duluan ya, Wan, assalamu'alaikum," ucap Pak Praja.
"Wa'alaikumsalam, hati-hati, Ja," jawab Pak Darmawan.
Bu Praja dan Pak Praja pergi terlebih dahulu, tinggal lah keluarga Darma dan Hasan.
"Ceri, kita pulang juga yuk," ajak Mamanya.
__ADS_1
"Em, Tante, boleh gak kalo, Hana, eh maksud saya, Ceri ... saya anterin," ucap Hasan sopan.
Bu Darma tersenyum mendengar penuturan Hasan, "kamu boleh panggil Ceri dengan sebutan Hana, Leo. Pasti kamu canggung kan pake nama lain, kalian kan sudah biasa manggil dengan nama depan," terang Bu Darma.
"Iya, Tante ... saya mau ngobrol sama Hana, jadi bolehkan Hana saya anterin pulangnya,"
Bu Darma melirik suaminya, dan Pak Darma menganggukan kepalanya, tanda setuju.
"Kamu tanya sama Ceri aja, dia mau apa ngga?" jawab Bu Darma melirik Hana.
"Eh, koq aku sih," jawab Hana kikuk.
"Gimana sih kamu, Cer! Leo kan pengin ngobrolnya sama kamu, bukan sama Mama, jadi, mau gak dianter pulang sama, Leo!" tanya Bu Darma.
Hana kemudian memandang Hasan, Hasan mengangguk–kan kepalanya, memohon supaya Hana mau diantar pulang.
"Iya deh, Hana pulang sama Hasan aja, Hana juga pengin ngobrol sama, Hasan," jawab Hana.
"Iya udah kalo gitu, Papa sama Mama naik mobil, pulang duluan, kalian ngikutin dari belakang yah, jangan mampir kemana-mana, karna ini dah malem, siapin diri kalian buat besok. Ngobrolnya sambil jalan aja yah," terang Pak Darmawan.
"Iya, Pah," jawab Hana.
"Iya, Om," jawab Hasan.
"Oh iya, Ceri, nih pake syal Mama, kebetulan warnanya matching sama gaun kamu, biar gak dingin," ucap Bu Darma sambil memakaikan syal tersebut di leher Hana.
"Makasih, Mah!" jawab Hana diiringi senyuman.
"Leo, kamu hati-hati ya, bawa motornya! gak usah ngebut, soalnya, Ceri pake gaun,"
"Iya, Tante," jawab Hasan diiringi senyuman.
Bu Darma mengangguk, kemudian orangtua Hana masuk ke dalam mobil, dan bersiap meninggalkan cafe.
Sementara Hasan dan Hana naik motor.
Hasan melepaskan jasnya dan memberikannya kepada Hana.
"Pake, Han! Biar gak kedinginan," perintah Hasan.
"Aku udah paket syal, Mama, San!"
"Buat nutupin kaki kamu, biar gak kena angin," jawab Hasan melirik kaki jenjang Hana yang ter ekspos karena belahan gaunnya sampai atas lutut.
Hana kemudian menerima Jaz dari Hasan. Mereka berdua kemudian menyusul mobil orangtua Hana dari belakang.
__ADS_1