Menjadi Pembantu Tuan Muda Arogan

Menjadi Pembantu Tuan Muda Arogan
95. Menjadi pembantu tuan muda arogan


__ADS_3

Para tamu undangan yang baru saja mendengar ucapan dari sang sekretaris Jastin pun merasa kecawa lantaran mereka tidak jadi bertemu dengan pebisnis no satu di kota X ini. Dan para tamu undangan pun mulai berangsur-angsur meninggalkan gedung yang tadinya di sulap menjadi begitu megah untuk merayakan hari ulang tahun Aldari tadinya.


"Tuan Alex selalu saja seperti ini, tidak pernah menghadiri acara yang digelar oleh dirinya sendiri!" ujar para tamu undangan yang merasa kecewa lantaran tidak bisa melihat yang mereka ingin lihat.


"Huh, lebih baik pulang saja!" terdengar suara para tamu undangan yang sahut menyahut lantaran merasa sedikit kecewa, karena acara hari ini tidak sesuai dengan keinginan mereka untuk melihat tuan muda Alex pebisnis handal di kota X ini secara langsung.


"Huh, selalu saja seperti ini!" keluh sang sekretaris Jastin sambil berjalan menuju ke arah teman-teman CEO nya sedang duduk menatap dirinya dengan tatapan tajam.


Sesampainya Jastin di hadapan para Teman-teman CEO nya, tak lupa Jastin menyapa terlebih dahulu teman-teman CEO nya yang tampak kesal terhadap dirinya setelah dirinya menyampaikan pesan dari CEO nya beberapa menit yang lalu.


"Permisi tuan, sapa Jastin kepada teman-teman CEO nya tersebut.


Ke lima para laki-laki tampan itu pun langsung menoleh ke arah dimana Jastin sedang menyapa mereka yang sedang menatap tajam ke arah sang sekretaris sahabatnya itu.


"Maaf tuan, atas ketidaknyamanan acara yang di selenggarakan oleh tuan muda Alex!" ujar sang sekretaris Jastin kepada teman-teman CEO nya tersebut yang sedang menatap dirinya dengan tatapan seribu kali kesalnya.


"Huh, menyebalkan sekali majikan mu itu!" gerutu Rey yang kesal terhadap teman nya yang sesuka hati saja meninggalkan acara yang di buat oleh dirinya sendiri.


"Memangnya apa yang telah terjadi?" tanya Ozi dengan menatap serius di mana sang sekretaris teman yang sedang berdiri di hadapan dirinya saat ini.


Jastin yang mendengar ucapan dari teman CEO nya tersebut pun langsung menarik nafas dalam-dalam untuk menjawab pertanyaan dari salah satu teman CEO tersebut.


"Acara yang tuan Alex gelar ini sebenarnya adalah acara untuk nona Aldari," karena tepat hari ini nona Aldari berulang tahun yang ke dua puluh satu tahun!" ujar Jastin menjelaskan apa yang telah terjadi di hari ini kepada teman-teman CEO nya tersebut.


"Dan hari ini juga nona Aldari telah berhasil melarikan diri dari acara ini," sehingga membuat tuan Alex mencari keberadaan nona Aldari di mansion. Karena menurut alat yang bisa melacak keberadaan nona Aldari mengarah ke mansion milik tuan Alex!" jelas kali lebar saat sekretaris Jastin menjelaskan kepada teman-teman CEO nya yang sedang menatap dirinya dengan serius.


"Diriku sangat yakin sekali bahwa kalau anak itu punya hati sama itu gadis!" ujar Rey yang saat ini sedang minum air dingin milik nya.


Seketika pandangan mata langsung menoleh ke arah dimana Rey sedang duduk santai sambil menikmati makanan yang ada di hadapannya saat ini.


Rey yang merasa dirinya di tatap oleh teman-temannya pun langsung menoleh ke arah dimana teman-teman nya sedang duduk saat ini.


"Kenapa kalian menatap diriku seperti itu!" kesal Rey ketika dirinya di tatap oleh teman-temannya saat ini.


"Dari mana kau tahu!" tanya Wira dengan suara ketus.

__ADS_1


"Buktinya sudah sangat jelas," kalian lihat lah gedung megah ini!" ujar Rey sambil mengedarkan pandangannya melihat ke sekelilingnya saat ini.


Teman-teman Alex yang mendengar ucapan dari Rey saat ini pun langsung memutar bola matanya dengan malas.


"Jangan sok tahu kamu Rey!" ujar Randi dengan kesal karena temanya yang satu ini memang benar-benar sok tahu segalanya tentang sang tuan muda satu itu yang tak lain adalah Alex.


"Ayo kita taruhan!" siapa yang kalah akan mentraktir dua tiket untuk pergi liburan ke Paris untuk dua orang!" ujar Rey dengan seringai licik, dirinya yakin sekali bahwa dirinya akan memenangkan taruhan kali ini.


Dengan serempak mereka menjawab iya atas taruhan yang di adakan oleh Rey, kecuali sang sekretaris Jastin yang hanya diam mendengarkan perdebatan antara teman-teman CEO nya saat ini.


"Kalau begitu apa yang kita tunggu lagi disini!" ayo kita pergi dari sini. ujar Mart yang sedari tadi hanya diam mendengarkan ocehan para sahabat-sahabatnya saat ini.


Ke empat laki-laki tampan itu pun langsung menoleh ke arah sumber suara ketika mendengar ajakan untuk pulang.


"Nggak usah menatap dirimu seperti itu!" ujar Mart dengan suara ketus sambil bangkit dari duduknya saat ini.


Sebelum keluar dari dalam ruangan megah itu. Teman-teman Alex pun tak lupa berpamitan kepada sang sekretaris sahabatnya itu yang tak lain adalah sang sekretaris Jastin yang sedang berdiri di hadapan mereka saat ini.


"Kami pamit terlebih dahulu, kau urus lah acara majikan mu yang konyol ini!" ujar Rey sebelum mereka keluar dari ruangan megah ini.


Setelah kepergian para tamu undangan, dan juga sahabat-sahabatnya tuan muda nya Alex, para pelayan mansion milik Alex pun langsung melangkah kan kakinya menuju di mana sang sekretaris Jastin berdiri saat ini.


"Maaf tuan," sapa kepala pelayan mansion milik CEO nya setelah para tamu undangan sudah keluar dari dalam ruangan megah ini.


Jastin yang mendengar suara seseorang memanggil dirinya pun langsung berbalik melihat ke arah sumber suara yang telah memanggil dirinya saat ini.


Jastin yang melihat kepala pelayan mansion dan juga beberapa pelayan mansion milik CEO nya sedang menatap dirinya saat ini dengan tatapan heran. Pasalnya kepala pelayan maupun pelayan tidak ada yang tahu tentang kejadian yang sebenarnya yang telah terjadi saat ini.


"Kalian semua segera lah bersiap-siap untuk pulang ke mansion tuan Alex!" ujar Jastin menyuruh para pelayan mansion CEO nya tersebut untuk pulang tanpa Jastin menyelamatkan apa yang telah terjadi yang sebenarnya.


Tanpa Jastin menjelaskan kepada kepala pelayan dan juga pelayan mansion milik CEO nya pun mereka akan tahu nantinya ketika sampai di mansion CEO nya tersebut.


Kepala pelayan yang mendengar perintah dari sang sekretaris Jastin tersebut pun langsung mengangguk kan kepalanya karena tak mau banyak tanya apa yang telah terjadi untuk hari ini yang jelas dirinya dirinya yakin bahwa ada hubungan dengan gadis yang beberapa bulan kebelakang ini tinggal di mansion tuan muda nya tersebut.


"Baik lah tuan, kalau begitu kami permisi dulu!" pamit kepada pelayan mansion dan juga mewakili beberapa pelayan yang lain nya juga.

__ADS_1


Jastin hanya mengangguk kan kepalanya untuk menanggapi ucapan dari kepala pelayan mansion milik CEO nya tersebut.


Setelah kepergian para pelayan mansion milik CEO nya, Jastin pun langsung melangkah menuju di mana petugas keamanan ruangan ini sedang berjaga-jaga.


Sampai Jastin di depan para petugas keamanan ruangan ini, Jastin langsung memberitahukan bahwa acara hari ini sampai di sini saja.


"Kalian boleh bubar, karena acara nya sudah selesai!" perintah Jastin kepada para petugas keamanan ruangan ini.


Penjaga keamanan yang mendengar perintah dari sang sekretaris tuan muda Alex yang mereka kenal pun langsung mengangguk kan kepalanya tanpa bertanya apa-apa.


"Baiklah kalau begitu tuan, kami permisi dulu tuan!" pamit para petugas keamanan ruangan tersebut kepada Jastin yang sedang menatap mereka semua.


Jastin pun langsung mengangguk kan kepalanya untuk menanggapi ucapan dari petugas keamanan ruangan tersebut.


Dan sekarang tinggal lah sang sekretaris Jastin sendirian di ruangan megah itu.


"Huh, melelahkan sekali!" gumam Jastin sambil melonggarkan sedikit ikatan dasi di leher nya yang terasa begitu kencang ikatannya.


Kalau Jastin telah selesai mengurus urusan CEO nya.


Lain halnya yang terjadi saat di rumah kontrakan Aldari, tanpa wajah Alex begitu puas setelah mengobrak-abrik isi lemari pakaian Aldari yang tak seberapa itu.


Sambil menggerutu Alex dengan tak punya hati nya melempar barang-barang yang ada di dalam lemari Aldari saat ini.


"Kau rasakan ini gadis sialan!" umpat Alex dengan penuh emosi sambil menendang isi kamar Aldari.


Setelah puas Alex mengobrak-abrik isi kamar Aldari, Alex keluar dari dalam kamar pribadi milik Aldari tersebut.


Sebelum keluar dari dalam kamar itu, Alex pun berbalik badan untuk melihat apa yang telah dirinya lakukan di dalam kamar Aldari.


"Itu akibat nya kau berani menentang diriku!" geram Alex sambil melangkah kan kakinya menuju ke arah dapur Aldari saat ini.


"Issshh"


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2