
Gadis itu?
Ucap Alex gugup.
Membuat teman teman nya menjadi penasaran tentang Aldari yang bisa berada di mansion Alex. Pasal nya yang mereka tahu di mansion keluarga Alex tak ada pelayan yang muda seperti diri Aldari. Semua pelayan di mansion Alex semua nya sudah berumur.
Alex yang tidak ingin teman teman nya tahu tentang Aldari yang bisa ada di mansion nya. Karena Alex memang sengaja membawa Aldari ke Mansion nya. Bukan karena Aldari yang tidak sengaja menumpahkan makanan di pakaian Alex pada waktu di Restoran mekar mawar, beberapa hari yang lalu di mana Aldari tak sengaja menumpahkan makanan di pakaian Alex, sehingga Alex berdalil Aldari harus ganti rugi sejumlah uang lima belas juta.
Nyata nya Alex memang ada rasa terhadap Aldari pertama kali iya bertemu Aldari di Restoran tempat Aldari kerja.
Alex yang melihat kondisi ruangan kerja nya lagi tak baik baik lagi, di mana teman teman nya menuntut jawaban dari pertanyaan mereka mengenai Aldari, dengan langkah kaki yang lebar Alex segera membawa Aldari ke luar ruangan kerja nya.
Aldari yang kurang fokus sehingga membuat Aldari tak sadar jika Alex langsung menarik tangan nya keluar dari ruangan kerja Alex. Ke lima teman Alex terkejut melihat Alex yang tiba tiba menyeret Aldari keluar ruangan kerjanya tersebut.
Rey yang kurang suka melihat Alex menyeret tubuh mungil Aldari dengan paksa pun bersuara.
Hey tuan muda Alex, bisa kah kau lembut terhadap gadis itu, kau bisa menyakitinya nanti. Ucap Rey dengan nada bicara lumayan keras, karena dirinya tak bisa melihat seorang perempuan di perlakukan seperti itu.
Alex yang mendengar ocehan teman nya pun berhenti dan berbalik melihat ke arah teman teman nya berada.
Hey rey.
lni bukan urusan mu ucap alex dengan nada datarnya.
Aku berhak terhadap gadis ini, mau aku apakan gadis ini terserah diri ku. Jadi kau jangan ikut campur dalam urusan gadis ini.
Seketika teman teman Alex diam membisu mendengarkan ucapan Alex tersebut. Karena menurut mereka seumur umur mereka bersahabat baru kali ini sikap Alex berlebihan terhadap seorang gadis, biasa nya Alex akan masa bodoh kalau berhubungan nama nya perempuan. dan kali ini Alex memang benar benar peduli dengan gadis yang baru beberapa hari tinggal di mansion nya.
Dan satu lagi.
Jika kalian ingin melanjutkan acaranya, kalian tunggu lah di ruangan biasa.
Aku akan mengantarkan gadis penggoda ini ketempat di mana iya harus berada ucap Alex dengan sinis sambil mata Alex melirik Aldari yang berdiri di samping nya. Teman teman Alex hanya diam mendengarkan ucapan Alex kerena tak mau mendapatkan amukan dari tuan muda Alex.
Alex kembali menyeret tubuh mungil Aldari dari depan ruangan kerja Alex.
__ADS_1
T-tuan.
Tangan saya sakit tuan, ucap Aldari dengan suara lirih nya.
Alex yang mendengar ucapan Aldari yang mengeluh kesakitan pun menghentikan langkahnya dan menoleh ke arah Aldari berdiri.
Apa kau bilang? sakit, dasar gadis cengeng selain cengeng kau juga gadis menggoda. Sinis Alex bicara dengan Aldari, Aldari tak terima dirinya di bilang gadis penggoda oleh alex.
Aldari langsung menghempaskan tangan nya yang di pegang paksa oleh Alex, Aldari yang emosi langsung membantah tuduhan Alex terhadap dirinya yang di bidang gadis penggoda.
Hey tuan muda Alex yang terhormat,
anda jangan sembarang menuduh saya gadis penggoda, saya tidak pernah menggoda teman teman anda dan termasuk anda juga, saya ingatkan pada anda tekan Aldari bicara dengan alex. Alex yang mendengar suara Aldari meninggi terhadapnya pun tak terima.
Kau.
Berani rupanya kau melawan ku yah, ucap Alex dengan suara datar nya. Aldari yang mendengar suara datar dari Alex pun langsung terdiam.
Kau harus di berikan hukuman, karena telah berani melawan seorang Alex Anggara Wilson. Ucap Alex tak kalah tinggi suara nya dari Aldari.
Setelah sampai di ruangan di mana Aldari tempati untuk beberapa hari iya tinggal di mansion alex, dengan kasar nya Alex mendorong tubuh mungil Aldari ke dinding di mana tempat tumpukan pakaian Alex yang tak terpakai lagi, saking kesal nya Alex melihat tingkah Aldari beberapa menit yang lalu ke pada teman teman nya tadi.
Aldari yang mendapatkan serangan tiba tiba tubuh nya di dorong oleh Alex pun tak sempat menghindari dinding ruangan tersebut. Alex langsung saja mengunci tubuh mungil Aldari di dinding ruangan itu. Sehingga tak ada jarak di antara kedua nya, Aldari yang tak pernah sama sekali berdekatan yang namanya laki laki kini Aldari di bikin panik oleh seorang Alex Anggara Wilson.
t-tuan mau apa?
Ucap Aldari dengan gugup, pasalnya wajah Alex begitu dekat dengan wajahnya Aldari, sehingga membuat Aldari menjadi takut. Kau pikir aku mau apa ucap Alex dengan menatap wajah Aldari tanpa berkedip dan tersenyum devil dan jelas itu membuat Aldari menjadi tambah takut seratus persen.
Tanpa tampang berdosa nya Alex dengan sengaja menyentuh Aldari, jelas itu membuat seorang Aldari di bikin Shok karena seumur umur hidup Aldari tak pernah di sentuh, dan ini apa? dengan kurang ajarnya Alex memegang sesuatu yang Aldari hindari dari siapa pun.
Tuan, apa yang anda lakukan? ucap Aldari dengan suara bergetar hebat, Alex hanya tersenyum devil melihat wajah Aldari hampir menangis. lya pun menjadi semakin tertantang untuk merasakan bibir merah merona Aldari tersebut.
Tanpa aba aba Alex langsung menarik tubuh mungil Aldari sehingga membuat Aldari menjadi tambah lebih dekat dengan tubuhnya alex. Alex langsung saja mencium bibir merah delima milik Aldari tersebut.
Tuan hmm, t-tuan ucap Aldari karena Alex mencium bibir nya dengan kasar, dan membuat Aldari hampir kehilangan oksigen karena Alex mencium bibir nya lumayan lama.
__ADS_1
Aldari yang tak berpengalaman dalam berciuman membuat iya hampir kehilangan oksigen. Seketika Alex langsung melepaskan ciumannya dengan Aldari memberikan gadis itu untuk menghirup oksigen.
Manis.
Ucap Alex sambil membersihkan sisa sisa salvina nya dengan Aldari setelah berciuman tadi.
Apa kau mau coba lagi? ucap Alex dengan senyum devil nya.
Seketika Aldari langsung melihat wajah Alex yang sedang menatapnya, Aldari pun langsung menggelengkan kepalanya.
T-tidak tuan, ucap Aldari dengan suara bergetar.
Alex yang mendapatkan penolakan dari Aldari pun tak terima, seumur umur tak ada yang bisa menolak pesona seorang Alex Anggara Wilson tersebut.
Apa kau bilang?
Tidak, ucap Alex dengan nada datarnya.
Membuat Aldari lebih menjadi takut, tu--tuan ampuni saya, tuan ucap Aldari dengan suara bergetar hebat. Alex tak mendengar ucapan Aldari tersebut iya terus melakukan keinginan terhadap diri Aldari.
Dan Alex kembali mendekati Aldari, kali ini Alex tak bermain bibir melainkan bagian sensitif di tubuh mungil Aldari tersebut.
T-tuan jangan tuan.
Sakit lirih Aldari bicara bahkan air matanya hampir menetes.
bersambung
Jangan lupa tinggalkan jejak like and comen yah guys dan vote juga
Semoga suka 💞
Selamat membaca 💞
Terima kasih 💞
__ADS_1