Menjadi Pembantu Tuan Muda Arogan

Menjadi Pembantu Tuan Muda Arogan
9. menjadi pembantu tuan muda arogan


__ADS_3

Kau sudah selesai bicaranya pelayan?


Alex menekan setiap kata kata yang iya ucapkan kepada Aldari tersebut.


Alex hanya memanggil Aldari dengan sebutan seorang pelayan. Karena diri nya memang tidak mengetahui nama pelayan Restoran tersebut. Alex langsung menyeret tubuh Aldari untuk masuk ke mansion nya, seketika langkah kaki Alex terhenti seketika menyadari sang sekretaris nya Jastin masih berdiri di depan mansion.


Alex langsung membalikkan badannya dan menoleh ke arah sang sekretaris nya tersebut.


Ohh iya, Jastin


Kau boleh pulang.


Pelayan ini biar aku saja yang urus.


Akan ku ajar dia bagaimana kerja yang benar.


Untuk besok pagi Jangan sampai lupa kau buat jadwal matting di jam pertama pertemuan dengan para karyawan perusahaan dan yang juga menangani proyek besar tersebut.


Baik tuan.


Saya permisi dulu tuan.


Alex hanya berdehem, membalas ucapan sang sekretaris nya tersebut.


Setelah sekretaris Jastin meninggalkan mansion tuan muda nya Alex, Alex kembali menyeret tubuh mungil Aldari masuk ke mansion nya, para pelayan yang melihat sang tuan muda nya membawa seorang gadis hanya bisa melihat tanpa ada yang berani menyapa sang tuan mudanya tersebut.


Alex yang begitu kasar menyeret tubuh mungil Aldari, sehingga membuat Aldari sampai tak bisa menyamakan langkah kaki nya dengan langkah kaki alex.


T-tuan tolong jangan seperti ini t-tuan, kaki saya sakit tuan, seketika langkah kaki alex terhenti ketika kakinya ingin menginjakkan di anak tangga. Dan menoleh kearah Aldari yang menahan tangisnya.


Alex yang melihat wajah Aldari yang menahan tangisnya pun tersenyum devil.

__ADS_1


Sebelum Alex melangkahkan kakinya menuju anak tangga.


Alex pun bersuara.


Untuk para pelayan mansion utama, hari ini kalian semuanya pergi ke mansion ke dua. Hari ini saya ada pertemuan dengan para sahabat saya, dan gadis ini yang akan di mansion utama untuk menyiapkan keperluan saya.kalian kembali lah besok jam nya akan di sampaikan oleh kepala pelayan nantinya.


Para pelayan yang mendengar pemberitahuan dari sang tuan muda tersebut menjadi senang, kenapa tidak senang karena mereka akan bebas dari pekerjaan untuk beberapa jam nantinya. Mengingat bahwa kalau sang tuan muda mereka kedatangan para sahabat nya, bisa di pastikan bahwa mereka tidak akan bisa tidur tepat waktu. Bahkan mereka bisa tidak tidur sampai pagi.


Setelah selesai Alex memberi perintah kepada seluruh pelayan di mansion utama, kini dirinya kembali menyeret tubuh mungil Aldari sehingga mereka sampai di sebuah kamar yang begitu kecil, bisa di bilang bahwa itu bukanlah kamar melainkan tempat gudang tumpukan pakaian Alex yang tak lagi di pakai.


Kau tetap lah di sini, sampai berani kau untuk kabur siap siap saja kau akan terima akibat nya nanti. Alex menekankan setiap kata kata yang iya ucapkan kepada Aldari, Aldari yang mendengar ancaman tersebut hanya diam tak melawan sedikit pun.


Selesai Alex memberi ancaman sama Aldari, Alex langsung ke luar kamar tersebut, dan Alex langsung mengunci pintu kamar tersebut agar pelayan yang di bawa paksa Alex tak bisa kabur.


Setelah ke kepergian Alex, Aldari langsung menoleh ke arah pintu ruangan tersebut yang telah di tutup. Aldari berusaha untuk membuka pintu itu dan ternyata pintu di kunci dari luar, hm pintu nya di kunci dari luar lirih Aldari bicara. Aldari pun menoleh ke kanan dan kiri iya pun melihat ada jendela di kamar itu, Aldari langsung melangkah kan kaki nya menuju ke jendela tersebut dan betapa kagetnya Aldari yang melihat pemandangan tersebut, yah Allah aku di lantai berapa ini gumam Aldari iya begitu terkejut melihat ketinggian dari kamar tersebut.


Ketika Aldari sedang terkejut melihat ketinggian tempat iya berada sekarang. Iyah pun terkejut dengan suara seseorang yang membuka pintu kamar tersebut, muncul seorang pelayan yang mengantarkan makanan untuk Aldari makan.


Apa dia bilang? Nona apa gue nggak salah dengar, dia memanggil ku dengan sebutan Nona.


Menjadi terharu aku gumam Aldari seumur umur baru kali ini ada yang memanggil dengan sebutan nona dengan sopan Aldari pun membalas ucapan pelayan mansion tersebut, terima kasih bibi. Pelayan paruh baya tersebut hanya tersenyum membalas ucapan Aldari tersebut.


Silahkan nona makan makanan nya, selesai makan nona membersihkan diri nona, karena tuan muda Alex menunggu anda di ruangan kerjanya. Untuk apa tuan muda menuggu Aldari bibi? saya juga tidak tahu Nona, lebih baik nona makan makanan nya.


Baik lah bibi.


Aldari bicara begitu lirih.


Aldari yang melihat makanan mengunggah selera, seketika melupakan apa yang terjadi di dalam hidupnya tersebut.


Wah makanannya pasti enak, gumam Aldari yang masih bisa di dengar oleh wanita paruh baya tersebut.

__ADS_1


Bibi apa boleh aku bertanya?


Silahkan Nona.


Apa pekerjaannya tuan muda?


Bibi hanyalah tersenyum mendengar pertanyaan tersebut.


Nona bisa tanya sendiri sama tuan muda.


Hm.


Aldari hanya pasrah mendengar jawaban tersebut, dan apa yang akan terjadi nantinya dengan hidup nya nantinya iya hanya pasrah dan bisa berdoa agar hidupnya baik baik saja.


Jam 20:15 wib.


Di kamar utama alex.


Alex nampak sudah segar dan wajah yang begitu fresh setelah selesai membersihkan diri nya tadi. Alex sedang berfikir apa yang pantas untuk kerja pelayan yang iya bawa paksa dari Restoran tadi siang.


Tampak wajah Alex begitu serius memikirkan apa yang cocok untuk pekerjaan sang pelayan tersebut.


Seketika lamunan Alex hilang karena.


bersambung


Jangan lupa tinggalkan jejak like and comen yah guys dan vote juga


Semoga suka 💞


Selamat membaca 💞

__ADS_1


Terima kasih 💞


__ADS_2