Menjadi Pembantu Tuan Muda Arogan

Menjadi Pembantu Tuan Muda Arogan
135. Menjadi pembantu tuan muda arogan


__ADS_3

Setelah kepergian para sahabat-sahabatnya dari ruangan kerja miliknya, Alex langsung menatap garang melihat Aldari yang masih belum selesai juga hanya memakan satu kotak nasi yang di pesankan oleh sang sekretaris nya tadi. Benar-benar! makan satu kotak nasi saja berjam-jam ... omel Alex menatap Aldari yang masih saja santai menikmati makanan itu. Mungkin makanan itu terlalu enak, jadi Aldari nya jadi tidak tega menghabiskan makanan itu secepatnya. Hehehehe. Belum juga satu jam! ... Aldari memulai makan! Akan tetapi bagi Alex berasa sudah satu jam.


"Dasar," suka tebar pesona ... suka sekali menggoda para laki-laki! maki Alex dengan kesal lantaran melihat tingkah Aldari yang suka tebar pesona sama laki-laki ... terutama sahabatnya sendiri dan lebih parahnya lagi terang-terangan di depan matanya sendiri. Huh ... sungguh menyebalkan sekali gadis nakal ini! ingin sekali Alex melakban muka Aldari agar tidak bisa tebar pesona seperti tadi. Huh ... memang benar-benar menyenangkan sekali gadis nakal ini.


"Kau ..." cepatlah habiskan makanan yang tak seberapa itu! sebentar lagi kita akan pulang ke mansion!" kata Alex sambil memainkan benda pipih yang ada di genggaman tangannya. Tanpa melihat ke arah Aldari yang sedang menyantap makanan nya itu.


Aldari yang mendengarkan penuturan Alex yang sedang duduk di samping dirinya saat ini pun langsung menoleh sekilas ke arah Alex yang sedang sibuk dengan benda pipih itu. Dan setelah itu Aldari kembali melanjutkan makannya.


Sementara Alex yang masih setia menunggu Aldari untuk menghabiskan makanannya, lain halnya yang terjadi di lobi perusahaan milik Alex saat ini.


Di lobi perusahaan Alex,


Apa yang dikatakan oleh Alex terhadap sahabat-sahabatnya tadi ... rupanya tidak hanya berupa bualan saja! terbukti saat ini lobi sudah beberapa orang yang menunggu kedatangan rekan bisnis CEO perusahaan sekaligus sahabat-sahabat CEO mereka.


Jastin yang di perintahkan oleh CEO nya untuk mengantarkan sahabat-sahabat CEO nya, tampak Jastin melirik ke lobi perusahaan saat ini yang telah beberapa orang yang dirinya perintahkan beberapa menit yang lalu untuk menyiapkan yang di pinta oleh sang CEO nya.


Dua wanita yang telah Jastin beri perintah tadi, kini tampak menghampiri dirinya dan juga sahabat CEO nya. Tuan ... ini minum yang tuan pesan tadi! kata salah satu wanita yang menghampiri para laki-laki tampan yang baru saja mengunjungi CEO mereka.


Sontak membuat lima laki-laki tampan itu menoleh ke arah sumber suara di mana dua wanita yang sedang memegang satu buah nampan berisi lima minuman untuk mereka yang telah di janjikan oleh sang pemilik perusahaan itu.


"Dia benar-benar menyiapkan minuman untuk kita! ... dasar sahabat tak punya perasaan, yang benar saja! masak kita-kita ini di suruh-suruh memang minuman-minuman seperti ini!" omel Rey melihat satu persatu wajah sahabatnya yang tampak kesal sekali atas perbuatan sahabatnya yang satu itu. Sungguh tak berperasaan gerutu Rey.


"Silahkan tuan ... minumannya di ambil dan di nikmati!" imbuh Jastin dengan rama dan tersenyum manis mempersilahkan sahabat-sahabat CEO nya untuk menikmati minuman yang telah di siapkan tersebut.


Rey langsung menatap sewot ke arah dimana sekretaris sang sahabatnya itu berdiri, tak atasan tak sekretaris nya ... sama-sama menyebalkan sekali. Gerutu Rey sambil mengambil minuman tersebut.

__ADS_1


Dan di susul yang lain nya untuk mengambil minuman yang telah di siapkan oleh sang sahabatnya yang tak pundak perasaan sama sekali.


"Kau," Rey menatap sewot ke arah dimana Jastin sedang berdiri ... enyah lah dari tempat ini!" usir Rey pada sang sekretaris sahabatnya itu.


Tak mau berlama-lama berurusan dengan para sahabat-sahabat CEO nya, Jastin pamit untuk undur diri dari hadapan mereka yang tampak sekali sedang kesal terhadap CEO nya ... tapi yang terkena imbasnya adalah dirinya. Huh ... sungguh menyusahkan berurusan dengan mereka semua, batin Jastin sambil tersenyum simpul.


"Kalau begitu saya permisi terlebih dahulu tuan!" kata Jastin sambil membungkuk memberikan hormat kepada para lima laki-laki tampan itu.


"Pergilah! jawab lima laki-laki tampan itu dengan sedikit kesal.


Jastin pun langsung berlalu dari hadapan lima laki-laki tampan itu, dan Jastin langsung menuju lift khusus CEO.


Kepergian Jastin, lima laki-laki tampan itu langsung menoleh pada dua wanita yang membawa nampan berisi lima minuman untuk mereka tadi. Kau! ... ambillah minuman ini! kami sudah selesai meminumnya!" ujar wira pada kedua wanita itu.


Tok ... tok,


Masuk,


Setelah mendapatkan izin dari sang pemilik, Jastin membuka handel pintu ruangan kerja CEO nya tersebut.


"Apa mereka sudah pulang?


Belum sempat Jastin menutup pintu ruangan itu, terdengar suara Alex menanyakan keberadaan sahabat-sahabat yang beberapa menit yang lalu berkunjung ke perusahaan miliknya ini.


"Sudah," tuan!" sahut Jastin dengan sopan sambil melirik sekilas ke arah dimana Aldari sedang duduk.

__ADS_1


"Jastin ... sebelum pulang ke mansion, kau hubungi desainer yang terkenal di kota ini! dan kau suruh mereka untuk datang ke mansion!" perintah Alex memberikan tugas untuk sang sekretaris nya yang serba bisa itu ... dalam segala hal apapun. Sungguh Jastin benar-benar tak bisa di ragukan lagi.


"Baik tuan ... akan saya laksanakan!" jawab Jastin dengan suara tegas khas miliknya itu.


Tak berselang lama, Aldari sudah selesai memakan makanannya ... dan kini Aldari tampak membersihkan tempat dirinya makanan tadi.


Melihat Aldari yang sudah selesai makan, Alex bangkit dari duduknya dan mengambil jas yang berada di sandaran kursi kerjanya nya itu.


Alex melangkah menuju pintu keluar tanpa memperdulikan Aldari yang sedang tampak ketar ketir melihat Alex menuju pintu keluar ruangan itu.


"Apa dia pulang? bagaimana ini! İni saja belum selesai di bersihkan! batin Aldari melihat Alex yang mulai menjauh dari ruangan itu.


Aldari tampak sekali wajah nya sedang panik, karena dirinya tinggal sendirian di ruangan kerja milik Alex itu. Tanpa berlama-lama Aldari langsung meninggalkan ruangan itu tanpa membersihkan tempat dirinya makan tadi ... karena takut tidak bisa keluar dari ruangan itu karena dirinya tak tahu jalan keluar dari ruangan itu.


Tampak Aldari menoleh kiri kanan untuk mencari keberadaan Alex dan juga sekretaris Jastin. Huh, itu mereka! gumam Aldari sambil mempercepat langkah kaki nya untuk menyusul Alex dan juga Jastin yang sedang menunggu pintu lift terbuka.


Aldari yang kurang fokus karena takut di tinggalkan di lantai atas itu dan tak tahu di mana jalan keluar, sehingga tak memperhatikan langkah kaki nya dan tak berselang lama terdengar suara yang begitu nyaring.


Bugh,


Aw, terdengar suara ringisan Aldari mengelus lututnya.


"DASAR BODOH!".


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2