
Mobil yang Alex tumpangi maupun Aldari dan sang sekretaris nya Jastin yang akan mengantarkan mereka ke MALL pun kini mulai melewati jalan ibu kota yang terbilang cukup padat. Karena jam istirahat beberapa menit lagi akan segera selesai, Jastin yang merasa sedikit bosan di dalam mobil yang hanya ada keheningan pun berinisiatif untuk menyetel sebuah lagu.
Alex yang mendengar lagu yang di setel oleh sang sekretaris nya pun dibuat kesal setengah mati. Bisa-bisanya sekretaris nya itu menyetel sebuah lagu yang berhubungan dengan kata-kata "aku bosan hidup sendiri"
"Jastin kau sudah bosan hidup yah...rupanya!" suara yang begitu nyaring terdengar di telinga Aldari maupun Jastin yang mendengar ucapan Alex barusan.
Jastin maupun Aldari langsung mengelus dada mereka masing-masing karena terkejut mendengar suara lengkingan dari Alex yang tiba-tiba saja mengeluarkan suara keras milik nya di dalam mobil tersebut. "Jastin lagu apa yang kau setel di dalam mobil ku ini, kesal Alex pada sang sekretaris nya tersebut.
Aldari pun langsung menoleh di mana Alex sedang duduk, dan Jastin juga melakukan hal yang sama yang dilakukan Aldari tersebut langsung melirik CEO nya tersebut melalui kaca spion mobil tersebut.
"Apa tidak ada lagu selain yang kau setel itu!" tanya Alex dengan tatapan tajam milik nya melihat sang sekretaris nya melalui kaca spion mobil tersebut. Tanpa menunggu basa-basi Jastin langsung menekan tombol power untuk menganti lagu tersebut.
__ADS_1
"Huh, ternyata dia merasa kalau sudah bosan hidup sendiri. Gumam Jastin dalam hati nya tersebut sambil melirik ke arah CEO melalui kaca spion mobil Alex tersebut. Tampak jelas oleh Jastin CEO nya itu lagi kesal terhadap dirinya yang menyetel lagu tersebut.
"Kau mengemudi yang benar Jastin, ujar Alex dengan suara dingin nya tersebut. Jastin yang mendengar suara dingin CEO nya pun langsung memutuskan pandangan nya melalui kaca spion mobil tersebut.
Alex yang tahu Aldari sedang memperhatikan dirinya pun langsung menoleh di mana Aldari sedang duduk tak jauh dari nya tersebut. Aldari yang ditatap oleh Alex seketika dirinya langsung memutuskan pandangan nya dari Alex tersebut.
"Kenapa kau melihat ku seperti itu?" tanya Alex pada Aldari yang tak lagi berani menatap dirinya tersebut. Aldari yang mendengar pertanyaan dari Alex seketika dirinya langsung menoleh di mana Alex sedang menatap dirinya dengan intens.
"T-tidak ada apa-apa tuan, ujar Aldari sambil menundukkan kepalanya karena tak berani menatap wajah Alex tersebut.
Alex yang tadinya asyik mengoceh terhadap sang sekretaris nya tersebut pun tak terasa mobil yang Alex tumpangi sudah sampai di salah pusat perbelanjaan terbesar di kota X tersebut.
__ADS_1
"Tuan kita sudah sampai" ujar Jastin sambil memarkirkan mobil milik CEO nya tersebut. Alex yang tadinya ingin melanjutkan ocehan yang tak jelas terhadap sang sekretaris nya pun langsung terdiam seketika mendengar ucapan dari sang sekretaris nya tersebut.
Alex langsung menoleh ke arah luar jendela mobilnya tersebut. Setelah mendengar ucapan dari sang sekretaris nya tersebut, ternyata memang benar mereka sudah sampai ke tempat tujuan mereka tersebut.
Tak menunggu lama, sang sekretaris Jastin langsung membukakan pintu mobil untuk CEO nya tersebut. Setelah Jastin membukakan pintu mobil untuk CEO nya dirinya pun langsung memutari mobil untuk membukakan pintu mobil untuk Aldari.
Setelah Alex ke luar mobil, terdengar suara para kaum hawa menjerit histeris melihat siapa yang datang ke pusat perbelanjaan di kota X tersebut. "Wah tumben-tumben sang tuan muda Alex itu mau ke tempat seperti ini!" seperti itu lah sahut-sahutan yang terdengar ketika Sang pengusaha muda tersebut ke pusat perbelanjaan di kota X tersebut.
Aldari yang memang tak pernah pergi ke pusat perbelanjaan yang terbesar di kota X tersebut pun langsung takjub melihat tempat di mana dirinya berada sekarang. "Wah besar sekali tempat ini, gumam Aldari dalam hati sambil melirik ke arah kiri dan kanan nya tersebut. "Pasti di sini barang-barang nya mahal semua, ujar Aldari sambil melihat di sekitarnya tersebut.
Alex yang melihat Aldari begitu takjub melihat pusat perbelanjaan itu pun langsung mendengus kesal. "Dasar kampungan" gumam Alex bicara, tapi masih bisa di dengar dengan jelas oleh Aldari tersebut.
__ADS_1
"Huh, memalukan saja" ujar Alex sambil melangkah kan kakinya menuju pintu utama pusat perbelanjaan tersebut.
Bersambung