Menjadi Pembantu Tuan Muda Arogan

Menjadi Pembantu Tuan Muda Arogan
100. Menjadi pembantu tuan muda arogan


__ADS_3

Beberapa menit menempuh perjalanan menuju ke mansion utama, Alex dan juga sang sekretaris Jastin pun sampai di depan pintu masuk gerbang mansion.


Para penjaga gerbang mansion utama yang melihat kedatangan mobil sang tuan muda mereka pun langsung membukakan pintu gerbang mansion utama agar mobil tuan muda Alex bisa masuk.


Jastin yang melewati gerbang mansion utama pun langsung membuka jendela kaca mobil saat ini untuk menyapa penjaga gerbang mansion utama.


"Terima kasih pak Li!" sapa Jastin ketika kaca mobil telah di buka separuh.


"Iya tuan, sama-sama!" jawab pak Li penjaga gerbang mansion utama ketika di sapa oleh sang sekretaris Jastin.


Setelah menyapa penjaga gerbang mansion utama, Jastin pun langsung menjalankan mobilnya dengan kecepatan sedang, karena beberapa meter lagi mobil tersebut akan segera sampai di depan pintu utama mansion milik CEO nya.


Sesampainya Jastin di depan pintu utama mansion milik CEO nya, Jastin pun langsung memarkirkan mobil milik CEO nya di depan pintu masuk utama mansion.


Setelah memarkirkan mobil milik CEO dengan rapi, Jastin pun langsung turun dari mobil untuk membukakan pintu untuk CEO nya.


Ceklek


Terdengar suara handle pintu mobil di buka dari luar.


Setelah pintu di buka, Alex langsung turun dari dalam mobilnya dan langsung melangkahkan kakinya menuju pintu utama mansion, dan tampak para pelayan sedang berdiri menyambut kedatangan tuan muda mereka yang dalam keadaan yang kurang baik-baik saja.

__ADS_1


Para pelayan mansion tak ada yang berani menatap wajah sang tuan muda Alex saat ini, kecuali kepala pelayan mansion lah yang menatap sang tuan muda yang barusan pulang dari acara beberapa jam yang lalu.


"Selamat datang tuan!" sapa kepala pelayan itu sambil membungkukkan badannya sedikit. Untuk menyambut kepulangan tuan muda Alex.


Alex hanya melirik sekilas ke arah dimana kepala pelayan mansion sedang berdiri menyambut kepulangan dirinya saat ini.


Baru beberapa langkah Alex melangkahkan kakinya yang akan menuju arah tangga utama mansion, seketika Alex langsung berbalik badan untuk melihat ke arah dimana sang sekretaris Jastin masih berdiri di depan pintu masuk utama mansion.


"Jastin kau pulang lah, dan untuk besok kau jangan lupa siapkan mobil yang telah diriku pesan dari perusahaan Tama Jaya!" perintah Alex pada sang sekretaris Jastin sekaligus kepercayaan Alex saat ini.


Jastin yang mendengar perintah dari CEO nya pun langsung menganggukkan kepalanya menerima perintah dari CEO nya.


Dan Jastin pun langsung melangkahkan kakinya menuju mobil yang beberapa menit yang lalu dirinya parkir di depan pintu utama mansion milik CEO nya.


Setelah kepergian Jastin, Alex langsung menoleh ke arah dimana para pelayan mansion yang masih berdiri di arah pintu masuk utama mansion saat ini.


"Untuk kalian yang ada di ruangan ini, kalian rapikan kamar yang ada di lantai empat dan kalian dekorasi ruangan itu bernuansa putih!" perintah Alex kepada semua para pelayan yang sedang berdiri di hadapan dirinya saat ini.


Para pelayan yang mendengar perintah dari sang tuan muda mereka pun langsung menganggukkan kepalanya menerima perintah dari sang tuan muda Alex.


"Baik tuan!" jawab para pelayan dengan kompak.

__ADS_1


Setelah Alex memberi tugas untuk para pelayan yang menyambut kepulangan dirinya saat ini. Alex langsung melangkahkan kakinya menuju kamar pribadi miliknya saat ini.


Setelah Alex menghilang dari pandangan para pelayan, para pelayan mansion milik Alex pun langsung saling beradu tatap muka setelah mereka di perintahkan oleh tuan muda Alex mereka untuk mendekorasi kamar yang berada di lantai empat dengan nuansa putih.


"Memang tuan Alex menyiapkan kamar untuk siapa?" tanya salah satu pelayan yang sedang menatap rekan kerja saat ini.


Para pelayan yang mendengar ucapan dari rekan kerja saat ini pun langsung menggelengkan kepalanya dengan kompak untuk menjawab pertanyaan dari rekan kerja saat ini.


"Dari pada kita menggosipkan tuan muda Alex, lebih baik kita kerjakan saja yang telah di perintahkan oleh tuan muda Alex!" ujar salah satu pelayan mansion terhadap rekan kerja nya yang lainnya saat ini.


Ayok seru para pelayan dengan kompak, para pelayan mansion pun langsung melangkahkan kaki mereka untuk menuju ke lantai empat hanya untuk sekedar melihat kamar yang akan mereka dekorasi untuk esok harinya.


Alex yang sudah sampai di dalam kamar pribadi miliknya saat ini pun langsung merebahkan tubuhnya di atas ranjang milik nya saat ini.


Tanpa membuka setelah jasnya Alex langsung menatap langit-langit kamar pribadi miliknya sambil tersenyum devil memikirkan akan hukuman yang cocok untuk Aldari ketika dirinya membawa Aldari ke mansion milik nanti.


"Kau tunggu saja pembalasan dari diriku gadis pembangkang!" gumam Alex sambil menutup matanya karena sudah lelah akan hari yang telah di lalui untuk hari ini.


"Kau tidak akan pernah bisa melupakannya"


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2