Menjadi Pembantu Tuan Muda Arogan

Menjadi Pembantu Tuan Muda Arogan
74. Menjadi pembantu tuan muda arogan


__ADS_3

Setelah mendapat tempat duduk untuk CEO nya, Jastin pun langsung memanggil pelayan restoran untuk memesan makanan untuk mereka bertiga.


Pelayan restoran langsung menghampiri meja makan yang di tempati oleh Alex, Aldari dan juga sang sekretaris Jastin tentu nya.


"Silahkan tuan, dan nona!" seru pelayan restoran menyerahkan buku menu ke pada mereka bertiga.


Aldari yang melihat buku menu di restoran itupun di buat terkejut melihat harga makanan yang di jual di restoran tersebut.


"Harga makanannya mahal-mahal semua!" batin Aldari sambil membolak-balik buku menu restoran tersebut.


"Hutang-hutang ku bukan nya berkurang yang ada bertambah, gumam Aldari dalam hati nya tersebut sambil melirik sekilas ke arah dimana Alex dan Jastin sedang memilih makanan nya tersebut.


"Saya pesan ini saja!" ujar Alex sambil menunjuk pesanannya pada pelayanan restoran tersebut.


"Baik tuan!" jawab pelayan restoran tersebut.


Tak lama Jastin pun langsung memberikan pesanan nya pada sang pelayan restoran tersebut.


Pelayan restoran yang telah menerima dua pesanan dari Alex, dan Jastin pun langsung menoleh ke arah dimana Aldari yang masih sedang memilih pesanan untuk dirinya tersebut.


Tanpa mempedulikan orang-orang di sekitarnya, Alex langsung meraih buku menu di tangan mungil Aldari tersebut.


"Kau lama sekali memilih makanan!" ujar Alex dengan suara ketus miliknya tersebut.


"Pesanan gadis itu, samakan saja dengan yang saya pesan tadi!" ujar Alex memberikan pesanan untuk Aldari tersebut pada sang pelayan restoran.


"Baik tuan, mohon untuk menunggu beberapa menit makanan nya!" Seru pelayan restoran yang menerima pesanan Alex, Aldari dan Jastin.


Setelah pemesan makanan, Alex langsung menoleh ke arah dimana sang sekretaris Jastin duduk.


"Jastin, apa tempat acara yang diriku pesan sudah selesai!" tanya Alex pada sang sekretaris Jastin yang duduk di ujung meja makan minimalis tersebut.


Jastin yang mendengar CEO memanggil dirinya pun langsung menoleh ke arah dimana Alex sedang duduk.


"Tempat acaranya sudah selesai seratus persen tuan, jawab Jastin dengan suara tegas nya tersebut.


"Bagus" seru Alex sambil melirik ke arah dimana Aldari sedang menatap mereka berdua.


"Ternyata dia lumayan juga!" batin Alex yang sedang fokus melihat Aldari yang sedang duduk di kursi hadapannya tersebut.


Huh, apa masih lama makanannya datang, gumam Aldari dalam hati nya tersebut. Aldari risih Akan tatapan mata Alek terhadap dirinya tersebut.


"Kenapa dirinya dari tadi menatap ku seperti itu!" batin Aldari yang tak nyaman akan tatapan Alex terhadap dirinya tersebut.


Alex yang fokus menatap Aldari, seketika dirinya langsung menoleh di mana pelayan restoran mengantarkan pesanan mereka bertiga.


Beberapa menit menunggu pesanan, tampak pelayan restoran mendorong sebuah meja kecil untuk mengantarkan makanan yang di pesan oleh Alex tersebut.


"Pesanan tuan dan nona sudah siap, ujar pelayan restoran tersebut sambil menghidangkan makanan di atas meja tersebut.


"Selamat menikmati makanannya tuan dan nona!" seru pelayan restoran tersebut. Undur diri setelah menghidangkan makanan untuk mereka bertiga.


Dan mereka bertiga pun menyantap makanan dengan hikmat dan hanya dentingan sendok dan garpu yang terdengar di atas meja makan tersebut.


Aldari yang memang tak pernah makan makanan yang di pesankan oleh Alex untuk dirinya pun langsung terkejut, saking enaknya makanan tersebut.


"Wah... makanan nya benar-benar enak pantas harganya begitu mahal!" batin Aldari sambil melirik sekilas ke arah dimana Alex sedang menyantap makanan nya tersebut.

__ADS_1


Jastin yang melihat Aldari sedang memperhatikan CEO nya pun tersenyum tipis, karena Aldari tak berkedip melihat ke arah CEO nya yang sedang menikmati makanan nya tersebut.


"Kau tidak perlu menatap diriku seperti itu!" kau makan saja makanan yang ada di hadapan dirimu itu," seru Alex tanpa melihat ke arah dimana Aldari sedang duduk.


Aldari yang mendengar ucapan Alex barusan pun langsung terkejut karena dirinya ketahuan sedang memperhatikan Alex tersebut.


"Apa dia punya Indra keenam!" kenapa dirinya tahu jika aku sedang melihat dirinya" gumam Aldari sambil menyuap makanan ke dalam mulutnya tersebut.


Selesai menyantap makanan. Alex, Aldari dan Jastin pun langsung meninggalkan restoran tersebut.


Di dalam mobil.


"Jastin, setelah mengantarkan gadis ini ke mansion, kau antar diriku ke tempat acara yang akan di adakan itu!" ujar Alex tanpa menyebutkan akan tujuan nya tersebut.


Jastin yang memang tahu akan tujuan CEO nya pun tak banyak bertanya. Tanpa Jastin bertanya kepada CEO nya, dirinya sudah tahu akan tujuan CEO nya tersebut.


"Baik tuan!" jawab Jastin dengan suara datar khas milik nya tersebut.


Beberapa menit menempuh perjalanan, mereka bertiga pun sampai di depan gerbang utama Mansion milik Alex tersebut.


Penjaga gerbang yang tahu sang tuan muda pulang, langsung membuka pintu gerbang utama Mansion tersebut.


Jastin langsung membuka kaca mobil untuk menyapa penjaga gerbang Mansion tersebut.


"Terima kasih, pak!" sapa Jastin pada penjaga gerbang Mansion Alex tersebut.


"lya tuan, sama-sama!" Jawab penjaga gerbang Mansion tersebut.


Sampai di depan pintu masuk, Jastin langsung turun dari mobil untuk membuka pintu mobil untuk Aldari.


Jastin yang ingin menyentuh pintu mobil Alex, seketika dirinya terkejut bunyi dering handphone di saku jasnya tersebut.


"Hallo tuan" Jawab Jastin menerima panggilan telepon dari CEO nya tersebut


Tanpa basa-basi Alex langsung menyuruh sekretaris Jastin untuk tidak membuka pintu mobil terlebih dahulu.


Kau tunggu lah di luar beberapa menit terlebih dahulu, "sebelum diriku menyuruh dirimu membuka pintu mobil ini!" ujar Alex pada sang sekretaris Jastin tersebut.


Tanpa menunggu jawaban dari sang sekretaris nya Jastin, Alex langsung memutuskan sambungan telepon sepihak.


Tut...tut...tut


Jastin yang melihat layar handphone nya yang sudah mati pun mendengus kesal, lantaran CEO nya hobi sekali mematikan sambungan telepon sesuka hati nya saja.


"Wajar...BOS" gumam Jastin sambil berjalan menuju pintu utama Mansion milik Alex tersebut.


Kepala mansion yang melihat Jastin memasuki mansion tanpa tuan mudanya Alex, dan Aldari. Dirinya langsung menghampiri sang sekretaris tuan muda nya Alex tersebut.


"Tuan, dimana tuan Alex, dan nona Aldari, tanya kepala pelayan Mansion kepada Jastin yang telah duduk di kursi ruang tamu tersebut.


Jastin yang merasa dirinya di panggil langsung menoleh ke arah sumber suara tersebut. Nampak oleh Jastin kepala pelayan mansion sedang menatap dirinya yang sedang duduk di kursi ruang tamu.


"Tuan sama nona Aldari, masih berada di dalam mobil bi!" jawab Jastin memberi tahu akan keberadaan Alex dan Aldari tersebut.


Kepala pelayan mansion yang mendengar ucapan dari sang sekretaris Jastin pun hanya mengangguk kan kepala, bahwa dirinya mengerti ucapan dari sang sekretaris Jastin tersebut.


"Tuan mau minum apa?"

__ADS_1


"Biar bibi buatkan minuman untuk tuan, tanya kepala pelayan mansion kepada Jastin yang sedang duduk di kursi ruang tamu tersebut.


"Boleh deh bi... panas-panas kayak gini enaknya minum jus jeruk saja bi, ujar Jastin pada kepala pelayan Mansion tersebut.


Tunggu sebentar yah tuan, bibi siapkan dulu. Pamit kepala pelayan mansion untuk menyiapkan minuman yang di minta oleh Jastin tersebut.


"lya bi"


Jastin yang akan menikmati jus jeruk buatan kepala pelayan mansion Alex.


Lain halnya yang terjadi terhadap Aldari yang sedang berdua saja di dalam mobil milik Alex tersebut.


"Apa kau tidak ingin mengatakan sesuatu!" ujar Alex tanpa melihat ke arah dimana Aldari sedang duduk.


Aldari yang mendengar ucapan dari Alex seketika dirinya langsung menoleh ke arah dimana Alex sedang menatap lurus ke depan mobil nya tersebut.


Alex yang tidak mendengar suara Aldari, seketika dirinya langsung memutar tubuhnya menghadap ke arah dimana Aldari sedang duduk sambil memainkan ujung baju nya tersebut.


"Apa kua tuli?" tanya Alex pada Aldari yang sedang menundukkan kepalanya karena tak berani menatap wajah Alex tersebut.


"Jika aku bicara pada dirimu!" tolong kau jangan menundukkan kepalanya. Karena diriku paling tidak suka jika aku bicara lawan bicara ku menundukkan kepalanya. Ujar Alex dengan suara datar milik nya tersebut.


Aldari yang mendengar suara datar dari Alex, seketika dirinya langsung mendongak menatap wajah Alex yang sedang menatap dirinya dengan intens.


"Aku paling tidak suka mengulang-ulang kata-kata yang telah aku ucapkan!" ujar Alex dengan suara datar nya tersebut.


Aldari yang memang tidak tahu akan maksud kata-kata dari Alex, mau tak mau dirinya memberanikan diri untuk bertanya akan maksud dari Alex tersebut.


"T...u...a...n s...a...y...a tidak tahu maksud nya tuan!" ujar Aldari dengan suara terbata-bata nya tersebut. Setelah mengambil itu, Aldari langsung menundukkan kepalanya karena tak berani menatap wajah Alex.


Alex yang mendengar suara gemetaran dari Aldari pun dibuat tersenyum tipis melihat ekspresi wajah Aldari yang begitu takut terhadap dirinya tersebut.


"Baiklah, karena diriku orang yang begitu baik hati. Diriku akan mengulangi kata-kata ku yang ke dua kalinya!" ujar Alex sambil menggeser tubuhnya sedikit ke arah dimana Aldari sedang duduk.


"Hem-hem, kau dengar baik-baik yang diriku ucapan ini!" seru Alex sambil menatap wajah Aldari begitu serius.


Aldari yang di tatap oleh Alex begitu serius membuat dirinya tak bisa bernafas dengan baik saking dekatnya dirinya dengan Alex tersebut.


"Apa kau tidak ingin mengatakan sesuatu pada ku?" tanya Alex pada Aldari yang tak berkedip melihat wajah tampan Alex tersebut.


Alex yang melihat Aldari tak berkedip melihat dirinya pun tersenyum dalam hati nya tersebut.


"Gamis ini benar-benar mengemaskan!" batin Alex yang tak tahan melihat ekspresi wajah Aldari tersebut.


Cup


Alex yang tak tahan melihat ekspresi wajah Aldari seketika dirinya langsung mengecup bibir merah delima milik Aldari tersebut.


Aldari yang mendapat ciuman singkat dari Alex, seketika dirinya terkejut bukan main pasalnya Alex tiba-tiba saja mencium bibir milik nya tersebut.


"Apa yang kau tunggu lagi!"


"Jawab yang diriku tanya kan tadi!" seru Alex sambil melihat bibir mungil milik Aldari tersebut.


"T-tuan, s-saya tidak mengerti!" ujar Aldari dengan suara lirih nya tersebut


"Menyebalkan sekali!" ujar Alex dengan mendengus kesal mendengar ucapan dari Aldari tersebut

__ADS_1


"Dasar lemot"


Bersambung


__ADS_2