
Alex yang melihat siapa yang telah datang ke perusahaan miliknya tanpa di undang oleh dirinya saat ini langsung mendengus kesal, melihat kehadiran para sahabat-sahabat nya yang sedang berjalan menghampiri dirinya saat ini sambil cengengesan yang mereka perlihatkan terhadap dirinya. Sungguh sangat menyebalkan sekali. Dan terutama sekali Rey. CK.
"Hey manis...." lama tidak bertemu kau makin cantik saja!" goda Rey ketika dirinya sudah berada di sisi Aldari sambil memperhatikan penampilan Aldari kenakan saat ini. Wah kau benar-benar berbeda dengan penampilan seperti ini. Sungguh imut. Hehehehe. Goda Rey.
Rey langsung mengubah posisinya yang tadi di sisi Aldari kini dirinya langsung berdiri di hadapan Aldari sambil memperhatikan Aldari begitu serius, tanpa menghiraukan tatapan maut yang Alex berikan terhadap dirinya. Rey bahkan dengan sengaja nya memanas-manasi Alex dengan terus terusan dirinya menggoda Aldari dengan kata-kata begitu manisnya yang keluar dari bibir tipis miliknya itu. Hehehehe sungguh menyenangkan sekali batin Rey.
Aldari yang memang tak pernah mendapatkan pujian dari orang lain kecuali sang sahabatnya Rere. Dan kini dirinya mendapatkan kata-kata manis dari pria tampan yang sedang menatap dirinya begitu intens, dan itu membuat Aldari tersenyum begitu manisnya melihat ke arah manusia tampan yang melihat dirinya saat ini.
"Dasar haus pujian ..." sindir Alex dengan suara ketus melirik ke arah Aldari yang sedang tersenyum lebar itu.
Alex yang melihat sahabatnya Rey yang terus-menerus menggoda Aldari dengan kata-kata manis yang keluar dari bibir tipis itu. membuat Alex spontan menarik tangan mungil Aldari agar posisi gadis itu berada di belakang tubuh kekar miliknya. Sungguh menyebalkan sekali kau Rey. Geram Alex memberikan tatapan maut untuk sahabatnya yang satu ini yang benar-benar terkenal playboy itu.
Rey yang melihat begitu posesif nya sahabatnya terhadap gadis yang sedang di sembunyikan nya di belakang tubuh itu langsung mengubah posisinya menjadi menghadap ke arah dimana Alex sedang menatap dirinya dengan tatapan tajam. Hehehehe cengengesan Rey ketika dirinya mendapatkan tatapan mata elang yang siap mencabik-cabik tubuhnya saat ini dan itu membuat Rey langsung diam seketika. Sungguh mengerikan sekali tatapan itu. Batin Rey.
"Ada acara apa kalian datang ke perusahaan ku ini?" tanya Alex tanpa basa basi sedikitpun terhadap ke lima sahabatnya itu yang datang berkunjung tanpa kabar terlebih dahulu kepada dirinya dan itu membuat Alex sedikit kesal. Hanya sedikit toh. Hehehe.
"Yah ampun...." loh tega banget yah Lex, kami baru saja datang. Tapi dirimu justru-" perkataan Rey terhenti saat dirinya melihat Alex yang telah berlalu begitu saja dari tempat itu sambil menarik tangan mungil Aldari meninggalkan tempat itu.
"Hey ..." diriku belum selesai bicara tuan muda Alex!!" teriak Rey dengan kesal lantaran dirinya belum selesai bicara Mala dirinya di tinggal begitu saja oleh pemilik perusahaan itu. Sungguh menyebalkan.
"Kau bicara saja dengan dinding itu!" sahut Alex tanpa melihat ke arah lawan bicara nya ..." dan juga sambil menarik tangan mungil milik Aldari menuju ke arah ruangan kerja nya.
"Dasar tidak sopan ... sama tamu!" omel Rey mengejar sahabat-sahabatnya yang telah meninggalkan dirinya sendirian di tempat itu.
Ceklek
Alex langsung masuk ke ruangan kerja nya yang sudah di tunggu oleh sang sekretaris nya Jastin.
__ADS_1
"Tuan...." sapa Jastin ketika melihat CEO nya masuk ke dalam ruangan kerja nya yang masih saja belum melepaskan genggaman tangan nya dari tangan mungil milik Aldari itu. Sudah ada kemajuan hubungan mereka. hehehehe.
Alex yang sadar akan tatapan mata yang di tunjukkan oleh sekretaris nya yang mata jelalatan itu langsung melepaskan genggaman tangan nya dari tangan mungil milik Aldari itu.
"Dasar sekretaris mata jelalatan!" umpat Alex sambil melotot melihat sekretaris nya itu yang sepertinya sedang menahan tawanya agar tidak meledak. Menyebalkan.
Alex langsung menghempaskan tubuh kekarnya di atas kursi kebesarannya dan langsung menoleh ke arah dimana Aldari sedang berdiri sambil memperbaiki letak pakaian yang dirinya kenakan supaya tidak berantakan.
Untuk menghilangkan ke gugupnya Alex menyuruh sekretaris nya untuk ke ruangan meeting menjemput berkas-berkas yang dirinya tinggalkan ketika meeting telah usai beberapa menit yang lalu.
"Jastin! ..." kau pergilah ke ruangan meeting untuk mengambil berkas-berkas yang tadi!" perintah Alex menyuruh sekretaris nya Jastin.
"Baik ..." tuan!" sahut Jastin menerima perintah dari CEO nya itu.
"Kau makan lah dulu sebelum pulang ke mansion!" titah Alex menyuruh sekretaris baru nya itu untuk makan.
Brak,
Alex, Aldari, dan Jastin. Yang mendengar pintu di buka secara tiba-tiba dan juga sedikit di dobrak di buat terkejut mendengar suara pintu itu dan bersamaan dengan itu muncullah sahabat-sahabat Alex dari pintu itu. Dan tanpa berdosa Rey langsung menerobos masuk mendahului teman-temannya.
Hehehehe,
Cengengesan Rey ketika mendapat tatapan mata elang dari Alex membuat dirinya menciut. Mengerikan sekali matanya. Batin Rey.
"Tuan!" sapa Jastin membungkuk yang melihat sahabat-sahabat CEO nya yang berwibawa itu berkunjung ke perusahaan milik CEO nya. Dan berbeda dengan Rey ketika dirinya bertemu Rey akan selalu saja keliatan humoris ketika bertemu dengan dirinya.
Para laki-laki tampan yang di sapa oleh sekretaris sahabatnya itu pun langsung memberikan senyuman sambil menuju sofa yang tak jauh dari meja kerja sahabatnya itu. Dan di ruangan kerja sahabatnya itu memiliki dua sofa yang berbeda tempat letak nya.
__ADS_1
"Rey ..." kau jangan membangunkan singa yang sedang tertidur pulas ... nanti kau bisa masuk ruangan ICU!" ujar Ozi untuk memperingati sahabatnya yang satu itu memang suka sekali menjali sahabatnya yang satu itu. lya benar sekali tuh ... sahut sahabatnya yang lainnya membenarkan perkataan temannya yang satu nya.
Rey yang melihat Aldari sedang membuka sesuatu di atas meja itupun langsung nyosor duduk di hadapan Aldari guna untuk melihat apa yang sedang gadis itu buka.
"Kau sedang apa ..." gadis manis?" tanya Rey tanpa memperdulikan tatapan maut yang sedang tertuju pada dirinya saat ini.
"Dirimu menjauh lah dari sana Rey ... kau mengganggu dirinya saja!" kata Alex sambil memberikan tatapan maut yang membuat sahabatnya itu cengengesan saja. Dasar manusia menyebalkan sekali. Sungguh membuat emosi saja. Gerutu Alex.
Tak mau berlama-lama di dalam ruangan CEO nya yang mulai panas, Jastin pun langsung pamit untuk undur diri yang telah di perintahkan oleh CEO nya tadi. Sungguh panas sekali ruangan itu. Batin Jastin ketika sudah berada di luar ruangan CEO nya itu.
Alex memperhatikan interaksi sahabatnya itu yang tak jera-jara nya mengganggu sekretaris baru nya yang sedang menikmati makanan sore nya menjelang malam.
Rendi yang hanya diam sejak tadi pun langsung buka suara untuk apa kedatangan mereka ke perusahaan sahabatnya saat ini.
Ehem ... ehem ... ehem,
Untuk mencairkan suasana yang sedikit panas ini ... Rendi pun berdehem untuk memulai maksudnya kedatangan mereka.
Lex ..., Alex yang di panggil langsung menoleh sumber suara yang memanggil dirinya.
"Minggu depan akan diadakan reunian di hotel Permata, dan ..." ucap Rendi terhenti sejenak untuk kalimat yang akan iya sampaikan berikutnya. Dan apa?" tanya Alex menatap sahabatnya menunggu kalimat berikut nya.
"Reunian kali ini wajib membawa pasangan!" sahut Rendi menatap sahabatnya yang tak sabar menunggu kalimat yang iya ucapan kan nya.
"What!! teriak Alex mengema di ruangan kerja nya itu, dan itu membuat Rey langsung mendengus kesal lantaran dirinya gagal mendapatkan satu suapan dari tangan mungil Aldari.
"Ah, sial sekali nasibku!" gerutu Rey yang melihat sewot ke arah di mana Alex sedang duduk.
__ADS_1
Bersambung