
Aldari yang sudah lelah akan pikirannya yang sampai saat ini dirinya belum juga mendapatkan jawaban akan hal yang terjadi pada dirinya saat ini pun pasrah mengikuti apa yang di suruh oleh sang sekretaris Jastin tersebut.
Tanpa basa-basi dan bertanya lagi, Aldari langsung mengikuti langkah kaki seseorang wanita paruh baya yang membawa dirinya tersebut.
Setelah sang sekretaris Jastin mengantarkan Aldari ke ruangan yang akan membantu Aldari untuk berias, Jastin langsung meninggalkan Aldari dan para anggota MUA di ruangan yang telah Alex siapkan khusus untuk Aldari tersebut.
Tanpa merasa curiga akan sikap Aldari tersebut, Jastin langsung membuka handle pintu ruangan dimana Aldari akan merias dirinya tersebut.
Jastin langsung melangkah kan kakinya menuju di mana sang CEO nya berada.
Terdengar suara langkah kaki Jastin ke luar dari ruangan di mana Aldari berada.
Tap...tap...tap
langkah kaki Jastin menuju ke tempat CEO nya tersebut.
Alex yang mendengar suara kaki seseorang yang sedang mendekati ke arah dirinya tersebut pun langsung menoleh ke arah sumber suara tersebut.
Alex yang melihat kedatangan sang sekretaris Jastin tersebut pun langsung menoleh ke arah dimana sang sekretaris Jastin sedang menuju ke arah dimana dirinya sedang duduk di kursi ruangan tersebut.
Alex yang melihat sang sekretaris Jastin telah berdiri di samping dirinya tersebut pun langsung menoleh ke arah dimana Jastin berada.
"Apa gadis itu sudah bersiap-siap?" tanya Alex pada sang sekretaris Jastin tersebut.
Jastin yang mendengar pertanyaan dari CEO nya tersebut pun langsung mengangguk kan kepalanya menjawab pertanyaan dari CEO nya tersebut.
"Nona Aldari sedang bersiap-siap tuan!" Jawab Jastin pada sang CEO nya tersebut.
Alex yang mendengar jawaban dari sang sekretaris Jastin tersebut pun hanya berdehem untuk menanggapi jawaban dari sang sekretaris Jastin tersebut.
"Hem"
Setelah mengetahui Aldari sedang bersiap-siap, Alex pun langsung mengambil handphone miliknya di dalam saku jasnya nya tersebut untuk mengirim chat di grup para anggota teman-teman nya tersebut.
Grup chat
Alex
Kalian yang pada kepo-kepo terhadap diriku datanglah ke jalan Mawar Indah.
Tulis Alex untuk para teman-teman nya yang kepo terhadap dirinya tersebut.
Tanpa basa-basi Alex langsung menyuruh teman-teman nya datang ke tempat acara yang dirinya adakan tersebut.
Sontak ke lima teman-teman Alex yang mendengar getaran handphone langsung meraih handphone miliknya masing-masing di atas meja kerja mereka tesebut.
Karena posisi mereka saat ini memang sedang di perusahaan masing-masing.
Teman-teman Alex yang membaca chat yang dikirim oleh Alex pun langsung berdecak kesal lantaran mereka hanya disuruh datang ke tempat yang Alex kirim alamat saja, dan tidak menyebutkan ada apa di jalan Mawar Indah tersebut.
__ADS_1
Kelima teman-teman Alex dengan serempak membalas chat dari Alex tersebut. Dengan memberi emot yang akan membuat Alex berdecak kesal terhadap teman-teman nya tersebut.
"Menyebalkan" 🙄.
Alex yang mendengar dering handphone miliknya tersebut pun langsung melihat balasan chat dari teman-temannya tersebut.
Alex yang melihat teman-teman dengan kompak mengirimkan balasan chat terhadap dirinya tersebut pun mendengus kesal lalu Alex langsung membalas chat dari teman-temannya tersebut
😡. Balas Alex kepada teman-teman nya tersebut.
Setelah Alex mengirimkan pesan kepada teman-teman nya, Alex lagi menoleh ke arah dimana sang sekretaris Jastin berdiri.
"Jastin," panggil Alex kepada sang sekretaris Jastin yang sedang berdiri di samping dirinya tersebut.
Jastin yang mendengar suara Alex yang sedang memangil dirinya tersebut pun langsung menoleh ke arah dimana Alex sedang duduk.
"lya tuan!" jawab Jastin menoleh ke arah Alex tersebut.
"Apa Mommy masih mencari tahu soal gadis yang aku bawa ke mansion?" tanya Alex pada sang sekretaris Jastin tersebut.
Jastin yang mendengar pertanyaan dari sang CEO nya tersebut pun langsung mengangguk kan kepalanya saja. Bahwa nyonya besar tersebut memang mencari tahu siapa gadis yang telah di bawa oleh Alex ke mansion.
"Laporan yang saya dapatkan dari orang suruhan saya, nyonya besar sedang mencari informasi tentang nona Aldari!" ujar Jastin pada CEO nya tersebut.
"Kau cari tahu siapa mata-mata mommy di mansion!" perintah Alex pada sang sekretaris Jastin tersebut.
Jastin yang mendengar perintah dari CEO nya pun langsung menganggukkan kepalanya menerima perintah dari Alex tersebut.
Setelah Alex menanyakan tentang nyonya besar kepada sang sekretaris Jastin, Alex pun langsung bangkit dari duduknya tersebut.
Alex langsung melangkah kan kakinya menuju ke ruangan tempat dirinya untuk Siap-siap. Karena beberapa jam lagi acara ulang tahun Aldari akan segera di mulai.
Jastin pun langsung mengikuti langkah kaki sang CEO nya tersebut untuk menuju ke ruangan yang telah di siapkan untuk membantu Alex bersiap-siap.
Sementara itu di ruangan lain, Aldari begitu bingung melihat para anggota MUA mulai menyentuh rambut hitam panjang milik Aldari tersebut.
Refleks Aldari langsung bangkit dari duduknya tersebut.
Para anggota MUA yang mulai melakukan pekerjaan mereka pun terkejut melihat Aldari yang tiba-tiba saja berdiri dari tempat duduknya tersebut.
"Nona!" seru salah satu anggota MUA memanggil Aldari tersebut.
"Kalian semua mau apa terhadap diriku?" tanya Aldari menatap satu persatu wajah MUA yang sedang menatap dirinya tersebut.
Kepala MUA yang melihat Aldari tampak panik ketika para anggota MUA yang dirinya perintahkan untuk merias wajah Aldari dan membantu Aldari untuk bersiap-siap pun langsung menghampiri meja rias tersebut untuk menenangkan Aldari yang sedang panik dirinya di sentuh para wanita yang belum dirinya kenal tersebut.
"Nona," panggil ketua MUA melihat ke arah dimana Aldari sedang berdiri, ketua MUA mencoba menenangkan Aldari yang sedang begitu panik ketika dirinya di sentuh oleh wanita yang bisa di katakan yang seumuran dengan kepala pelayan mansion milik Alex tersebut.
Aldari yang mendengar seseorang memanggil dirinya pun langsung menoleh ke arah sumber suara tersebut.
__ADS_1
"Nona," kami di sini untuk membantu nona untuk bersiap-siap, karena sebentar lagi acara akan segera di mulai!" jelas kepala MUA pada diri Aldari yang sedang mendengarkan penjelasan dari kepala MUA tersebut.
Aldari yang mendengar ucapan dari kepala MUA tersebut pun dibuat bingung, pasalnya Kenapa harus dirinya yang bersiap-siap. Bukankah Alex membawa dirinya ke sini untuk membantu para pelayan mansion yang lainnya?"
Aldari di buat menjadi pusing dan di tambah lagi dirinya yang tidak mendapatkan jawaban akan pertanyaan yang dirinya lontarkan terhadap sang sekretaris Jastin tersebut.
"Mungkin kalian semua salah orang, diriku hanya pelayan di mansion tuan Alex!" ujar Aldari kepada semua anggota MUA yang sedang menatap dirinya saat ini.
Semua orang yang ada di dalam ruangan itu pun dibuat bingung oleh Aldari yang mengaku sebagai pelayan di mansion milik Alex tersebut.
Para anggota MUA saling beradu tatap muka ketika mereka mendengar ucapan yang keluar dari mulut Aldari tersebut.
Karena mereka sangat mengenal seorang Alex Anggara Wilson, pebisnis no satu di kota X tersebut.
Tidak mungkin seorang Alex Anggara Wilson, dengan sembarangan membawa orang ke dalam mansion milik nya tersebut.
Aldari yang melihat semua orang yang ada di hadapannya saling beradu tatap muka pun di buat tambah bingung.
Mau tak mau Aldari pun langsung menoleh ke arah ketua MUA tersebut.
"Hem... Aldari mencoba mencairkan suasana yang ada di dalam ruangan tersebut.
Semoga orang yang ada di dalam ruangan itu pun langsung menoleh ke arah dimana Aldari sedang berdiri menatap mereka semua.
"Kalau begitu saya minta izin kepada kalian semua, saya akan menemui tuan muda Alex terlebih dahulu untuk memastikan bahwa kalian memang benar-benar salah orang!" ujar Aldari sambil menatap satu persatu wajah MUA yang sedang menatap dirinya tanpa berkedip sedikit pun.
Kepala MUA yang mendengar ucapan dari Aldari pun langsung mengiyakan ucapannya tersebut.
"Baiklah nona kalau begitu yang anda inginkan!" ujar kepala MUA kepada Aldari tersebut.
Aldari pun langsung menganggukkan kepalanya karena dirinya di beri izin untuk menemui tuan Alex tersebut.
"Kalau begitu saya permisi terlebih dahulu!" pamit Aldari pada semua orang yang ada di hadapannya saat ini!"
Aldari langsung melangkah kan kakinya menuju di mana pintu ruangan tersebut.
Ceklek
terdengar suara handle pintu ruangan yang telah di buka oleh Aldari dari dalam ruangan tersebut.
"Wah...ada kesempatan ini!" batin Aldari sambil melihat ke arah kiri dan kanan yang tampak sepi tak ada makhluk hidup selain dirinya sendiri.
Aldari bukan belok kiri untuk mencari keberadaan Alex dan juga sang sekretaris Jastin.
Mala Aldari melirik ke arah pintu utama yang begitu lebar terbuka.
"Aldari langsung berdecak kagum"
"Kalau ada kesempatan tidak boleh di sia-siakan!" batin Aldari sambil melihat situasi di dalam ruangan tersebut.
__ADS_1
"Mudah-mudahan!" batin Aldari sambil melangkah.
Bersambung