
"Tahu akan seperti ini jadinya, mending aku pindah rumah kontrakan saja!" batin Aldari kerena dirinya menyesali perbuatannya yang tak segera pindah dari rumah kontrakan yang sekarang ini.
Tampak wajah Aldari saat ini benar-benar kecewa lantaran dirinya tak bisa lepas dari Alex karena dirinya tak bergerak dengan cepat.
Aldari yang sedang sangat kecewa akan keteledoran dirinya yang lamban dalam berpikir, tak luput dari perhatian Alex yang sedang memperhatikan Aldari yang sedang membuang muka terhadap dirinya sampai sekarang ini.
"Benar-benar gadis keras kepala!" batin Alex yang sedang memperhatikan Aldari yang masih saja beta menatap ke arah luar jendela mobil miliknya.
"Huh, dasar gadis pembangkang!" kesal Alex sambil melirik ke arah dimana Aldari sedang duduk di kursi samping dirinya saat ini.
Sepanjang perjalanan menuju ke mansion, Aldari maupun Alex tak ada yang bicara satu sama lain. Alex yang melihat Aldari yang sampai saat ini tak kunjung mengalihkan pandangannya dari kaca jendela mobil miliknya saat ini pun merasa sangat kesal terhadap sikap Aldari yang sangat keras kepala.
Tanpa mengalihkan pandangannya yang fokus menyetir mobil, Alex langsung menambah kecepatan laju mobilnya sehingga membuat Aldari langsung menoleh ke arah dimana Alex yang sedang fokus menyetir mobilnya dengan kecepatan tinggi.
Aldari yang merasa mobil Alex yang semakin melaju dengan kecepatan tinggi membuat isi perutnya terasa seperti diaduk-aduk karena Aldari tak biasa menaiki mobil dengan kecepatan tinggi.
Alex yang melirik sekilas ke Aldari saat ini pun langsung tersenyum tipis karena dirinya berhasil mengalihkan perhatian Aldari yang dari tadi hanya menatap ke luar jendela mobil miliknya saja.
"Kau rasakan akibatnya karena berani mengabaikan diriku!" kata Alex dengan suara dingin milik nya dan Alex pun langsung menambah kecepatan laju mobil miliknya.
Aldari yang merasakan Alex memang sengaja menambah kecepatan laju mobil saat ini pun langsung memegangi perutnya dengan kedua tangannya yang merasa ingin mengeluarkan isi dalam perutnya saat ini juga.
__ADS_1
"T-tuan, tolong hentikan mobil anda!" kata Aldari dengan suara lirih memohon kepada Alex agar memberhentikan mobil saat ini juga.
Alex tak menghiraukan perkataan Aldari yang menyuruh dirinya untuk memberhentikan mobilnya saat ini. Dan tanpa melihat ke arah Aldari, Alex malah menambah kecepatan laju mobil dengan tinggi.
Karena Aldari saat ini benar-benar tidak bisa menahan isi perutnya yang akan keluar karena ulahnya Alex yang memang sengaja menambah laju mobil miliknya. Hampir saja Aldari ingin membuka pintu mobil milik Alex saat ini juga lantaran Alex tak kunjung menurunkan kecepatan mobil miliknya.
Alex yang mendengar ucapan Aldari untuk dirinya memberhentikan mobil saat ini pun tak menggubris perkataan yang Aldari lontarkan dengan suara lirih karena Aldari memang benar-benar sedang merasa pusing.
Huueekk...huueekk...huueekk
Alex yang tak kunjung mengurangi kecepatan laju mobil miliknya saat ini pun membuat Aldari langsung mengeluarkan semua isi perutnya lantaran dirinya tak bisa menahan perutnya yang di aduk-aduk seperti adonan kue tart.
Alex langsung menepikan mobilnya untuk melihat keadaan Aldari saat ini yang sudah pucat seperti mayat hidup saja, karena ulahnya dirinya yang sengaja untuk mengerjai Aldair agar tak membuang muka terhadap dirinya.
Alex langsung meraih tubuh mungil Aldari yang saat ini masih saja menundukkan kepalanya ke bawah.
"Apa kau baik-baik saja?" tanya Alex pada Aldari yang hampir tak sadarkan dirinya.
Seketika Alex langsung panik melihat tubuh mungil Aldari yang lemah dan di tambah lagi Aldari bahkan nyaris menutup matanya.
"Hey, jangan menutup matamu!" kata Alex sambil mengusap wajah Aldari yang mengeluarkan keringat dingin di wajahnya Aldari, walaupun di dalam mobil Alex saat ini suhu ac-nya normal.
__ADS_1
Aldari yang merasakan kepalanya seperti tertimpa beban berat pun langsung memegangi kepalanya yang berdenyut-denyut karena dirinya tak tahan akan sakit kepalanya saat ini.
"S-sakit!" rintih Aldari memegangi kepalanya lantaran dirinya tak sanggup rasanya lagi berada di dalam mobil Alex sekarang ini karena Aldari masih merasakan mobil Alex masih melaju dengan kecepatan tinggi.
"Saya mau t-turun dari mobil!" kata Aldari dengan suara yang begitu pilu lantaran dirinya benar-benar tak kuat berada di dalam mobil Alex saat ini.
Alex langsung panik karena melihat Aldari memang benar-benar menutup matanya dan juga tak mendengar ucapannya.
"Kau jangan pingsan di sini!" kata Alex sambil melihat wajah Aldari saat ini yang sedang tak sadarkan diri lagi!"
"Huh, gadis ini benar-benar menyusahkan orang saja!" kesal Alex sambil mengambil handphone miliknya di dalam saku celana nya.
Mau tak mau terpaksa Alex harus menghubungi sang sekretaris Jastin.
Drrtt...drrtt...drrtt
Jastin yang sedang di apartemen miliknya saat ini sedang istirahat beberapa menit, langsung terkejut mendengar suara dering handphone miliknya yang berada di atas meja tak jauh dari dirinya saat ini.
"Huh, siap lagi nih yang menggangu orang lagi istirahat saja!"
Bersambung
__ADS_1