
Aldari mengira bahwa Alex akan melepaskan ikatan kain panjang yang dirinya ikatkan di tiang kamar utama itu, dan juga Aldari berpikiran bahwa dirinya juga akan terjatuh ke bawah dengan naas setelah Alex melepaskan ikatan kain di tiang kamar itu.
"T-tuan, s-saya mohon ikatan kain panjang itu jangan di lepas!" kata Aldari dengan memohon kepada Alex yang sedang menatap dirinya dengan tatapan tajam.
Alex tak menggubris perkataan yang Aldari ucapkan terhadap dirinya, Alex terus saja berjalan sambil menarik kain panjang itu mendekati di mana Aldari yang masih berdiri dengan satu kakinya sudah berada di luar balkon kamar itu.
Alex terus berjalan mendekati Aldari yang tampak sudah pucat, sesampainya Alex di hadapan Aldari. Alex langsung memeluk pinggang ramping Aldari sambil menatap ke bawah balkon di mana sang sekretaris Jastin yang masih berdiri di bawah balkon kamar utama itu.
"Jastin!" panggil Alex melihat sang sekretaris Jastin yang masih saja berdiri di bawah balkon kamar utama itu dengan tatapan tajam.
Jastin yang di panggil oleh seseorang dari atas balkon itupun langsung menoleh ke arah dimana seseorang memanggil namanya itu.
Jastin bisa lihat dengan jelas saat ini CEO-nya itu sedang memeluk pinggang ramping Aldari dengan sangat erat.
__ADS_1
"Sekali lagi kau mengambil foto gadis pembangkang ini dengan pose seperti tadi, siap-siap saja gaji dua bulan ke depannya akan aku potong setengahnya!" kata Alex melihat ke arah dimana sang sekretaris Jastin tampak tidak berkedip mendengarkan ucapan dari CEO-nya itu.
Jastin yang mendengar ucapan dari CEO-nya itu pun langsung menelan ludahnya dengan susah payah.
"Huh, menyebalkan sekali!" gumam Jastin sambil melirik ke arah dimana Alex masih saja betah memeluk pinggang ramping Aldari.
Setelah mengancam sekretaris nya, Alex langsung menatap Aldari dengan tajam. Aldari yang melihat ekspresi yang Alex tunjukkan saat ini pun langsung menundukkan kepalanya karena dirinya benar-benar takut jika Alex mendorong dirinya dari atas balkon kamar ini.
Alex yang melihat Aldari tak melihat ke arah dirinya saat ini pun dengan refleks mendorong tubuh mungil Aldari ke belakang, dan itu membuat Aldari dengan refleks langsung memeluk pinggang Alex dengan sangat erat.
Alex yang mendengar teriakkan lantang dari Aldari saat ini pun langsung mengusap telinga nya lantaran terasa budeg setelah mendengar teriakkan Aldari
"Bukankah dirimu ingin turun dari balkon kamar ini!" kata Alex dengan sengaja menekankan setiap ucapannya tepat di wajah Aldari saat ini.
__ADS_1
Aldari yang mendengar ucapan dari Alex pun langsung menggelengkan kepalanya dengan cepat lantaran dirinya takut mendengar ucapan dari Alex.
"Jadi ini untuk apa?" tanya Alex sambil menunjuk kain panjang yang sedang Alex pegang di tangan kirinya saat ini.
"T-tuan, sa--" belum sempat Aldari melanjutkan ucapannya. Alex langsung membungkam bibir mungil Aldari dengan paksa.
Di sela-sela ciuman paksa itu, Alex membawa tubuh mungil Aldari ke dalam kamar utama itu.
"Kau benar-benar harus di berikan hukuman agar tidak berniat untuk melarikan diri dari diriku!" kata Alex sambil memaksa Aldari membuka mulutnya agar Alex bisa leluasa mencium bibir mungil Aldari.
Alex yang merasakan Aldari hampir kehabisan nafas, Alex langsung melepaskan ciumannya dengan terpaksa.
"Apa"
__ADS_1
Bersambung