Menjadi Pembantu Tuan Muda Arogan

Menjadi Pembantu Tuan Muda Arogan
138. Menjadi Pembantu Tuan Muda Arogan


__ADS_3

Menyadari apa yang dirinya telah lakukan terhadap laki-laki yang sedang memanggku dirinya saat ini, Aldari langsung menelan salivanya dengan susah payah karena dirinya benar-benar keceplosan meneriaki laki-laki itu yang tiba-tiba saja menarik pergelangan tangan mungil sehingga dirinya jatuh di atas pangkuan laki-laki yang sedang menatap dirinya dengan tatapan tajam.


"Rupanya gadis nakal ini sudah berani yah! hm," sentak Alex yang berpura-pura emosi dan menaikkan satu oktaf suara nya sambil menyelipkan rambut panjang nan lembut yang sedikit mengganggu mata nya ketika melihat kepanikan di wajah cantik itu. Sungguh wajah itu sangat mengemaskan. Gumam Alex sambil menahan tawa nya agar tidak meledak.


Aldari yang takut akan mendapatkan omelan dan juga caci maki yang akan keluar dari mulut pedas laki-laki yang sedang memanggku dirinya saat ini seketika dirinya langsung menatap manik mata berwarna biru nan indah itu. Dan saat itupun tatapan mereka berdua langsung terkunci untuk beberapa detik.


Cup


Tak tahan melihat wajah yang begitu mengemaskan Alex langsung mendaratkan satu kecupan lembut di bibir tipis itu. Alex hanya menempelkan bibirnya saja tak ******* bibir merah delima nan lembut itu.


Aldari yang mendapatkan kecupan singkat itu langsung melebarkan matanya dan seketika dirinya langsung menundukkan kepalanya karena dirinya benar-benar terkejut atas perlakuan Alex pada dirinya.


"Maaf tuan," ujar Aldari sambil *******-***** ujung baju yang dirinya kenakan itu. Sungguh dirinya benar-benar

__ADS_1


Siapa yang salah siapa pula yang meminta maaf, aneh sekali bukan.


"Kau bicara dengan siapa?" dengan diriku atau kaki ku?" tanya Alex dengan kesal lantaran gadis itu bicara tidak menatap dirinya sama sekali. Sungguh berani sekali gadis ini! selama ini tidak ada yang berani bicara tanpa menatap dirinya, gadis yang sedang duduk di atas pangkuannya inilah yang berani bicara tanpa menatap dirinya. lngin sekali rasanya aku mengigit bibir tipis itu. gumam Alex sambil menunggu gadis itu menatap dirinya.


Mendengar ucapan yang keluar dari bibir sexy Laki-laki yang sedang memanggku dirinya sontak membuat Aldari langsung mendongak menatap mata tajam yang melihat dirinya saat ini.


"Maaf!!"


Ungkap Aldari dengan suara gugup melihat tatapan tajam yang sedang menatap dirinya tanpa berkedip.


"Ehem ... ehem," Alex berdehem sebelum dirinya bicara terhadap gadis yang masih duduk di atas pangkuan nya yang sedikit tidak nyaman saat ini.


"Apa kau tidak ingin meminta sesuatu pada diriku?" tanya Alex dengan wajah angkuh nya dengan menaikkan dagu nya bicara sangat jelas sekali betapa arogan dan sombong nya dirinya.

__ADS_1


Aldari yang mendengar ucapan yang keluar dari bibir Alex refleks dirinya langsung dengan cepat menganggukkan kepalanya tanpa berpikir panjang, dan hal itu tak luput dari pengawasan Alex yang sedari tadi memperhatikan gadis itu dengan intens.


"T-tuan! saya ..." belum sempat Aldari meneruskan ucapannya, Alex langsung memotong ucapan nya.


"Katakan saja," ungkap Alex dengan suara datar miliknya.


"Handphone!!"


Setelah mengatakan apa yang dirinya inginkan, secepat kilat Aldari langsung menundukkan kepalanya karena jujur saja dirinya saat ini benar-benar tak berani menatap wajah Alex ketika dirinya mengutarakan apa yang dirinya inginkan saat ini. Dan sangat di sayangkan jika dirinya menolak penawaran emas dari laki-laki itu.


"Hanya itu," sahut Alex ketika dirinya mendengar kan keinginan gadis itu hanyalah sebuah handphone.


"apa dia ingin mengerjai diriku saja," gumam Aldari dalam hati jujur saja dirinya saat ini benar-benar cemas, kalau benar-benar Alex hanya ingin mengerjai dirinya saja.

__ADS_1


"Kenapa diam?" jawab saja," desak Alex ketika dirinya tak sabar ingin mendengar jawaban gadis itu.


Bersambung


__ADS_2