
Alex yang merasakan sesuatu yang kenyal di tubuh mungil Aldari pun langsung membulat kan matanya karena merasakan benda yang begitu nyaman bila dirinya sentuh.
"Hah, gadis ini benar-benar harus-" Alex tak melanjutkan ucapannya karena dirinya merasakan benda kenyal itu semakin nyaman ketika Alex menekan tangannya pada benda kenyal tersebut.
Alex yang sedang menindih tubuh mungil Aldari pun langsung melihat wajah Aldari dengan lekat.
"Cantik" batin Alex melihat Aldari yang sedang di bawah tubuhnya tersebut.
"Tuan, ujar Aldari dengan suara gugupnya lantaran melihat Alex yang tak berkedip melihat ke arah dimana baju Aldari yang tersingkap sedikit tersebut.
Alex yang mendengar suara Aldari langsung tersadar jika dirinya sedang berada di atas tubuh mungil Aldari tersebut.
Alex langsung bangkit dari tubuh mungil Aldari tersebut dan langsung merapikan pakaian nya yang sedikit berantakan karena dirinya sehabis menindih tubuh mungil Aldari tersebut.
"Kau memang benar-benar sengaja ingin menggoda diriku bukan!" tanya Alex pada Aldari yang sedang duduk di atas ranjang merapikan pakaian nya tersebut.
Aldari yang mendengar ucapan dari Alex seketika dirinya langsung menoleh ke arah dimana Alex sedang menatap dirinya dengan intens.
"Huh, dirinya memang benar-benar suka sekali mencari kesalahan diriku!" batin Aldari sambil melihat ke arah dimana Alex sedang berdiri tak jauh dari tempat ranjang milik nya tersebut.
__ADS_1
"Apa yang kau tunggu lagi, cepat lah kau bersiap-siap sebentar lagi akan segera pergi!" suara ketus Alex menyuruh Aldari untuk bersiap-siap untuk berangkat ke tempat acara yang akan Alex adakan tersebut.
Aldari yang tak mau mendapatkan ocehan dari Alex, seketika dirinya langsung bangkit dari ranjang milik nya tersebut dan langsung menuju ke tempat ruangan ganti pakaian untuk mengambil baju ganti untuk dirinya tersebut.
Alex yang melihat Aldari pergi ke ruang ganti, seketika dirinya langsung menghela nafas panjang. Hampir saja dirinya khilaf pada anak gadis orang!" untung saja. Batin Alex sambil duduk di kursi yang ada di dalam kamar pribadi milik Aldari tersebut.
Sambil menunggu Aldari bersiap-siap, Alex meronggo Handphone di saku jasnya untuk mengirimkan Messenger pada sang sekretaris nya Jastin tersebut.
Messenger
Alex
Jastin yang mendengar handphone nya bergetar di dalam saku jasnya pun langsung mengambil handphone miliknya tersebut.
Dan Jastin langsung menggeser layar handphone miliknya untuk melihat siapa yang telah mengirimkan Messenger pada dirinya tersebut.
Messenger dari CEO Alex.
Jastin kau siapkan mobil, beberapa menit lagi kita akan berangkat ke tempat acara. Tulis Alex pada sang sekretaris nya Jastin tersebut
__ADS_1
Jastin yang membaca Messenger dari CEO nya tersebut pun langsung membalas messenger dari CEO nya tersebut.
"Baik tuan!" balas Jastin dengan padat dan jelas pada CEO nya tersebut.
Alex kembali fokus menggeser layar handphone nya untuk melihat barang yang telah dirinya pesan. Pada seseorang pengusaha yang cukup sukses di kota X tersebut, untuk membuatkan barang yang tak akan pernah bisa Aldari lupakan seumur hidup Aldari tentunya.
Alex yang mendengar langkah kaki seseorang pun langsung berhenti menggeser layar handphone miliknya nya tersebut.
Dan Alex langsung menoleh ke arah dimana Aldari sedang berjalan menuju ke arah meja rias sambil membuka ikatan rambut panjang milik nya tersebut.
Aldari yang tak sadar jika Alex berada di dalam kamar pribadi milik nya pun langsung bergumam dengan suara yang lumayan besar sehingga Alex bisa mendengar gumaman Aldari tersebut.
"Tak terasa, beberapa jam lagi diriku. Dua puluh satu tahun!" gumam Aldari sambil menyisir rambut hitam panjang milik nya tersebut.
"Ibu... Ayah!" Aldari rindu sama kalian berdua.Tampak mata Aldari berkaca-kaca mengingat tentang kedua orang tuanya tersebut.
"Kenapa kalian begitu cepat meninggalkan Aldari sendirian"! dan akhirnya jatuh air mata yang Aldari sempat tahan tersebut.
Bersambung
__ADS_1