
"Huh, dia selalu saja sesuka hati memutuskan sambungan telepon secara sepihak!" gerutu Jastin sambil melangkah kan kakinya menuju di mana para-para MUA yang sedang mempersiapkan alat-alat untuk membantu Aldari berias.
Sesampainya Jastin di depan pintu ruang di mana para anggota MUA berada dan tampa mengetuk pintu terlebih dahulu Jastin langsung membuka pintu ruangan tersebut.
Para anggota MUA yang mendengar suara pintu dibuka oleh seseorang dari luar mereka semua pun langsung menoleh ke arah dimana pintu yang terbuka lebar oleh seseorang yang mereka kenali.
Ketua MUA yang melihat siapa yang datang dirinya langsung menghampiri di mana Jastin yang sedang menatap mereka semua yang berada di dalam ruangan tersebut.
"Tuan, sapa ketua MUA kepada Jastin yang sedang berdiri di depan pintu ruangan tersebut.
Tanpa menjawab sapaan dari ketua MUA, Jastin langsung menyuruh semua anggota MUA untuk bersiap-siap pindah ke tempat yang telah di siapkan untuk membantu Aldari berias.
"Kalian semua segera lah bersiap-siap, ikut bersama dengan saya untuk pindah ke ruangan sebelah!" ujar Jastin dengan suara dingin milik nya tersebut.
Semua anggota MUA yang mendengar perintah dari Jastin, mereka pun mengikuti langkah kaki Jastin yang akan mengantarkan mereka ke ruangan yang di maksud oleh Jastin tersebut.
Dan di ruangan inilah sekarang semua anggota MUA berada di ruangan yang begini besar dan juga tak kalah cantik dengan dekorasi yang Alex siapkan untuk Aldari tersebut.
Anggota MUA pun langsung mengeluarkan semua peralatan yang akan mereka gunakan untuk merias seseorang yang belum mereka temui sampai saat ini.
Setelah Jastin mengantarkan para anggota MUA ke ruangan yang telah disiapkan, Jastin langsung meninggalkan ruangan tersebut dan langsung melangkah kan kakinya menuju di mana Alex dan Aldari sedang menunggu kedatangan dirinya tersebut.
Sesampainya Jastin di ruangan tempat dimana Alex menunggu dirinya, Jastin langsung membuka pintu ruangan tersebut.
"Permisi tuan, sapa Jastin pada CEO nya yang sedang fokus menatap di mana Aldari sedang duduk.
Alex yang mendengar suara dari sekretaris nya tersebut pun langsung menoleh di mana Jastin sedang berdiri di samping Alex dan Aldari tersebut.
"Tuan, mereka semua sudah menunggu nona di ruangan yang tuan siapkan untuk membantu nona Aldari siap-siap!" ujar Jastin pada CEO nya tersebut.
__ADS_1
Alex yang mendengar ucapan dari sang sekretaris nya Jastin pun langsung menoleh ke arah dimana Aldari sedang duduk.
"Jastin!" panggil Alex pada sang sekretaris nya Jastin tersebut.
Jastin yang di panggil oleh oleh CEO nya tersebut pun langsung menatap wajah CEO nya tersebut.
"lya...saya tuan!" jawab Jastin dengan suara tegas milik nya tersebut.
"Kau antar gadis ini ke ruangan itu!" perintah Alex pada sang sekretaris nya Jastin tersebut.
Jastin yang mendengar perintah dari CEO nya tersebut pun langsung mengangguk kan kepalanya menerima perintah dari sang CEO nya tersebut.
"Baik tuan!"
Jastin pun langsung menoleh ke arah dimana Aldari sedang duduk di sofa ruangan tersebut.
"Silahkan nona!" seru Jastin menyuruh Aldari untuk ikut bersama dengan dirinya tersebut.
Tapi sayangnya yang di tatap hanya diam seribu bahasa saja, dan itu membuat Aldari merasa was-was terhadap Alex dan juga sang sekretaris Jastin tersebut.
Alex yang tahu akan tatapan yang Aldari berikan untuk dirinya pun hanya diam saja.
Jastin yang melihat Aldari hanya diam saja pun langsung menoleh ke arah dimana sang CEO nya berada.
Alex yang melihat sang sekretaris Jastin melihat ke arah nya tersebut pun langsung menoleh ke arah dimana Aldari sedang duduk.
"Dan kau!" Kenapa kau masih saja duduk di situ?" ujar Alex dengan suara ketus kepada Aldari yang hanya diam saja di tempat duduk nya tersebut.
Aldari yang mendengar suara Alex, seketika dirinya langsung berdiri dan berjalan menuju di mana sang sekretaris Jastin berada.
__ADS_1
"Silahkan nona!" seru Jastin pada Aldari tersebut untuk mengikuti dirinya.
Aldari pun langsung mengikuti langkah kaki sang sekretaris Jastin tersebut.
"Dasar, ujar Alex ketika melihat Aldari sudah keluar dari ruangan tersebut.
Setelah kepergian Aldari dan juga sang sekretaris Jastin, Alex langsung meronggo Handphone di saku jasnya tersebut untuk melihat barang yang telah dirinya pesan hanya khusus untuk Aldari tentunya.
Aldari yang memang orang yang benar-benar kepo dan juga tidak bisa tenang sebelum dirinya mengetahui jawaban akan di bawa ke dirinya oleh sang sekretaris Jastin tersebut dengan memberanikan dirinya, Aldari pun langsung memanggil sang sekretaris Jastin tersebut.
"T-tuan, panggil Aldari dengan suara gugupnya memanggil sang sekretaris Jastin tersebut.
Jastin yang mendengar Aldari memanggil dirinya pun langsung berbalik melihat ke arah dimana Aldari sedang menatap dirinya dengan tatapan sendu milik nya tersebut.
"Apa nona membutuhkan sesuatu!" tanya Jastin terhadap Aldari yang sedang menatap dirinya tersebut.
"Mh...anu...mh, t-tuan mau membawa saya ke mana?" tanya Aldari dengan menatap sang sekretaris Jastin tersebut.
Jastin yang mendengar pernyataan dari mulut Aldari tersebut pun tersenyum tipis melihat ekspresi wajah Aldari yang tampak bingung melihat dirinya tersebut.
"Nanti juga nona akan tahu!" jawab Jastin yang tidak ingin memberikan jawaban yang Aldari harapkan dari mulut dirinya tersebut.
Aldari yang mendengar jawaban dari sang sekretaris Jastin tersebut pun langsung mendengus kesal akan jawaban yang dilontarkan oleh sang sekretaris Jastin tersebut.
"Tak majikan...tak sekretaris sama-sama menyebalkan!" gumam Aldari yang masih bisa di dengar dengan jelas oleh sang sekretaris Jastin tersebut.
"Saya mendengar nya nona!" seru Jastin sambil melangkah kan kakinya menuju di mana ruangan para MUA yang sedang menunggu kedatangan Aldari tersebut.
"Huh, menyebalkan"
__ADS_1
"Atau!!! jangan-jangan mereka ingin menjual diriku!" batin Aldari sambil melihat ke arah kiri dan kanan untuk memastikan bahwa tempat ini tidak tempat-". Aldari tak melanjutkan ucapannya tersebut karena dirinya merasa was-was.
Bersambung