
"Apa kau ingin aku yang menggantikan pakaian ini!" bisik Alex pas di telinga Aldari sambil tersenyum devil dan menyentuh pundak Aldari tersebut dan menatap wajah Aldari dengan intens. Aldari yang mendengar ucapan Alex barusan pun langsung mundur satu langkah demi menjauh dari Alex tersebut, Alex yang melihat Aldari menjauh dari dirinya pun langsung menatap Aldari dengan tatapan tajam milik nya tersebut.
"Sekarang apa yang kau tunggu lagi" cepat lah kau ganti pakaian norak itu, ujar Alex dengan sinis menatap Aldari tersebut. Norak! "bukankah dia yang membelikan pakaian ini!" gumam Aldari dalam hati nya tersebut. "T-tuan dimana s-saya harus ganti pakaian ini!" gugup Aldari bicara dengan Alex, dirinya takut mendapatkan Amukan pria arogan itu lagi.
"Kau ganti saja pakaiannya disini" tunjuk Alex dengan isyarat mengedipkan matanya dengan nakalnya tersebut. Dan itu membuat Aldari terkejut ketika Alex menyuruh dirinya menganti pakaiannya di depan Alex tersebut. "Apa kau tidak mendengar ucapan ku barusan, tanya Alex pada Aldari yang hanya menatap nanar ke arah dirinya tersebut. Dan itu membuat Alex tidak suka melihat akan tatapan yang Aldari berikan kepada dirinya tersebut.
Alex yang kesal melihat ekspresi yang Aldari berikan kepada dirinya pun langsung menyeret tubuh mungil Aldari menuju ruang ganti yang ada di dalam kamar pribadi milik nya tersebut. "Cepatlah dirimu bersiap-siap" kau membuat waktu ku terbuang sia-sia saja gerutu Alex sambil membukakan pintu ruang ganti tersebut.
Setelah Aldari masuk ke dalam ruang ganti tersebut, Alex pun langsung menutup pintu itu dengan rapat-rapat ketika Aldari sudah masuk ke dalam ruang ganti tersebut.
Di dalam ruangan ganti.
Tanpa embel-embel dan melihat kanan dan kiri Aldari langsung melucuti seluruh pakaian yang dirinya kenakan di ruang ganti tersebut. Tak membutuhkan waktu lama Aldari pun selesai menganti pakaiannya, dan langsung menatap dirinya di pantulan cermin yang ada di hadapannya tersebut.
"Wah-Wah" ternyata pakaian yang di belikan oleh tuan yang satu lagi itu memang benar-benar cantik, ujar Aldari sambil memutar tubuhnya kanan dan kiri melihat pantulan dirinya di depan cermin tersebut. Dan Aldari yang melihat tampilan dirinya di depan cermin pun di buat menggangga lebar tak percaya bahwa dirinya memakai pakaian yang begitu bagus dan lembut.
"Apa yang dilakukan oleh gadis nakal itu di dalam sana, kenapa dia begitu lama sekali hanya untuk menganti pakaiannya. Gumam Alex sambil mondar-mandir di depan pintu ruangan ganti tersebut. Alex yang sudah bosan menunggu Aldari di luar, mau tak mau Alex terpaksa menggedor pintu ruangan ganti tersebut.
Aldari yang sedang asyik menatap dirinya di pantulan cermin, seketika dirinya terkejut mendengar gedoran pintu ruang ganti tersebut. "yah Tuhan siapa yang menggedor-gedor pintu seperti itu!" ujar Aldari sambil mengusap dada nya tersebut.
"Hey pelayanan, apa yang kau lakukan di dalam sana!. "Apa dirimu tidur didalam ruangan ganti itu?" tanya Alex pada Aldari yang masih betah di dalam ruangan ganti tersebut.
Aldari yang mendengar suara melengking tinggi dari Alex seketika dirinya langsung tepok jidat karena lupa bahwa sang tuan arogan itu menunggu dirinya di luar ruangan tersebut.
__ADS_1
"Yah Tuhan, aku lupa kalau tuan Alex lagi menunggu diriku di luar, "bisa mati aku" panik Aldari sambil melangkah kan kakinya menuju di mana pintu ruangan ganti tersebut.
Ceklek
Terdengar handle pintu ruangan ganti itu di buka dari dalam oleh seseorang, tampak jelas wajah Aldari begitu panik melihat ekspresi wajah datar Alex tersebut.
"Apa yang kau lakukan di dalam sana" tanya Alex dengan menatap Aldari dengan tatapan sinis.
Aldari yang mendengar suara tinggi dari Alex pun langsung menundukkan kepalanya saja karena dirinya tak berani menatap wajah Alex yang begitu tajam.
"M-maafkan saya tuan, tadi saya lupa kalau tuan menunggu saya di luar, ujar Aldari dengan gugup pasalnya dirinya merasakan hawa-hawa sang tuan arogan itu sedang menahan kesal terhadap dirinya tersebut.
"Apa kau bilang" tanya Alex pada Aldari yang sedang menundukkan kepalanya karena tak berani menatap dirinya tersebut.
"Benar apa yang aku ucapkan" kau memang benar-benar memiliki otak yang sangat-sangat lah standar bahkan lebih dari kata standar, ujar Alex dengan sinis menatap Aldari yang sedang memegang paper bag yang berisikan pakaian yang iya kenakan sebelumnya.
Alex maupun Aldari pun langsung menuju ke arah dimana life khusus CEO tersebut.
Beberapa detik menunggu terdengar suara life khusus CEO terbuka.
Ting.
Setelah pintu lift terbuka, Alex dan Aldari langsung masuk ke dalam lift khusus CEO tersebut yang akan mengantarkan mereka menuju ke lantai bawah. Di dalam lift tak ada satu pun di antara kedua nya yang saling bersuara sehingga beberapa detik di dalam lift pintu lift khusus CEO itu pun langsung terbuka.
__ADS_1
Aldari yang mengikuti Alex dari belakang pun langsung menarik perhatian para karyawan perusahaan Alex tersebut, dan samar-samar Aldari bisa mendengar ucapan para karyawan perusahaan Alex yang sedang menggosipkan dirinya tersebut.
"Huh ternyata mereka menganggap diriku ini yang tidak-tidak, keluh Aldari dalam hati nya tersebut. Alex melirik Aldari dengan ekor matanya sambil berjalan menuju ke tempat parkiran mobil khusus CEO tersebut, tampak jelas oleh Alex wajah Aldari yang begitu kurang nyaman atas tatapan para karyawan perusahaan nya tersebut.
Di perusahaan Alex kini waktunya jam istirahat oleh sebab itu semua karyawan perusahaan Alex bisa melihat CEO mereka yang sedang di ikuti oleh seorang gadis nan mungil dan cantik itu, yang mereka tidak tahu siapa sebenarnya Aldari tersebut.
"huh itu orangnya yang di tunggu-tunggu baru datang, ujar Jastin sambil melirik ke arah dimana sang CEO nya dan Aldari menuju ke arah dirinya tersebut.
"Hanya menganti pakaian saja begitu lama, gerutu Jastin yang bisa iya luapkan kekesalan di dalam hatinya saja karena dirinya tak berani meluangkan kesal nya pada orang nya langsung.
"Jastin hanya mencari aman saja supaya tidak mendapatkan amukan dari sang CEO nya tersebut" hehehehe.
Jastin yang melihat CEO nya datang pun langsung membukakan pintu mobil untuk CEO nya tersebut.
"Silahkan tuan, ujar Jastin sambil membuka pintu mobil untuk Alex tersebut. Setelah membukakan pintu mobil untuk CEO nya Jastin pun langsung memutari mobil tersebut untuk membukakan pintu untuk Aldari tersebut.
"Silahkan nona, ujar Jastin dengan suara yang lembut yang iya milik jika dirinya mendekati seorang gadis, dan dirinya juga melakukan hal yang sama dengan Aldari tersebut.
"Terima kasih tuan" jawab Aldari dengan senyuman manis milik nya tersebut
Alex yang melihat sang sekretaris nya Jastin melirik-lirik Aldari pun di buat kesal setengah mati.
"Huh, dasar wanita penggoda" sinis Alex menatap Aldari ketika sudah masuk ke dalam mobil tersebut.
__ADS_1
"Jastin cepat lah kau jalankan mobil ini" ujar Alex memanggil sang sekretaris Jastin tersebut. Seketika Jastin langsung memutari mobil tersebut dan dirinya langsung menyalakan mesin mobil tersebut.
Bersambung