Menjadi Pembantu Tuan Muda Arogan

Menjadi Pembantu Tuan Muda Arogan
87. Menjadi pembantu tuan muda arogan


__ADS_3

Jastin yang mendengar penjelasan dari anggota MUA tentang Aldari mengaku sebagai pelayan di mansion CEO nya pun langsung menghela nafas panjang.


Tanpa mengeluarkan satu katapun, Jastin langsung meninggalkan ruangan dimana anggota MUA yang sedang ketakutan akan nasib mereka yang telah lalai dalam melakukan tugas yang telah di berikan oleh Alex kepada mereka.


Kepala MUA yang melihat Jastin telah meninggalkan ruangan itu, dirinya langsung menoleh ke arah dimana anggota-anggota nya sedang menundukkan kepalanya karena tak berani menatap ketua MUA mereka.


Ketua MUA yang melihat anggota nya hanya diam pun langsung buka suara atas insiden yang terjadi hari ini.


"Kalian tidak usah mendudukkan kepala seperti itu!" ujar kepala MUA kepada semua anggotanya yang sedang duduk di dalam ruangan tempat berias Aldari tadi.


Para mua yang tadinya takut akan mendapatkan amukan dari ketua mereka pun langsung menoleh di mana ketua MUA nya yang sedang berdiri tak jauh dari mereka semua.


"Kepala MUA!" panggil salah satu anggota MUA pada sang ketua MUA nya yang sedang menatap dirinya.


"Maaf kan kami yang telah lalai dalam melakukan tugas kami!" ujar anggota MUA yang sedang duduk di kursi ruangan tempat berias itu.


"Kalian jangan menyalahkan diri kalian atas insiden yang terjadi hari ini, karena di sini sana juga telah teledor, karena membiarkan nona Aldari pergi dari ruangan ini tanpa ada satupun yang mengawal nona Aldari keluar dari ruangan ini!" kepala MUA menjelaskan pada anggota nya agar mereka tidak merasa bersalah sepenuhnya terhadap insiden yang telah terjadi.


"Untuk masalah ini," saya akan bicara dengan tuan muda Alex!" semoga beliau memaafkan kita semua. Ujar kepala MUA tersebut.


Jastin yang telah sampai di depan pintu ruangan dimana dirinya meninggal kan CEO nya untuk bersiap-siap untuk acara ulang tahun Aldari.


Dengan menarik nafas dalam-dalam, Jastin langsung membuka hendel pintu ruangan yang di dalam ruangan itu telah bersiap-siap seseorang yang akan mengamuk setelah mendengar kepergian gadis nakal yang selalu dirinya bilang beberapa terakhir bulan ini.


Ceklek


Terdengar suara pintu ruangan terbuka oleh seseorang dari luar ruangan itu.


Alex yang mendengar seseorang yang telah membuka pintu ruangan itu, seketika dirinya langsung menoleh ke arah sumber suara tersebut.


Alex yang tahu siapa yang telah masuk ke dalam ruangan tempat dimana dirinya sedang bersiap-siap langsung berbalik menghadap ke arah dimana melihat pantulan dirinya di cermin di dalam ruangan.


__ADS_1


Baju yang Alex kenakan di hari jadinya Aldari yang ke (21) dua puluh satu tahun.


Jastin yang melihat Alex yang telah siap untuk merayakan hari ulang tahun Aldari. Dirinya jadi senam jantung untuk menyampaikan berita mengenai Aldari yang telah berhasil melarikan diri dari ruangan yang telah Alex siapkan untuk membantu Aldari berias.


"Huh, habis lah diriku kena amukan dari nya!" batin sang sekretaris Jastin membayangkan CEO nya mengamuk setelah mendengar berita dari dirinya bawah saat ini.


Alex yang melihat sang sekretaris nya hanya berdiam diri di depan pintu ruangan tersebut pun langsung berdehem lumayan keras sehingga membuat sang sekretaris Jastin langsung terkejut mendengar suara keras dari CEO nya.


"Hem," deheman Alex membuat lamunan Jastin langsung hilang seketika.


Jastin yang mendengar CEO nya berdehem dengan suara keras, seketika dirinya langsung melihat ke arah dimana CEO sedang menatap dirinya dengan tatapan tanya.


"Apa gadis nakal itu sudah selesai bersiap-siap?" tanya Alex pada sang sekretaris Jastin yang sedang mematung menatap dirinya setelah mendengar ucapan dari dirinya.


Jastin langsung merasa detak jantungnya berhenti mendengar pertanyaan yang keluar dari mulut CEO nya.


"Ck, dasar hobi ngelamun!" decak Alex dengan kesal karena dirinya tak mendapatkan jawaban dari sang sekretaris Jastin yang sedang menatap dirinya tak berkedip sama sekali.


"Apa telinga dirimu masih berfungsi dengan baik Jastin?" tanya Alex dengan suara tajam milik nya tersebut.


"Nona Aldari tidak-" Jastin tidak melanjutkan ucapannya kerena mendengar ketukan pintu dari luar ruangan itu.


Tok...tok...tok


Alex dan Jastin mendengar pintu di ketuk dari luar oleh seseorang pun langsung menoleh ke arah sumber suara.


"Masuk!" perintah Alex pada seseorang yang telah mengetuk pintu ruangan tersebut.


Setelah mendapat izin dari seseorang yang berada di dalam ruangan.


Terdengar suara handle pintu ruangan dibuka oleh seseorang dari luar ruangan.


Ceklek

__ADS_1


Tampak kepala pelayan mansion Berdiri di depan pintu masuk ruangan itu.


"Permisi tuan!" ujar kepala pelayan mansion milik Alex setelah pintu ruangan telah di buka.


Alex hanya berdehem khas milik nya menjawab sapaan dari kepala pelayan mansion.


"Hem"


"Kue pesanan tuan sudah saya bawa!" ujar kepala pelayan mansion yang sedang menatap Alex yang tak jauh dari tempat itu.


"Antar saja kue itu ke depan untuk langsung di tata oleh petugas ruangan bagian depan, mereka yang akan menata kui itu!" perintah Alex pada sang kepala pelayan mansion.


Kepala pelayan mansion yang mendengar perintah dari sang tuan muda Alex, seketika dirinya langsung pamit undur diri untuk mengantar kue pesanan Alex.


"Saya permisi tuan!" ujar kepala pelayan mansion untuk undur diri.



Pesanan kue Dari Alex untuk Aldari.


Setelah kepergian kepala pelayan mansion, Alex langsung menoleh ke arah dimana sang sekretaris Jastin berdiri.


"Jastin!" panggil Alex pada sang sekretaris Jastin tersebut.


"Kau belum menjawab pertanyaan dari ku!" tanya Alex dengan suara datar nya.


Jastin yang mendengar pertanyaan dari CEO nya pun langsung menarik nafas dalam-dalam untuk memberi tahu akan keberadaan Aldari yang sebenarnya.


"Tuan, nona Aldari tidak di-" ucapan Jastin lagi-lagi terputus karena deringan handphone miliknya Alex berbunyi.


Alex yang mendengar suara handphone nya berbunyi langsung meraih handphone miliknya.


Alex yang melihat layar handphone nya siapa yang menghubungi dirinya pun langsung berdecak kesal.

__ADS_1


"Menyebalkan"


Bersambung


__ADS_2