Menjadi Pembantu Tuan Muda Arogan

Menjadi Pembantu Tuan Muda Arogan
126. Menjadi pembantu tuan muda arogan


__ADS_3

Di Office


Ceklek,


Alex membuka pintu ruangan kerja nya, Alex langsung tersenyum lebar lantaran apa yang dirinya inginkan sudah dilakukan sempurna oleh sang sekretaris nya yang serba bisa di handalnya dalam urusan apapun itu, siapa lagi kalau bukan Jastin, sang sekretaris yang bisa diandalkan oleh Alex untuk segala urusannya.


Alex langsung beralih menatap kearah sang sekretaris nya dan juga memberikan sedikit senyuman manis untuk sang sekretaris nya itu.


"Good job!" puji Alex menepuk pelan bahu sang sekretaris nya sambil menuju ke arah dimana kursi kerjanya berada.


Sambil duduk di kursi kerjanya, Alex menatap Aldari dari ujung rambut hingga ujung kaki melihat penampilan Aldari yang hanya mengenakan pakaian biasa saja yang tak ada sama sekali kriteria sebagai sekretaris.


"Jastin!" seru Alex memanggil sekretaris nya itu.


Jastin yang di panggil oleh CEO-nya itu pun langsung menoleh ke arah sumber suara.


"Iya tuan!" jawab Jastin ketika dirinya di panggil oleh CEO-nya.


"Kau pergi lah ke butik untuk membelikan beberapa setelan baju untuk gadis itu, tunjuk Alex melihat ke arah dimana Aldari sedang berdiri!" kata Alex sambil melirik sekilas ke arah Aldari.


Tanpa bertanya-tanya, Jastin langsung undur diri dari ruangan kerja CEO-nya itu untuk mencari apa yang telah di perintahkan oleh CEO-nya itu kepada dirinya.

__ADS_1


"Saya permisi dulu tuan!" pamit Jastin kepada CEO-nya.


Ehem,


Alex hanya berdehem untuk menanggapi ucapan dari sang sekretaris nya itu.


Setelah kepergian Jastin dari ruangan itu, Alex langsung fokus menatap layar yang ada dihadapannya itu tanpa memperdulikan Aldari yang sedang menatap dirinya.


"Huh, malang sekali hidup ku ini. Yang tak di anggap sama sekali di sini!" gumam Aldari sambil sekali-sekali dirinya mencuri pandang ke arah dimana Alex sedang fokus menatap layar komputer.


Walau Alex sedang menatap layar komputer yang ada di hadapannya saat ini. Dirinya juga tahu gadis yang sedang berdiri tak jauh dari meja kerjanya itu sedang gelisah lantaran dirinya tak menyuruh gadis itu untuk duduk.


"Sungguh kejam sekali tuan mu Aldari Aldari"


Aldari yang di panggil oleh Alex seketika dirinya langsung menoleh ke arah sumber suara yang sedang menatap dirinya.


"Apa kau tidak melihat meja dan kursi yang ada di hadapan dirimu itu?" tanya Alex dengan nada ketus sambil berjalan mendekati Aldari yang sedang berdiri sambil menundukkan kepalanya.


"Huh, dasar gadis lemot!" seru Alex sambil menarik tangan mungil Aldari untuk mendekati meja kerja yang akan ditempati oleh Aldari beberapa menit lagi.


Aldari hanya mengikuti langkah kaki Alex ketika tangan mungil dirinya di tarik oleh Alex.

__ADS_1


"Sekarang kau duduk di sini dan untuk kedepannya kau akan ikut bersama diriku pergi ke Office karena kau akan menjadi sekretaris ku!" kata Alex sambil menatap wajah Alex dengan tatapan intens.


"Apa kau mengerti?" tanya Alex ketika dirinya sudah kembali ke meja kerjanya.


"Sekretaris!" beo Aldari yang mengulangi lagi ucapan yang Alex lontarkan untuk dirinya.


"T-tapi t-tuan!" seru Aldari dengan memberanikan dirinya dengan gugup.


Aldari yang di tatap oleh Alex begitu tajam langsung menundukkan kepalanya karena tak berani menatap wajah Alex begitu garang melihat dirinya.


"Apa diriku memberikan pilihan untuk dirimu!" kata Alex dengan sedikit meninggikan volume suaranya terhadap Aldari.


"Kau kemari lah!" panggil Alex menyuruh sekretaris baru nya untuk mendekati dirinya.


Tok,


Tok,


Tok,


Alex yang tadinya ingin menyuruh Aldari untuk mendekati dirinya, seketika Alex langsung menoleh ke arah sumber suara karena seseorang mengetuk pintu ruangan kerja nya.

__ADS_1


"CK, mengganggu saja!" kesal Alex melihat ke arah pintu masuk ruangan kerja nya.


Bersambung


__ADS_2