
Refleks Aldari langsung melangkah kan kakinya menuju di mana meja kerja Alex berada, untuk mengantarkan minuman yang Alex inginkan tadi. Aldari yang meletakkan minuman di meja kerja Alex seketika Alex langsung meraih minuman dari tangan Aldari tersebut dan tak lupa Alex mencengkram erat tangan Aldari tersebut sehingga membuat Aldari gemetaran apa yang dilakukan oleh Alex pada dirinya tersebut.
Sambil meminum minuman buatan Aldari, Alex melirik dengan ekor matanya di mana Aldari sedang berdiri di samping meja kerjanya dan Alex tampak tersenyum tipis melihat Aldari yang gemetaran setelah dirinya memegang tangan Aldari dengan erat.
Selesai Alex minum, iya pun langsung melirik di mana teman-teman nya yang sedang fokus menatap dirinya dengan tatapan kesal. Pasalnya Alex tak menganggap bahwa di dalam ruangan kerja nya ada teman-teman.
"Kalian kenapa masih di sini?" tanya Alex pada teman-teman yang masih setia berada didalam ruangan kerjanya tersebut. Dan untuk saat ini diriku tak bisa ikut bersama kalian bersenang-senang maka dari itu kalian pulang lah. "Karena diriku akan mengadakan meeting, ujar Alex mengusir ke lima teman-teman dari ruangan kerja nya tersebut.
Sontak ke lima manusia tampan itu langsung mendengus kesal mendengar ucapan Alex barusan yang mengusir mereka dari ruangan itu. "kenapa kalian menatap diriku sendiri itu?" tanya Alex pada ke lima teman-teman nya yang sedang menatap kesal padanya tersebut.
__ADS_1
"Wah dirimu memang benar-benar keterlaluan yah lex kami merelakan jam kerja kami demi datang ke Office mu ini untuk mengajak diri mu bersenang-senang, ujar Mart dengan nada kesal bicara dengan sang pemilik ruangan tersebut.
Alex yang mendengar ocehan teman nya pun hanya terkekeh sambil bangkit dari duduknya dan berjalan menuju ke arah dimana Aldari sedang berdiri. Sesampainya Alex di dekat Aldari, Alex langsung menyeret tubuh mungil Aldari untuk ikut bersama dirinya menuju di mana ruangan pribadi milik nya berada. Aldari yang belum siap akan dirinya diseret oleh Alex seketika Aldari terkejut atas apa yang Alex lakukan terhadap dirinya tersebut.
Tampak Aldari sulit untuk mengikuti langkah kaki Alex yang menyeret tubuh mungil nya secara paksa. Dan itu tak luput dari pandangan dari ke lima teman-teman Alex yang berada di dalam ruangan kerja Alex tersebut.
Sampai di ruangan pribadi milik nya Alex langsung mendorong tubuh mungil Aldari ke sofa yang ada di dalam ruangan pribadi milik nya tersebut. Aldari yang melihat Alex melangkahkan kakinya menuju ke arah dirinya sambil menyeringai lebar membuat Aldari menjadi takut melihat ekspresi wajah Alex yang seperti ingin menerkam dirinya hidup-hidup.
"Apa dirimu tak mendengar pertanyaan dari ku?" ujar Alex dengan kesal terhadap tingkah Aldari tersebut, sampai di sofa Alex langsung meraih tubuh mungil Aldari dan sontak saja Aldari langsung terkejut atas apa yang Alex lakukan terhadap dirinya tersebut.
__ADS_1
"Kau ini memang seperti harus di beri hukuman, karena berani membuat diriku seperti orang jahat di hadapan teman-teman ku, ujar Alex dengan suara ketus miliknya sambil tersenyum lebar dan Alex langsung mencium bibir merah merona Aldari secara paksa. Sontak saja Aldari langsung memukul dada bidang Alex tersebut kerena terkejut atas apa yang Alex lakukan terhadap dirinya.
Alex yang tak dapat mengabsen yang ada dalam mulut Aldari, seketika dirinya langsung mengigit bibir mungil milik Aldari tersebut sehingga membuat Aldari langsung membuka mulutnya karena Alex mengigit bibir mungil yang lumayan keras.
Alex yang melihat Aldari yang sudah kehabisan nafas dengan berat hati nya Alex langsung melepaskan ciumannya dengan Aldari sehingga membuat Aldari langsung mengambil nafas dengan sangat dalam. Sehingga membuat Alex tersenyum devil melihat wajah Aldari tampak berubah atas perlakuan nya tersebut.
"ltu belum seberapa yang kau terima, ujar Alex sambil bangkit dari sofa dan melangkah kan kakinya menuju pintu keluar ruangan pribadi milik nya tersebut. Aldari melirik sekilas ke arah Alex ya!g telah menghilangkan di balik pintu ruangan pribadi milik nya tersebut.
Aldari menghela nafas dengan berat, "sampai kapan aku akan seperti ini, ujar Aldari sambil memegang bibirnya bekas ciuman nya dengan Alex beberapa menit yang lalu.
__ADS_1
Bagaimana pun aku harus bisa membayar utang-utang ku sama tuan Alex. "Aku tak sanggup terusan seperti ini, ujar Aldari sambil memikirkan bagaimana cara nya dirinya bisa mendapatkan uang untuk mendapatkan uang.
Bersambung