
Setelah beberapa menit kecelakaan kecil yang Aldari alami, dan selesai di obati krim dengan tangan Alex sendiri mereka bertiga pun langsung menuju ke tempat dimana Alex Akan membelikan sesuatu untuk Aldari.
Dan di sini lah mereka bertiga sekarang di sebuah toko perhiasan yang memiliki harga yang di jual begitu fantastis tentunya dengan kalangan masyarakat kelas atas saja yang akan membeli perhiasan tersebut.
Manajer toko perhiasan sendiri lah menyambut kedatangan Alex, Aldari, dan juga sekretaris Jastin.
"Selamat datang di toko perhiasan kami tuan, seru sang manager toko perhiasan menyambut langsung kedatangan pebisnis no satu di kota X tersebut.
Alex yang mendapatkan sambutan langsung dari manajer toko perhiasan tersebut hanya memberikan senyuman tipis pada manajer toko perhiasan tersebut.
Mereka pun melangkahkan kakinya memasuki toko perhiasan tersebut. Aldari yang memang tak pernah melihat toko perhiasan, bahkan dirinya seumur-umur barulah ini yang pertama kali nya dirinya menginjakkan kakinya di toko perhiasan tersebut.
"Wow, yang benar saja tuan Alex membawa diriku ketempat seperti ini!" batin Aldari sambil dirinya melirik kiri dan kanan yang di penuhi oleh perhiasan yang begitu wow.
Aldari yang melihat perhiasan yang di pajang di dalam kaca, sampai-sampai mata Aldari sampai tak berkedip melihat perhiasan tersebut.
"Hm... pasti mahal semua perhiasan di sini di jual, buktinya tuan Alex saja yang kaya raya di toko ini dirinya membeli perhiasan yang begitu cantik, gumam Aldari sambil memperhatikan penjaga perhiasan menjelaskan satu persatu perhiasan tersebut.
Alex melirik di mana Aldari sedang berdiri di samping dirinya yang sedang fokus mendengarkan ucapan dari penjaga toko perhiasan tersebut.
Alex sengaja berdehem lumayan keras untuk menyadarkan Aldari dari kekaguman nya melihat perhiasan tersebut.
"Hem,"
Aldari yang mendengar deheman dari Alex, seketika dirinya langsung menoleh ke arah dimana Alex sedang menatap dirinya dengan tatapan tajam.
"Dasar norak" seru Alex sambil melirik sekilas ke arah dimana Aldari sedang berdiri.
"Melihat barang ini saja mulut sampai mengagga lebar, ketus Alex bicara dengan Aldari yang sedang berdiri di samping dirinya tersebut.
Penjaga perhiasan yang mendengarkan ocehan Alex hanya melirik sekilas ke arah dimana Aldari sedang berdiri.
"Huh, dia membuat diriku malu saja, gerutu Aldari dengan suara lirih nya sambil tersenyum tipis melihat ekspresi penjaga perhiasan yang sedang memperhatikan dirinya dan Alex tersebut.
Tiga puluh menit memilih perhiasan, kini pilihan Alex jatuh pada gelang tangan yang begitu cantik dan pas untuk tangan mungil Aldari tentu nya.
__ADS_1
"Saya pilih gelang itu saja!" ujar Alex pada penjaga perhiasan tersebut.
Penjaga toko perhiasan tersenyum tipis, atas pilihan Alex yang memilih gelang tangan yang begitu harga yang begitu fantastis.
"Gelang nya mau di bungkus atau di pakai langsung tuan?" tanya penjaga perhiasan kepada Alex yang tampak sedang memperhatikan Aldari tersebut.
Alex yang mendengar suara dari penjaga toko perhiasan yang memanggil dirinya pun langsung menoleh ke arah dimana penjaga toko perhiasan itu menatap dirinya tersebut.
"Di pakai saja langsung!" Seru Alex sambil meminta gelang tangan mungil tersebut pada penjaga toko perhiasan tersebut.
Setelah menerima gelang tangan dari penjaga toko perhiasan tersebut, Alex langsung memutar kursi yang iya duduki menghadap ke arah dimana Aldari sedang berdiri di samping dirinya.
Aldari terkejut tiba-tiba saja Alex langsung meraih tangan nya tersebut.
"Tuan, ujar Aldari ketika tangan nya di pasang gelang oleh Alex pada dirinya tersebut.
Tanpa peduli dengan orang di sekitarnya, Alex langsung mengancam Aldari yang sedang bingung karena dirinya di pasang gelang oleh Alex tersebut.
"Jika sampai hilang gelang ini!" atau kau berani menjual nya, kau akan tahu akibatnya nanti!" tekan Alex tiap-tiap kata nya tersebut.
Aldari yang mendengar ancaman dari Alex hanya bisa diam, dirinya saat ini sangat malu atas ancaman yang Alex lontarkan pada dirinya tersebut.
Aldari bisa mendengar bisikan-bisikan dari penjaga toko perhiasan tersebut.
"Enak yah jadi gadis itu!" di belikan gelang yang harganya begitu mahal, ujar salah satu penjaga toko perhiasan tersebut kepada teman nya.
"Apa...enak!" batin Aldari yang mendengar ucapan salah satu penjaga toko perhiasan tersebut.
"Yang ada hutang-hutang ku makin bertambah, gumam Aldari dalam hati nya tersebut.
Selesai Alex memasangkan gelang di tangan mungil Aldari, Alex pun meminta pada sang Sekretaris nya Jastin pesanan yang dirinya pesan beberapa hari yang lalu.
"Jastin!" seru Alex
Jastin yang mendengar namanya di panggil oleh CEO nya pun langsung mendekat ke arah dimana Alex sedang duduk.
__ADS_1
"lya tuan!" jawab Jastin setelah sampai di samping CEO nya tersebut.
"Sekalian kau minta pesanan yang aku pesan untuk gadis nakal itu, ujar Alex sambil melirik ke arah dimana Aldari sedang menatap dirinya tersebut.
"Baik tuan, jawab Jastin pada sang CEO nya tersebut.
Jastin pun langsung memanggil penjaga toko perhiasan tersebut.
"Kalian bawa sekarang pesanan itu kesini!"
Jastin langsung meminta pada penjaga toko perhiasan tersebut untuk membawakan perhiasan yang di pesan khusus untuk Aldari tersebut, bahkan perhiasan yang Alex pesan hanya Aldari saja yang memiliki perhiasan tersebut.
Bahkan Alex sampai memerintahkan kepada sang sekretaris nya Jastin, agar penjaga toko perhiasan tersebut tak membuat perhiasan yang sama dengan Aldari.
Lima menit menunggu, tampak penjaga toko perhiasan mendorong sebuah meja kecil ke arah dimana Alex sedang duduk.
"Tuan ini pesanan anda!" seru penjaga toko perhiasan tersebut.
Alex yang mendengar ucapan dari penjaga toko perhiasan tersebut pun langsung menoleh di mana sebuah meja kecil yang berada di hadapan penjaga toko perhiasan tersebut.
Alex langsung bangkit dari duduknya untuk mengambil perhiasan yang dirinya pesan hanya khusus untuk Aldari.
Setelah Alex sampai di depan perhiasan tersebut, penjaga toko perhiasan itupun langsung membuka kain penutup perhiasan tersebut.
Aldari yang melihat apa isi di atas meja kecil itu pun dibuat mengganga lebar, bahkan air liur Aldari hampir menetes melihat apa yang ada di atas meja tersebut.
"Wow!" indah sekali, batin Aldari melihat perhiasan yang berkilau tersebut.
"Tuan Alex benar-benar kaya, sekarang tuan Alex membeli perhiasan berkilau itu!" gumam Aldari mengangga melihat perhiasan tersebut.
"Kenapa tuan Alex tak mengikhlaskan saja hutang-hutang ku padanya, batin Aldari sambil melihat ke arah Alex yang sedang menuju ke arah dirinya tersebut.
Aldari yang tak fokus karena memikirkan uang Alex yang begitu banyak, bahkan dirinya tak sadar jika Alex sedang melangkah kan kakinya menuju dirinya tersebut.
Aldari tak akan pernah tahu, jika perhiasan yang Alex pesankan khusus untuk dirinya tersebut telah terdapat alat yang bisa mengetahui ke mana Aldari pergi. Dan Alex tak akan mengambil resiko jika suatu saat Aldari pergi dari mansion nya tersebut.
__ADS_1
"Tuan!"
Bersambung