Menikah Karena Tradisi

Menikah Karena Tradisi
Sengit


__ADS_3

Hasan menyunggingkan senyuman tak sukanya. Ia kemudian sedikit mencondongkan tubuhnya ke depan. "Apa anda berniat untuk menculikku?" tanya Hasan dengan nada penekanan.


Bu Darma dan Hana saling berpandangan. Bu Darma lalu menahan tubuh Hasan agar kembali duduk dengan rileks.


"Leo orangnya suka bercanda, Gas! Jangan dimasukkan ke dalam hati," sambung Bu Darma seraya tersenyum.


Leo kembali duduk dengan tenang seraya tersenyum. Hana melirik sambil menggelengkan kepalanya ke arah Hasan, agar ia tak banyak bicara. Tapi, Hasan malah memonyongkan bibir bawahnya.


"Yah aku pun begitu, Lita. Aku cukup tertarik dengan pacar anakmu ini. Baiklah, sepertinya aku sudah terlalu lama berada di rumahmu. Aku pulang dulu yah. Lain kali aku akan berkunjung ke rumahmu lagi," ucap Bagaskara seraya berdiri.


"Kemarilah saat Om Darma di rumah," sambung Hasan sebelum Bagaskara melangkahkan kakinya.


Bagaskara menyunggingkan senyum lalu membenarkan jasnya dengan kasar. Kemudian pergi keluar rumah tanpa diantar oleh Lita.


"Dasar bocah tengil. Kamu mau menjadi pahlawan rupanya. Tunggu, aku akan mengujimu. Apakah kamu cocok menjadi pahlawan atau sebaliknya," gumam Bagaskara dengan senyum menyeringai lalu masuk ke dalam mobil dan meninggalkan rumah kediaman Lita.


"Huft!" Bu Darma menghela nafas lega, dan merebahkan tubuhnya kembali di sofa.


"Mamah, tadi itu siapa? Kok manggil Mamah dengan sebutan Lita. Dia temen deket Mamah?" tanya Hana.


"Iya, dia teman sekolah Mamah. Dan sekarang juga jadi rekan bisnis Papah. Eh, kamu buatkan minum dulu buat Leo. Kebetulan bibi lagi libur," ucap Lita kepada Hana.


Hana kemudian masuk ke dalam dapur dan membuatkan minuman untuk Hasan.

__ADS_1


"Mah, itu laki-laki yang Mamah ceritakan?" tanya Hasan sambil memperhatikan raut wajah mertuanya.


"Iya. Jangan bilang sama Hana soal itu yah,"


Hasan mengangguk, "terus, kenapa dia ingin menjodohkan Hana dengan anaknya?"


"Itu hanya alasan supaya dia terus bisa deketin Mamah, Leo! Bagaskara terus saja deketin Mamah akhir-akhir ini. Yang membuat Mamah terkejut, hari ini dia nekat main ke rumah. Apalagi gak ada siapa-siapa selain Mamah. Mamah takut kalo dia bakalan macam-macam sama Mamah,"


"Kalo misal Mamah gak ada kegiatan di kantor, lebih baik Mamah ke rumah aku aja. Jangan di rumah sendirian. Mamah perlu waspada juga sama dia. Leo khawatir, Om Bagas akan nekat jika kita tidak ...."


"Ngomongin apaan sih, serius banget," sambung Hana sambil membawa nampan berisi dua gelas juz mangga.


Hana meletakkan gelas tersebut ke atas meja. Lalu duduk kembali disebelah mamahnya.


"Oh, ini kemaren Hana gak sengaja jatuh," jawab Hana diiringi senyuman. Lalu memberikan jus mangga kepada Hasan.


"Jatuh dimana?" tanya Bu Darma khawatir.


"Hana susah dibilangin, Mah. Makanya dia jatuh. Leo gak nyangka ternyata, Hana orangnya cukup nakal yah," sambung Hasan kemudian menenggak jus mangganya.


"Hasan!" seru Hana dengan wajah cemberut.


Bu Darma menggeleng-gelengkan kepalanya. "Ceri, kamu gak dengerin Mamah? Pasti sama cowok yang namanya Raja itu lagi ya?"

__ADS_1


"Nggak kok, Mah." tutur Hana masih cemberut.


Hasan hanya terkekeh mendengar penuturan Hana. "Aku becanda, Mah. Hana kurang hati-hati waktu jalan. Akhirnya jatuh deh. Em, Hana katanya pengin nginep di sini, boleh kan Mah?" tanya Hasan sambil tersenyum.


"Ya boleh dong sayang! Kapanpun kalian mau kesini, pintu selalu terbuka lebar,"


"Makasih Mah," jawab Hasan.


"Oh iya ngomong-ngomong, Kakak kamu katanya pulang. Ajak main kesini dong, biar Mamah bisa ketemu. Mamah belum pernah liat soalnya," ujar Bu Darma sambil tersenyum.


"Ah itu ... kapan-kapan aku ajak kesini, Mah." jawab Hasan sambil melirik Hana. Hana membuang wajah karena masih kesal dengan sikap Hasan tadi.


"Nanti keburu berangkat ke luar negeri lagi, Mamah gak bisa ketemu,"


"Kalo gitu kita ke rumah Papah Praja aja sekarang, gimana? Kan deket cuman 15 menit nyampe. Tinggal putar balik aja sebentar," ujar Hasan memberi usul.


"Iya yah, biarpun rumah orang tua kamu dekat, tapi kami jarang sekali berkunjung. Ayo kalo gitu kita kesana sekarang," ajak Bu Darma kepada Hasan dan Hana.


"Mah, aku mau bicara berdua sama Mamah sebentar. Boleh?" Hana yang sedari tadi diam akhirnya membuka suara ketika Bu Darma penuh semangat mengajak ke rumah Bu Praja.


"Ada apa?" tanya Bu Darma.


"Ayo ikut Hana sebentar," Hana menarik lengan Bu Darma agar segera mengikutinya.

__ADS_1


__ADS_2