
Apa yang di bilang oleh Alex tentang sosok Aldari yang sedikit memiliki otak yang begitu lemot memang benar adanya. Buktinya sekarang ini!!!" Aldari tidak memikirkan sebelum dirinya bertindak apa yang akan terjadi terhadap dirinya nanti setelah melakukan hal yang tak di sukai oleh Alex tersebut.
Berurusan dengan seorang Alex Anggara Wilson bukanlah hal yang baik. Jika seorang Alex Anggara Wilson sudah marah tak ada yang bisa menenangkan diri nya tersebut termasuk sekalipun sang Mommy nya tersebut.
Tampak wajah Aldari sudah di penuhi oleh keringat dingin yang telah menetes dari muka nya tersebut. Sambil memegang paber bag yang dirinya bawah dari mansion Alex, Aldari melangkah dengan sangat hati-hati sambil memperhatikan keadaan di sekitarnya tersebut.
Beberapa langkah lagi Aldari bisa sampai di depan pintu utama ruangan tersebut, walaupun di banjiri oleh keringat dingin yang menetes di muka mulus nan putih milik Aldari tersebut dirinya sangat hati-hati sambil melangkah dan melihat ke arah dimana ada terpasang kamera cctv yang sedang mengarah ke tempat dimana Aldari sedang berdiri. Karena kamera cctv yang Alex pasang di dalam ruangan itu berfungsi mengelilingi ruangan tersebut.
Beberapa langkah lagi Aldari yang bisa sampai di depan pintu ruangan tersebut dirinya pun langsung melihat arah dimana ada beberapa orang yang sedang melakukan pengecekan ruangan tersebut yang beberapa menit lagi akan segera di adakan pesta yang begitu meriah oleh pebisnis no satu di kota X tersebut.
Aldari yang tadinya ingin berbalik badan untuk menghindari beberapa orang yang sedang melakukan mengecek ruangan tersebut pun harus ikhlas ketika dirinya di datangi oleh orang tersebut.
__ADS_1
Aldari yang di tatap oleh beberapa orang yang sedang memeriksa ruangan tersebut pun langsung panik pasalnya salah seorang dari orang itu sedang menghampiri dirinya yang sedang menatap dirinya tersebut.
"Maaf nona, apa anda membutuhkan sesuatu?" tanya sala satu di antara mereka yang melakukan pengecekan ruangan tersebut.
Aldari yang di tanya seperti itu pun langsung dibuat gugup, di tambah lagi otak nya di buat mendadak tak bisa berfikir karena saking paniknya dirinya tersebut.
"Untuk menghilangkan rasa gugupnya Aldari pun berdehem untuk mencairkan suasana di hadapan dirinya saat ini!"
Salah satu petugas yang bekerja untuk mengecek keamanan ruangan itu pun langsung menawarkan diri untuk membantu Aldari menjemput teman yang dimaksud oleh Aldari tersebut.
Aldari yang mendengar petugas tersebut menawarkan bantuan untuk dirinya pun langsung panik karena dirinya hanya berbohong kepada petugas keamanan ruangan tersebut.
__ADS_1
"Hm...anu...hm...anu, nggak usah pak terima kasih bantuannya. Saya bisa keluar sendiri jemput teman saya!" tolak Aldari untuk menerima bantuan dari petugas keamanan ruangan tersebut.
Tanpa merasa curiga terhadap sikap Aldari, petugas keamanan ruangan tersebut pun langsung mengganggu kan kepalanya tanda mengerti apa yang Aldari ucapkan pada petugas keamanan ruangan tersebut.
Petugas keamanan ruangan tersebut pun langsung pamit pada Aldari yang masih sedang berdiri tak jauh dari pintu utama ruangan tersebut.
Setelah petugas keamanan ruangan itu pergi, Aldari langsung bernapas dengan lega karena dirinya tak di curiga oleh petani tersebut.
"Huh, hampir saja diriku ketahuan!" batin Aldari ketika melirik ke kiri dan kanan untuk memastikan bahwa tempat itu tidak ada orang lainnya selain dirinya sendiri.
Bersambung
__ADS_1