Menjadi Pembantu Tuan Muda Arogan

Menjadi Pembantu Tuan Muda Arogan
113. Menjadi pembantu tuan muda arogan


__ADS_3

Beberapa menit menempuh perjalanan menuju ke mansion ke dua, Aldari, Alex, dan sekretaris Jastin mereka pun sampai di depan halaman mansion milik Alex yang ke dua.


Jastin langsung turun dari dalam mobil untuk membukakan pintu untuk CEO nya agar bisa membawa tubuh mungil Aldari ke dalam mansion.


Para pelayan yang melihat kedatangan tuan muda nya saat ini pun langsung melangkah untuk menyambut kepulangan tuan muda nya ke mansion kedua ini.


"Selamat datang tuan!" kata para pelayan menyambut kedatangan tuan muda nya.


Tanpa menjawab sapaan dari para pelayan mansion miliknya, Alex langsung menyuruh para pelayan mansion untuk menyiapkan kamar utama untuk Aldari tempati saat ini.


"Kalian semua segeralah siapkan kamar utama untuk gadis ini!" perintah Alex sambil membawa tubuh mungil Aldari ke lantai atas.


Para pelayan yang mendengar perintah dari tuan muda nya pun langsung melangkahkan kaki mereka untuk menuju ke kamar utama, sebelum tuan muda nya membawa Aldari pindah ke kamar utama yang ada di lantai dua.


Sebelum kamar utama di siapkan, Alex membawa tubuh mungil Aldari ke kamar lantai yang berada di lantai yang mama dengan kamar utama.


Sesampainya Alex di dalam kamar, Alex langsung meletakkan tubuh mungil Aldari di sofa yang ada dalam kamar itu.


"Kau istirahat lah dulu di sisi sebentar sampai kamar utama disiapkan oleh para pelayan!" kata Alex sambil melangkahkan kakinya untuk menghidupkan AC kamar itu.


Aldari yang mendengar ucapan dari Alex, dirinya hanya bisa melirik sekilas ke arah dimana Alex berjalan menuju meja di dalam kamar itu untuk mengambil remote AC.


"Huh, kenapa bisa jadi seperti ini!" batin Aldari sambil memijit kepala kerena sampai saat ini Aldari masih saja merasakan kepalanya yang terasa sakit.


Alex yang melihat Aldari saat ini yang masih saja memegang kepalanya, Alex langsung merogoh saku celananya untuk mengambil handphone miliknya untuk menghubungi sang sekretaris Jastin.


Drrtt...drrtt...drrtt

__ADS_1


Jastin yang mendengar suara handphone miliknya yang bergetar, Jastin pun segera mengambil handphone miliknya di dalam saku celananya untuk mengangkat panggilan telepon dari orang yang menghubungi dirinya saat ini.


Tanpa menunggu, Jastin langsung mengangkat panggilan telepon dari CEO nya.


"Halo tuan!" ujar Jastin ketika dirinya telah menggeser layar hijau di handphone miliknya.


Tanpa basa-basi Alex langsung menyuruh sang sekretaris Jastin untuk membeli obat untuk Aldari saat ini yang tak berhenti memegang kepalanya.


"Jastin kau pergilah ke luar sebentar untuk membeli obat sakit kepala untuk gadis itu!" perintah Alex kepada sang sekretaris Jastin melalui sambungan telepon saat ini.


"Baik tuan!" jawab Jastin menerima perintah dari CEO nya untuk membeli obat untuk Aldari.


Tut...tut...tut


Setelah Alex menelepon sang sekretaris Jastin, Alex langsung mematikan sambungan telepon dirinya dengan sang sekretaris Jastin.


"Apa masih sakit?" tanya Alex sambil duduk di samping tubuhnya Aldari saat ini yang sedang memejamkan matanya.


Aldari yang mendengar ucapan dari Alex, Aldari hanya bergumam saja yang masih bisa di dengar dengan jelas oleh Alex saat ini.


Tok...tok...tok


Tak lama menunggu para pelayan mansion untuk menyiapkan kamar utama untuk Aldari, terdengar suara pintu di ketuk dari luar oleh seseorang.


Alex yang mendengar suara pintu di ketuk dari luar saat ini pun langsung menyuruh seseorang yang berada di luar kamar itu untuk masuk.


"Masuk!" perintah Alex menyuruh seseorang yang telah mengetuk pintu kamar itu.

__ADS_1


Ceklek


Terdengar suara handle pintu di buka dari luar oleh seseorang.


Tampak pelayan mansion yang sedang berdiri di depan pintu kamar yang Alex berada dengan Aldari saat ini.


"Maaf menganggu tuan, kamar utama sudah selesai!" kata pelayan yang sedang berdiri di hadapan tuan muda nya saat ini.


"Tanpa menjawab ucapan dari pelayan mansion miliknya, Alex langsung menyuruh pelayan itu untuk pergi.


"Kau boleh keluar!" perintah Alex kepada pelayan mansion miliknya.


"Baik tuan!" kata pelayan ketika dirinya di suruh pergi oleh tuan muda nya saat ini.


Setelah kepergian pelayan mansion miliknya, Alex pun menoleh ke arah dimana Aldari sedang duduk.


Tanpa menunggu Aldari membuka matanya, Alex langsung mengangkat tubuh mungil Aldari untuk pindah ke kamar utama yang telah di siapkan oleh para pelayan mansion miliknya saat ini.


Aldari yang merasakan tubuh mungil nya terasa seperti melayang di udara, seketika Aldari langsung membuka matanya.


"T-tuan!" kata Aldari yang sedang beradu tatap dengan Alex saat ini.


"Kau lebih baik diam saja!" kata Alex memutuskan tatapan matanya dengan Aldari saat ini.


"Mudah-mudahan saja di mansion ini diriku bisa bebas!" batin Aldari sambil mengeratkan pegangannya di leher Alex yang sedang membawa tubuh mungil saat ini.


"Jangan harap"

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2