Menjadi Pembantu Tuan Muda Arogan

Menjadi Pembantu Tuan Muda Arogan
127. Menjadi pembantu tuan muda arogan


__ADS_3

Masuk,


Sahut Alex dari dalam ruangan kerja nya ketika seseorang mengetuk pintu ruangan kerja nya.


Ceklek,


Setelah mendapatkan izin dari pemilik ruangan, terdengar suara handle pintu ruangan di buka oleh seseorang dari luar, tampak wajah dari sang sekretaris Jastin yang menyembul dari balik pintu ruangan kerja CEO nya itu.


Alex dan Aldari langsung menoleh ke arah sumber suara setelah pintu di buka dari luar.


"Tuan!" sapa Jastin ketika dirinya di tatap tak suka oleh CEO-nya yang melihat kedatangan dirinya di ruangan itu di waktu yang tidak tepat mungkin, huh menyebalkan. Gumam Jastin.


"Huh, tatapan itu benar-benar menyebalkan sekali!" gumam Jastin yang tak berani mengeluarkan unek-unek dalam hati nya itu terhadap CEO nya.


"Seperti diriku datang di waktu yang tidak tepat!" gumam Jastin sambil berjalan mendekati meja kerja CEO nya.


Jastin yang melihat ekspresi wajah dari CEO nya yang tak bersahabat ketika dirinya masuk ke dalam ruangan itu, Jastin langsung memberikan paber beg yang sedang dirinya tenteng saat ini.


"Tuan, ini pesanan anda tadi!" kata Jastin langsung meletakkan paber beg itu di atas meja kerja CEO nya itu yang sedang kesal melihat kehadiran dirinya di ruangan itu.


Alex melirik ke arah paber beg yang diletakkan oleh sang sekretaris nya itu di atas meja kerjanya dan setelah itu Alex langsung menoleh ke arah dimana Aldari sedang berdiri tak jauh dari meja kerjanya.


"Kau!" panggil Alex kepada calon sekretaris baru nya itu yang tak lain adalah Aldari.


Aldari yang sedang fokus mendengar pembicaraan antara Alex dan sekitarnya Jastin, dirinya langsung terkejut mendengar suara Alex dan juga sedang menatap dirinya dengan sinis.


"Kau kemari lah!" perintah Alex menyuruh Aldari untuk mendekati dirinya yang sedang duduk di kursi kerjanya itu.


Aldari yang tak mau mendapatkan omelan dari Alex, dan dengan gerakan cepat Aldari langsung melangkah mendekati Alex yang sedang duduk di kursi kerjanya itu.


"Kau segeralah ganti pakaian yang kau pakai saat ini dengan pakaian ini, sebentar lagi kau akan ikut bersama diriku untuk meeting. Karena sekretaris ku tidak bisa hadir!" kata Alex menyerahkan paber beg yang di berikan oleh Jastin beberapa saat tadi.

__ADS_1


Aldari langsung mengambil paber beg yang di serahkan oleh Alex untuk dirinya bergantian pakaian, entah pakaian apa yang telah di belikan oleh sang sekretaris Jastin untuk dirinya. Aldari hanya menuruti perintah dari laki-laki tampan yang sedang menatap dirinya dengan tanpa berkedip sedikit pun dan tak lupa tatapan tajam untuk dirinya.


Alex yang melihat Aldari tak kunjung pergi untuk berganti pakaian, langsung menoleh ke arah dimana Aldari sedang berdiri.


"Ck, kau kenapa masih saja berdiri di situ?" tanya Alex dengan kesal melihat tingkah Aldari saat ini memang benar-benar membuat dirinya kesal setengah mati.


"S-saya ganti pakaian nya di mana...tuan!" sahut Aldari yang tak berani lagi menatap wajah Alex yang begitu dingin nya.


Alex yang mendengar ucapan dari Aldari langsung bangkit dari duduknya dan berjalan mendekati Aldari.


"Kau ganti saja di sini!" kata Alex dengan santai dan juga sedang menahan emosi nya melihat Aldari yang tak tahu apa-apa ini, dan untuk menganti pakaiannya saja dirinya tidak tahu. Huh menyebalkan sekali.


"Kau ini benar-benar sangat-sangat!" geram Alex yang melihat sikap Aldari yang berdiri di hadapan dirinya itu.


Aldari yang mendengar jawaban dari Alex seketika dirinya langsung mendongak menatap wajah Alex yang lebih tinggi darinya yang sedang berdiri di hadapannya itu.


Alex yang melihat tatapan yang Aldari berikan terhadap dirinya saat ini pun langsung mendengus kesal lantaran dirinya paling tidak suka di tatap oleh Aldari seperti saat ini yang membuat Alex ingin menelan gadis yang di hadapannya saat ini juga dengan hidup-hidup.


"Apa diriku tak salah dengar!" gumam Jastin ketika dirinya sedang memperhatikan pembicaraan dua manusia yang berbeda jenis kelamin itu. Dan CEO nya mengatakan bahwa dirinya tak akan ikut meeting Kali ini dan akan di gantikan gadis yang sedang tampak sekali kebingungan itu.


"Yang benar saja!" batin Jastin.


"Jastin!" panggil Alex kepada sang sekretaris Jastin tanpa mengalihkan pandangan mata nya terhadap Aldari.


"lya tuan!" sahut Jastin langsung menghampiri CEO nya tersebut.


"Kau segeralah antar gadis itu!" perintah Alex kepada sang sekretaris nya itu.


"Baik tuan!" jawab Jastin setelah menerima perintah dari CEO nya.


"Mari nona saya antar!" sapa Jastin dengan ramah mempersilahkan Aldari untuk ikut bersama dirinya.

__ADS_1


Aldari pun langsung mengikuti langkah kaki sang sekretaris Jastin yang akan mengantarkan dirinya ke tempat untuk menganti pakaiannya.


Alex yang telah melihat kepergian Aldari dari hadapan dirinya saat ini, Alex langsung melangkahkan kakinya menuju ke arah dimana letak meja kerjanya.


"Ck, gadis itu benar-benar membuatku darah tinggi saja!" gerutu Alex ketika sudah duduk di kursi kerjanya sambil melihat layar komputer yang ada di hadapannya itu.


"Nona, silahkan!" ujar Jastin mempersilahkan Aldari untuk masuk ke ruangan pribadi milik Alex untuk berganti pakaian.


"Terima kasih tuan!" balas Aldari ketika dirinya sudah di antar oleh sang sekretaris Jastin untuk menganti pakaiannya.


"Sama-sama nona!" balas Jastin dengan ramah terhadap calon sekretaris CEO-nya itu.


"Wah-wah...yang benar saja ada ruangan seperti di dalam ruangan kerja tuan Alex!" gumam Aldari sambil celingukan melihat ke arah sekeliling ruangan pribadi milik Alex itu.


Aldari langsung masuk ke dalam ruangan pribadi milik Alex. Aldari langsung berdecak kagum melihat ruangan pribadi milik Alex yang begitu mewah dan nyaman itu.


Aldari yang sedang kagum melihat ruangan pribadi milik Alex sampai saat ini, dan dirinya sampai lupa tujuan utama dirinya untuk masuk ke ruangan pribadi milik Alex itu.


"lsh, kan aku jadi lupa. Untuk apa aku kesini!" gumam Aldari memaki dirinya sendiri lantaran bisa-bisa nya dirinya melupakan tujuan utama dirinya ke ruangan pribadi milik Alex untuk berganti pakaian.


Dengan cepat Aldari langsung mengeluarkan isi dari dalam paber beg yang di berikan oleh Alex untuk dirinya.


"Wah, pakaian ini benar-benar sangat cantik lembut lagi!" puji Aldari yang sedang menatap dirinya di pantulan cermin yang begitu besar ukuran di ruangan pribadi milik Alex saat ini.


Tanpa berlama-lama, Aldari langsung mengganti pakaian nya tanpa melihat kiri dan kanan di ruangan itu bahkan dirinya sendiri tidak tahu bahwa ruangan pribadi milik Alex itu terpasang cctv-nya.


Alex yang tak sengaja melihat ke arah layar di mana layar tersebut menampilkan rekaman cctv di seluruh ruangan kerja nya Alex langsung menelan ludahnya dengan kasar.


"Apa apaan gadis itu!" geram Alex melihat layar rekaman cctv itu.


"Benar-benar gadis itu"

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2