Menikah Karena Tradisi

Menikah Karena Tradisi
95. Ribut Lagi


__ADS_3

Raja berseru mencoba meraih tangan Hana yang sebentar lagi berhasil ia raih dari belakang. "Hana, tunggu dong! Kamu kan gak tau jalannya,"


Hana kemudian berhenti setelah Raja berhasil meraih tangannya. Mereka berdiri berhadapan diatas tanah yang ditumbuhi dengan rumput. Hasan berlari cepat, saat melihat Raja memegang tangan Hana. Ia menerobos ke tengah-tengah mereka, membuat Raja tersungkur ke belakang. "wey, wey, wey," seru Hasan.


"Hasan, kamu apa-apaan sih!" Hana membulatkan matanya melihat sikap Hasan yang menyebabkan Raja terjatuh. Hana hendak membantu Raja berdiri, namun, Hasan mencegahnya. "Biar aku aja yang nolong. Kan aku yang salah," tutur Hasan kemudian menarik tangan Raja. "Sory, aku gak sengaja! Kamu baik-baik aja kan?" tanya Hasan sambil tersenyum menyeringai.


Raja dapat berdiri tegap kembali sambil membenarkan cariernya yang miring. "Jangan cemburu di atas gunung karena kita gak tau apa yang terjadi," ujar Raja memperingatkan Hasan. "Kalo mau ngajak ribut boleh aja," jawab Hasan sambil melipat tangan di depan dada.


Hana yang posisinya dibelakang Hasan, kemudian beralih tempat menengahi mereka berdua. "Dibawah tadi, aku udah bilang. Jangan pada ribut. Kalo ada masalah kita selesaikan bareng-bareng. Udah deh, maaf-maafan aja. Hasan, kamu minta maaf gih sama Raja," ucap Hana yang membuat Hasan kaget, sedangkan Raja merasa puas. "Loh, kenapa harus aku yang minta maaf ke dia!"


"Karena kamu yang udah bikin dia jatoh!" jawab Hana geram.


"Tapi aku kan gak sengaja!"


"Ngeles! Udah lah Han, kalo dia gak mau minta maaf gak usah dipaksa. Kita lanjut jalan aja," sambung Raja kemudian berjalan lebih dulu. Hana memandang Hasan dengan kesal sebelum ia melanjutkan langkahnya mengejar Raja.


"Kenapa jadi dia yang marah sih! Kan harusnya aku," Hasan mendengus kesal sambil berkacak pinggang. Dengan wajah yang ditekuk, ia pun mengejar Raja dan Hana. Sementara Cantika masih berada di belakang bersama dengan Miki.


Hari sudah mulai gelap, tapi mereka belum sampai juga di puncak. Walaupun jalannya terlihat mudah, tapi siapa sangka masih jauh.


"Aduh capek banget nih! Bisa liat sunset gak yah?" keluh Cantika sambil memijit lututnya.


"Bisa kalo kita lanjut, lima belas menit lagi kita sampai di puncaknya." tutur Hasan kemudian mengambil air mineral dari tangan Hana.


"Hana, kalo kamu capek, Kakak gendong yah!" Miki menawarkan diri kepada Hana, yang membuat Hasan tiba-tiba tersedak karena tengah minum.


"Ough ough ough!"

__ADS_1


"Hasan, kamu gak papa?" tanya Hana sambil mengusap punggung Hasan.


Hasan menggelengkan kepalanya sambil menutup botol mineralnya. Hasan menatap tajam ke arah Miki. Miki hanya tersenyum melihat tingkah Hasan. Ia kemudian menarik tangan Cantika seraya berkata "maksud aku, Cantika. Kalo kamu capek, aku bisa gendong kamu. Asalkan ada yang mau gantiin aku bawa tas ini," ujar Miki sambil tersenyum.


Cantika yang tadinya kesal berubah menjadi senang. "ah, tidak perlu kak. Kita bisa berjalan bersama sekarang. Terimakasih karena sudah peduli padaku.


Miki tersenyum lalu menggandeng Cantika meniti jalan kembali.


Raja mengamati wajah Hasan yang tampak marah karena kalimat Miki. "Kamu dan Hana sudah pacaran?" tanya Raja.


Hana dan Hasan memandang Raja berbarengan.


"Em, anu kita ...."


"Yah. Aku dan Hana pacaran. Lebih baik kamu jangan deketin dia lagi," jawab Hasan memotong kalimat Hana.


"Kenapa? Biarkan semua orang tau kalo kita udah resmi pacaran. Biar gak ada yang deketin kamu lagi," ucap Hasan lagi dengan nada tinggi.


Raja menyunggingkan senyum. "Hanya pacaran kan? Bukan suami istri? Kalo hanya sekedar pacaran, itu artinya masih ada peluang untukku merebut Hana darimu," ujar Raja memasang wajah sangar.


Hasan menjadi naik pitam. Ia bangkit dari tempat duduknya dengan tangan mengepal siap untuk meninju Raja. Hana yang menyadari keadaan tidak kondusif segera ikut berdiri di tengah-tengah mereka.


"Kamu jangan macam-macam kalo tidak mau mati sekarang," ucap Hasan dengan berang.


"Eh udah-udah. Raja! Kamu mendingan pergi sekarang deh. Jangan buat gara-gara lagi. Niat kita kesini kan buat liburan bukan ribut,"


"Aku gak nyari gara-gara, Han. Aku cuman ngungkapin isi hati aku aja. Aku serius, aku pengin jadiin kamu istri aku kalo ...."

__ADS_1


"Bang sat kamu!" Hasan maju selangkah dan langsung ditahan oleh kedua tangan Hana. "San, San! Kendalikan emosi kamu. Raja cuman mancing kamu aja. Kamu jangan kemakan omongannya," Hana menatap mata Hasan yang masih melihat Raja dengan ganas.


Raja menyunggingkan senyum dan menjilat bibirnya sendiri. Hana berbalik menatap Raja yang kini memalingkan wajahnya. "Raja, kamu minta maaf sama Hasan, sekarang!"


"Minta maaf buat apa? Aku gak ngerasa salah koq," jawab Raja.


"Jelas kamu salah, kamu udah bikin Hasan marah," ucap Hana.


"Kalo dia marah jangan salahin aku dong. Dia sendiri yang gak bisa ngontrol emosinya. Kenapa jadi nyalahin aku,"


"Tapi kan kamu yang udah mancing dia jadi marah. Buruan minta maaf sekarang. Kalo gak, aku gak mau temenan sama kamu lagi," ujar Hana membuang muka.


Mendengar kalimat Hana, Raja menghela nafas panjang. Ia selalu kalah dengan kalimat tersebut karena mengingat tujuannya yang ingin menebus kesalahannya. "Iya iya, aku mau minta maaf sama Hasan, asal kamu gak marah sama aku," ungkap Raja dengan wajah yang berubah polos seperti anak kecil.


Hasan melongo dan mengernyitkan kening mendengar jawaban Raja. Ia tak menyangka jika Raja begitu patuh dengan perintah Hana.


"Gitu dong! Buruan sana minta maaf sama Hasan. Jangan diulangin lagi yah," ucap Hana sambil tersenyum dengan manis, membuat Raja ikut tersenyum juga.


Raja mengulurkan tangannya kepada Hasan. "Aku minta maaf," ujar Raja sedikit cuek.


"Yang tulus kalo minta maaf," ucap Hana.


Raja mendengus kesal, "Hasan, aku minta maaf yah udah bikin kamu marah," kata Raja kembali dengan senyuman yang dipaksakan.


Hasan tidak merespon jabatan tangan Raja. Ia memilih berjalan sambil menarik tangan Hana.


Raja kesal dengan sikap Hasan. Ia harus menanggung malu karena sudah dipaksa minta maaf dan orangnya tidak peduli sama sekali.

__ADS_1


"Sialan! Kalo bukan karena Hana, aku gak bakal mau minta maaf sama tuh orang!" keluh Raja dengan geram lalu menyusul Hana dan Hasan yang sudah pergi lebih dulu.


__ADS_2