
Setelah drama yang Alex lakukan beberapa menit yang lalu terhadap Aldari sebelum Alex berangkat ke Office, tampak wajah Aldari yang tadi tegang sekarang terlihat lebih tenang karena iya sudah selesai melaksanakan tugas yang Alex berikan kepada dirinya untuk memakaikan pakaian untuk Alex tadi.
Sekarang kau pergilah ke bawah siapkan serapan untuk ku, Aldari yang mendengar ucapan Alex seketika dirinya langsung melangkahkan kakinya menuju pintu keluar. Aldari tidak ingin dirinya berlama-lama di kamar Alex, iya takut jika terjadi apa-apa pada dirinya karena berdua saja di kamar Alex tersebut.
Aldari yang ingin menyentuh Handel pintu kamar Alex seketika dirinya terkejut dengan suara datar dari Alex tersebut. Huh, apalagi yang iya inginkan dari tadi dirinya tak henti-hentinya memanggil diriku, keluh Aldari terhadap Alex. Apa dirimu tidak melupakan sesuatu? Alex berbalik melihat Aldari yang telah berada di dekat pintu kamarnya tersebut.
Aldari yang mendengar ucapan dari Alex di buat bingung dengan pertanyaan yang Alex lontarkan kepada dirinya. Aldari hanya menatap wajah Alex dengan tampang polos nya tersebut, kau ini memang sangatlah lemot. TK bisakah dirimu itu berpikir dengan cepat atas ucapan ku barusan? tampak wajah Alex yang begitu kesal terhadap diri Aldari tersebut.
Alex yang jengah melihat Aldari hanya diam di tempatnya, seketika Alex langsung mendekati Aldari dan tanpa aba-aba Alex langsung merengkuh tubuh mungil Aldari sehingga membuat tak ada jarak di antara mereka berdua dan membuat Aldari di buat terkejut bukan main pasalnya Alex begitu intens melihat wajah Aldari.
T-tuan, ucap Aldari gugup karena Alex memeluk tubuh mungil Aldari begitu erat sehingga membuat Aldari menjadi sedikit sesak nafas atas perbuatan Alex tersebut. Alex pun langsung melonggarkan pelukannya pada tubuh mungil Aldari tersebut, apa kau lupa diriku ini mau ke Office? dan kau melupakan ini ucap Alex yang menunjukkan dasi yang ada di tangan nya tersebut.
Aldari pun langsung melihat yang di pegang oleh Alex, seketika Aldari di buat bingung dengan dasi tersebut pasalnya dirinya tak pandai dalam urusan masang memasang dasi. Apa yang kau tunggu lagi? cepat lah kau pasangkan dasi ini pada diriku.
__ADS_1
"A-apa pasang dasi". Gumam Aldari dalam hati nya tersebut. Jika dirinya ketahuan oleh Alex tidak bisa pasang dasi, pasti dirinya akan mendapatkan amukan dari Alex. Alex yang melihat Aldari hanya diam dan melihat dasi yang iya pegang di tangan nya membuat Alex menjadi kesal.
"Kau ini tuli atau apa"? dari tadi diriku menyuruh mu untuk memasang dasi ini, dan kau hanya diam dan melihat apa yang aku pegang ini. Aldari yang mendengar ucapan Alex tersebut mau tak mau Aldari pun menundukkan kepalanya karena dirinya takut.
T-tuan, s-saya tidak b-bisa m-memasang dasi ucap Aldari dengan suara lirih nya tersebut, Alex yang mendengar ucapan Aldari barusan di buat kesal.
Apa? kau tidak bisa memasang dasi? jadi apa yang dirimu bisa? kau ini memang harus di latih supaya kerja dengan benar. Memasangkan dasi saja kau tidak bisa.
Aldari yang mendengar ucapan Alex dibuat bingung, apa hubungannya dengan atas ranjang dengan tak bisa memasang dasi. Gumam Aldari dalam hati nya. Alex yamg melihat wajah bingung Aldari pun langsung meninggalkan Aldari yang sedang memikirkan ucapan nya barusan.
Sebelum Alex menyuruh Aldari menyiapkan sarapan untuk dirinya, Alex mengecup bibir merah merona Aldari secara kilat dan itu membuat Aldari terkejut atas apa yang Alex lakukan terhadap dirinya.
"Kau pergi lah ke bawah," kau tak akan mengerti ucapan ku barusan. Kau itu memiliki otak yang sangat-sangatlah lemot maka dari itu kau tak akan mengerti. Ucap Alex dengan tersenyum devil nya.
__ADS_1
Aldari yang mendengar ucapan Alex dibuat kesal karena mengatai dirinya lemot.
Huh, menyebalkan. Ucap Aldari dengan kesal terhadap tingkah Alex tersebut.
Bersambung
Jangan lupa tinggalkan jejak like and comen yah guys dan vote juga
Semoga suka 💞
Selamat membaca 💞
Terima kasih 💞
__ADS_1