Menjadi Pembantu Tuan Muda Arogan

Menjadi Pembantu Tuan Muda Arogan
76. Menjadi pembantu tuan muda arogan


__ADS_3

"Kau pergi lah keluar dari mobil ku ini!" usir Alex tanpa melihat ke arah dimana Aldari yang sedang duduk dan bingung melihat sikap Alex pada dirinya tersebut.


Alex yang merasa Aldari tidak bergerak dari duduknya pun menoleh ke arah dimana Aldari sedang menatap dirinya dengan bingung.


"Apa kau juga tidak mengerti yang diriku bilang saat ini!" ujar Alex dengan menahan kesalnya terhadap Aldari tersebut.


Aldari yang mendengar ucapan dari Alex pun langsung menoleh ke arah dimana Alex sedang menatap dirinya dengan kesal.


"Maaf tuan, cicit Aldari sedang suara lirih nya tersebut.


"T-tuan, s-saya tidak bisa membuka pintu mobil tuan ini!" ujar Aldari dengan suara lirih nya tersebut.


Alex yang mendengar Aldari menyebut dirinya tidak bisa membuka pintu mobil miliknya pun langsung menoleh ke arah dimana Aldari sedang menundukkan kepalanya tersebut.


"Apa kau bilang tadi!" ujar Alex melihat ke arah Aldari tersebut.


"Apa diriku tidak salah dengar, Kau tidak bisa membuka pintu mobil ku ini"! ujar Alex sambil melirik sekilas ke arah dimana sang sekretaris nya Jastin menuju ke arah mobil nya tersebut.


"Norak sekali dirimu!" ujar Alex dengan suara mengejek Aldari tersebut.


Alex langsung merogoh saku jasnya untuk mengambil handphone miliknya tersebut dan langsung menghubungi sang sekretaris Jastin.


Drrtt...drrtt...drrtt


Jastin yang mendengar suara handphone nya yang berdering pun langsung mengambil handphone miliknya di saku jasnya tersebut.


Tanpa melihat siapa yang sedang menghubungi dirinya, Jastin sudah tahu siapa yang menelepon dirinya tersebut.


Tak mau membuat si pria arogan itu mengamuk Jastin langsung menggeser layar hijau di handphone nya tersebut.


"Halo tuan!" jawab Jastin menerima telepon dari CEO nya tersebut.


"Kau cepat lah melangkah Jastin, jangan seperti pengantin saja jalan kau itu!" ujar Alex setelah sambungan telepon dari nya di terima oleh sang sekretaris Jastin tersebut.

__ADS_1


Jastin yang mendengar ocehan sang CEO nya tersebut pun langsung mengumpat dalam hati nya tersebut.


"Seenaknya saja mengatai diriku jalan seperti pengantin!" batin Jastin yang kesal terhadap CEO nya tersebut.


"Jastin...apa kau mendengar ucapan ku!" kenapa kau mala hanya diam saja. ujar Alex dengan suara yang begitu melengking, sehingga membuat Jastin langsung menjauhkan handphone miliknya dari telinga nya tersebut.


"lya...saya dengar tuan, ujar Jastin sambil mengusap telinga nya yang terasa berdengung setelah Alex memanggil dirinya dengan suara yang lumayan keras.


Setelah Alex bicara dengan sang sekretaris nya Jastin, Alex langsung memutuskan sambungan telepon dari sang sekretaris nya secara sepihak.


Dan itu tentunya membuat sang sekretaris Jastin mendengus kesal akan sikap CEO nya tersebut. Yang memang semena-mena jika setelah menghubungi dirinya tersebut.


"Mau heran..." tapi itulah Alex.


Sesampainya Jastin di mobil CEO nya, Jastin langsung membuka pintu mobil dimana Aldari sedang duduk sambil melirik ke arah dimana Alex sedang menatap dirinya dengan tatapan kesal.


Ceklek


Terdengar suara hendel pintu mobil di buka dari luar.


Aldari yang melihat pintu mobil sudah terbuka lebar, Aldari langsung ke luar dari dalam mobil tersebut.


Tak lupa Aldari mengucapkan terima kasih pada sang sekretaris Jastin tersebut.


"Terima kasih tuan!" ujar Aldari sambil membungkukkan tubuhnya sedikit ke arah dimana sang sekretaris Jastin berdiri.


"lya sama-sama. Non-" belum sempat Jastin melanjutkan ucapannya, terdengar suara Alex yang tampak tak suka jika Aldari bicara dengan sang sekretaris Jastin tersebut.


"Kenapa kau malah memanggil Sekretaris ku dengan sebutan tuan!". Apa Jastin itu tuan mu?" tanya Alex dengan suara dingin nya tersebut.


Aldari dan Jastin yang mendengar suara Alex dari dalam mobil pun langsung menoleh ke arah sumber suara tersebut.


"Apa tenggorokan dirinya tidak sakit!" dari tadi dirinya asyik mengeluarkan suara yang begitu keras. Batin Aldari sambil melihat ke arah dimana Alex sedang tampak kesal terhadap dirinya tersebut.

__ADS_1


"Kenapa kalian malah menatap ku seperti melihat hantu saja!" tanya Alex pada dua manusia yang sedang menatap dirinya tersebut.


"Menyebalkan sekali" gumam Alex yang masih bisa di dengar oleh Aldari dan juga sang sekretaris Jastin.


"Apa yang kau tunggu lagi," segera lah kau masuk ke mansion, ujar Alex dengan kesal melihat tingkah Aldari yang memang betah berada dekat Sang sekretaris nya Jastin tersebut.


Dan itu membuat Alex kesal setengah mati pada manusia yang sedang berdiri di luar mobil nya tersebut.


"Cepat lah kau masuk Jastin!" ujar Alex tanpa melihat ke arah dimana Aldari dan Jastin saling beradu tatap.


"Nona anda segera lah masuk ke dalam mansion," kepada pelayan mansion sudah menunggu anda di depan!" ujar Jastin pada Aldari tersebut.


Aldari yang mendengar ucapan dari sang sekretaris Jastin pun langsung mengangguk kan kepalanya bertanda dirinya mengerti akan ucapan dari sang sekretaris Jastin tersebut.


"Baik tuan, jawab Aldari dengan suara kecil nya tersebut.


Setelah memastikan Aldari sudah masuk ke dalam mansion milik Alex. Jastin langsung memutari mobil untuk masuk ke dalam mobil tersebut.


"Apa kau punya hubungan dengan gadis nakal itu Jastin?" tanya Alex pada sang sekretaris Jastin yang telah duduk di kursi mengemudi mobil tersebut.


"Aku perhatikan kau sangat dekat dengan gadis nakal itu!" ujar Alex dengan suara dingin milik nya tersebut


Jastin yang mendengar ucapan dari sang CEO nya pun dibuat terkejut atas tuduhan yang tidak masuk akal tersebut.


"Say-" belum sempat Jastin menjawab pertanyaan dari CEO nya, langsung dipotong ucapan nya oleh Alex tersebut.


"Kau cepat lah hantarkan diriku ke tempat itu!" ujar Alex yang tampak kesal terhadap sang sekretaris nya Jastin tersebut.


Bersambung


Mampir juga ke Novel baru ku yah, teman-teman!!!


Penjara Cinta Sang Billionaire.

__ADS_1


Semoga suka 💞


__ADS_2