Menjadi Pembantu Tuan Muda Arogan

Menjadi Pembantu Tuan Muda Arogan
59. Menjadi pembantu tuan muda arogan


__ADS_3

Alex menatap curiga pada sang sekretaris nya tersebut, Alex berpikir kenapa sekretaris nya Jastin bisa tahu akan hari jadinya Aldari yang ke berapa tahun ini, dan itu membuat Alex curiga "apa jangan-jangan sekretaris nya itu menjalin hubungan diam-diam dengan Aldari, gumam Alex dengan menatap wajah sang sekretaris nya itu dengan intens.


Jastin yang mulai merasakan ada hawa-hawa tak sedap pun langsung menoleh ke arah sang CEO nya tersebut. Tampak jelas oleh Jastin ekspresi wajah sang CEO nya itu yang sedang menatap dirinya dengan tatapan tajam dan tak sabar meminta penjelasan dari dirinya tersebut.


"Tuan, bukankah tuan sendiri yang menyuruh saya untuk mencari tahu tentang nona Aldari, dan saya juga yang mengirimkan Email pada tuan bawahnya beberapa hari lagi nona Aldari akan berulang tahun. Ujar Jastin memberi penjelasan pada sang CEO nya tersebut.


Alex yang mendengar penjelasan dari sang sekretaris nya pun tampak berpikir keras mengingat-ingat apa dirinya pernah menyuruh sang sekretaris nya mencari tahu tentang Aldari. Dan beberapa detik kemudian baru Alex mengingat Bahwasanya dirinya pernah menyuruh sang sekretaris nya mencari tahun soal Aldari.


Maklum Alex nya banyak pikiran, bisa-bisanya dirinya melupakan tugas yang iya berikan kepada sang sekretaris nya tersebut.


"Ah, maklum kalau dia lupa. Dia pasti lagi prustasi memikirkan permintaan sang nyonya besar, gumam Jastin dalam hati nya melihat wajah sang CEO nya tampak berpikir keras.

__ADS_1


Alex yang melihat ekspresi wajah sang sekretaris tampak mengatai dirinya dalam hati, Alex langsung berdehem dengan suara keras sehingga membuat sang sekretaris nya terkejut, dengan cepat Jastin merubah ekspresi wajah nya dengan datar.


"Apa kau sudah memesankan makanan untuk diriku?" tanya Alex pada sang sekretaris nya tersebut. Jastin yang mendengar suara CEO nya pun langsung mengangukan kepalanya dengan cepat.


"Sebentar lagi makanan tuan dan nona Aldari akan segera di antar ke ruangan kerja anda tuan, jawab Jastin pada CEO nya tersebut. Alex yang mendengar ucapan dari sang sekretaris pun langsung bangkit dari kursi yang iya dudukinya.


Jastin yang melihat sang CEO nya bangkit dari duduknya pun langsung mengikuti langkah kaki sang CEO nya tersebut. Sampai Alex di depan ruangan kerja nya Alex langsung berhenti melangkah dan langsung berbalik badan melihat ke arah dimana sang sekretaris nya dengan setia mengikuti dirinya melangkah.


"Jastin kau pergilah dulu makan, sebelum berangkat pergi ke MALL. Karena beberapa menit lagi kita akan pergi, ujar Alex pada sang sekretaris nya tersebut.


"Baik tuan, kalau begitu saya permisi dulu. Jawab Jastin pada sang CEO nya tersebut.

__ADS_1


Alex pun menganggukan kepalanya ketika sang sekretaris nya undur diri.


Setelah kepergian sang sekretaris nya Jastin, Alex pun membuka hendel pintu ruangan kerja nya tersebut. Alex langsung melangkahkan kakinya menuju ke arah kamar pribadi milik nya yang berada di sebelah ruangan kerja nya tersebut.


Alex langsung memasukkan sidik jarinya untuk membuka pintu kamar pribadi milik nya tersebut. Yang terdapat Aldari dalam ruangan pribadi milik nya tersebut.


Ceklek


Terdengar suara pintu terbuka lebar.


Ketika Alex membuka pintu kamar pribadi milik nya, Alex langsung di suguhkan pemandangan yang begitu.. Alex tak dapat berkata-kata ketika melihat pemandangan yang ada di depan matanya tersebut.

__ADS_1


"Ah, gadis nakal ini memang benar-benar sedang menguji diriku, gumam Alek dalam hati nya sambil melangkahkan kakinya mendekati di mana Aldari berada.


Bersambung


__ADS_2