
Selesai Aldari menceritakan kejadian yang iya alami di Office Alex, tampak wajah wanita paruh baya itu pun merasa sedih atas kejadian yang dialami oleh Aldari tersebut. Nona jangan bersedih lagi sekarang udah ada bibi yang akan menemani Nona ucap kepala pelayan Mansion itu terhadap Aldari yang sedang berbaring di atas ranjang nya tersebut.
Aldari yang mendengar ucapan wanita paruh baya itu pun tersenyum.
"Terima kasih yah bi, bibi udah perhatian sama Al padahal Al ini bukan siapa-siapa nya bibi. Ucap Aldari dengan tersenyum tipis karena dirinya masih menahan sakit kaki nya yang di injak oleh karyawan perusahaan Alex tersebut.
Kepala pelayan Mansion yang mendengar ucapan Aldari barusan pun tersenyum. Nona jangan bicara seperti itu, bibi udah menganggap Nona seperti anak kandung bibi sendiri dan Nona jangan bersedih lagi karena Nona udah ada bibi di sini, ucap kepala pelayan Mansion tersebut.
lya bi, terima kasih. Ucap Aldari dengan tersenyum.
Sekarang Nona istirahat, sebentar lagi obat Nona akan datang, bibi akan menyiapkan makanan untuk Nona. Aldari pun mengangguk kan kepala nya menjawab ucapan wanita paruh baya itu.
Di luar kamar Aldari.
Dasar gadis bodoh, ucap Alex yang berada di luar kamar Aldari, setelah dirinya mendengar cerita Aldari tersebut. Alex pun langsung merogoh saku jaket nya untuk menghubungi sang sekretaris nya Jastin.
Kring
Kring
__ADS_1
Kring
Dering yang ke tiga baru lah di angkat oleh sang sekretaris nya tersebut. Tanpa basa-basi Alex langsung memberi perintah sang sekretaris nya Jastin tersebut, Jastin kau pecat wanita yang telah membuat gadis nakal itu celaka dan kau pastikan wanita itu tidak akan dapat pekerjaan setelah dia keluar dari Office ku ini ucap Alex dengan suara datar nya. tersebut.
Setelah menghubungi sang sekretaris Jastin, Alex langsung memutuskan panggilan telepon tersebut tanpa mendengarkan jawaban dari sang sekretaris nya Jastin. Jastin yang melihat layar handphone nya sudah mati hanya bisa pasrah.
Huh, selalu saja begini, ucapan Jastin dengan kesal setelah panggilan telepon nya diputuskan secara sepihak.
Pelayan yang melihat Alex di depan kamar Aldari hanya bisa melirik melihat tuan mudanya yang seperti menguping. Para pelayan Mansion itu hanya menerka-nerka karena mereka pun tidak tahu apa yang Alex lakukan di depan kamar Aldari tersebut, setelah Alex mendengarkan cerita Aldari kepada wanita paruh baya itu iya pun melihat ke arah para pelayan Mansion yang sedang memperhatikan dirinya.
Pelayan Mansion yang lagi bertugas membersihkan Mansion megah itu pun jadi takut ketika Alex melirik mereka dengan tatapan tajam nya tersebut. Seketika para pelayan Mansion itu pun langsung meninggalkan ruangan di mana Alex berada
Dengan tatapan Alex saja membuat para pelayan Mansion itu ketakutan dan memilih untuk meninggalkan ruangan itu.
lya, rupanya Alex tidak langsung meninggalkan kamar Aldari nyatanya Alex mendengarkan cerita yang Aldari alami di Office nya beberapa jam yang lalu.
Setelah mendengar cerita Aldari, Alex pun melangkahkan kakinya menuju ke ruangan kerjanya yang terletak di lantai tiga Mansion tersebut, sampai di ruangan kerja nya Alex langsung duduk di kursi kebesarannya.
Huh, gadis nakal itu memang tidak bisa menjaga dirinya sendiri, apa gadis nakal itu juga tidak bisa membalasnya Ketika dirinya di perlakuan seperti itu, keluh Alex yang memikirkan Aldari di ruangan kerja nya tersebut.
__ADS_1
Di kamar Aldari.
Dua jam Aldari istirahat setelah dirinya mendapatkan musibah yang secara tak terduga, kini Aldari sudah bangun dari tidurnya. Dan kepala pelayan Mansion yang di tugaskan oleh Alex untuk mengurus sudah menyiapkan makanan untuk Aldari makan.
Nona sudah bangun, ucap wanita paruh baya yang melihat Aldari yang sudah membuka matanya bertanda sang Nona sudah bangun? Aldari yang mendengar ucapan dari wanita paruh baya itu pun langsung menoleh ke arah sumber suara tersebut.
lya bi, seketika wanita paruh baya itu pun tersenyum mendengarkan ucapan Aldari tersebut. Sekarang Nona makan dahulu dan selesai makan Nona minum obat yang telah tuan Alex siap kan untuk Nona tadi.
Baiklah bi, terima kasih yah bi udah bantu Al.
lya Nona, Nona jangan Segan-segan seperti itu, kalau Nona ada masalah jangan segan-segan untuk cerita sama bibi. Aldari pun mengangguk kan kepala nya mendengar ucapan wanita paruh baya itu.
lya bi, terima kasih. ucap Aldari dengan tersenyum manis nya tersebut.
Bersambung
Jangan lupa tinggalkan jejak like and comen yah guys dan vote juga
Semoga suka 💞
__ADS_1
Selamat membaca 💞
Terima kasih 💞