
Masuk.
Ucap Alex terhadap orang yang telah mengetuk pintu ruangan kerja nya tersebut.
Permisi tuan, ucap sang sekretaris Jastin masuk ke dalam ruangan kerja Alex tersebut.
Alex pun menoleh ke arah sumber suara tersebut.
Ketika pintu ruangan kerja Alex di buka oleh sang sekretaris Jastin tersebut. Dan sekretaris Jastin sedang menenteng sebuah paper bag. Saya mau mengantar kan pesanan anda tadi tuan, ucap Jastin kepada sang bos nya tersebut.
Alex pun melirik apa yang di pegang sang sekretaris nya tersebut.
Kau, berikan saja pada gadis nakal itu, ucap Alex yang melirik ke arah Aldari yang sedang duduk di sofa tak jauh dari meja kerja nya tersebut. Seketika Jastin Langsung menoleh ke arah Aldari yang sedang duduk manis di sofa ruangan kerja Alex.
Apa dia bilang? gadis nakal.
Huh, menyebalkan sekali seenak nya saja mulut nya bicara, ingin rasanya aku mencekik lehernya itu sampai tak bernafas, gumam Aldari dalam hati nya tersebut.
Tapi apalah daya, Aldari hanya bisa berandai-andai, nyata nya Aldari begitu takut terhadap Alex. Apalagi kalau sang tuan muda Alex sudah marah + kesal.
Alex tahu, Aldari sedang kesal terhadap dirinya, yang mengatai dirinya gadis nakal.
Kau tidak perlu mengumpat ku di dalam hati mu itu, ucap Alex yang melirik ke arah Aldari duduk di sofa ruangan kerja nya tersebut, memang kenyataan kau itu gadis yang sangatlah nakal. Ucap Alex dengan suara datar nya tersebut.
Aldari yang mendengar ucapan Alex, pun langsung terkejut dan menoleh ke arah Alex duduk. Apa dia bisa baca pikiran orang? kenapa dia tahu! aku sedang mengumpat dirinya gumam Aldari dalam hati nya tersebut.
Jastin Langsung menghampiri Aldari yang tengah duduk di sofa ruangan kerja Alex, Nona ini obatnya. Ucap Jastin Rama kepada Aldari, Aldari langsung meraih paper bag yang di berikan oleh sang sekretaris Jastin tersebut.
Terima kasih tuan, ucap Aldari yang tersenyum manis kepada sang sekretaris Jastin, dan itu tak luput dari perhatian dari Alex, yang tengah memperhatikan Aldari yang tengah tersenyum manis kepada sang sekretaris nya tersebut.
Kau pergi lah keluar Jastin, ucap Alex dengan suara datar nya tersebut.
Alex tidak suka ketika sekretaris Jastin dan Aldari bicara yang begitu sok sok akrab. Apalagi ketika melihat Aldari tersenyum begitu manis terhadap sang sekretaris nya Jastin tersebut.
Belum sempat Jastin menjawab ucapan terima kasih dari Aldari, terdengar suara datar dari sang bos yang mengusir dirinya dari ruangan itu. Jastin langsung menoleh ke arah sang bos nya tersebut dan dengan cepat Jastin keluar dari ruangan itu.
Setelah kepergian sang sekretaris nya Jastin, Alex melirik Aldari yang sedang memegang obat salep dari Jastin, kenapa kau, hanya menolak balik obat itu? ucap Alex yang langsung berdiri dari tempat duduknya dan berjalan mendekati Aldari duduk, apa kau tidak bisa baca? ucap Alex dengan suara datar nya tersebut.
Aldari pun langsung menoleh ke arah Alex, yang sedang mendekati diri nya tersebut, seketika jantung Aldari terasa senam jantung karena melihat Alex mendekati diri nya yang duduk di sofa ruangan kerja Alex tersebut.
Alex yang melihat wajah Aldari berubah menjadi tegang, pun tersenyum tipis. Karena bagi Alex begitu lucu ketika wajah Aldari berubah menjadi tegang seperti itu.
Sesampai di kursi di mana Aldari duduk,Alex langsung meraih kotak obat yang di antar oleh Jastin tadi ke ruang kerja nya tersebut.
Aldari yang melihat Alex sikap manis terhadap dirinya pun menjadi was was terhadap pria tampan yang sedang duduk di sofa bersama nya tersebut.
Kau, tidak perlu menatap wajah ku seperti itu, aku tahu aku ini sangatlah tampan, ucap Alex yang begitu percaya diri, yang memuji dirinya sendiri.
__ADS_1
Mendengar ucapan Alex tersebut, Aldari hanya bisa melirik sekilas ke arah Alex yang begitu besar percaya diri sang tuan muda Alex yang arogan itu.
Toh, Aldari mau membalas ucapan sang tuan muda Alex. Mana berani dirinya.
Aldari yang sedang membicarakan Alex dalam hati nya, seketika dirinya terkejut, ketika Alex menyentuh pipi chubby Aldari bekas tamparan perempuan yang bekerja di perusahaan jaya Tama tersebut.
T-tuan, ucap Aldari dengan gugup, pasalnya wajah Aldari dan Alex begitu dekat. Ketika Alex mengobati pipi chubby Aldari bekas tamparan tadi, apa ini masih sakit? ucap Alex sambil mengoles obat di wajah Aldari. Alex yang tak dapat jawaban dari Aldari pun dibikin kesal, "apa kau tuli? ucap Alex dengan nada suara nya yang lumayan keras, sehingga membuat Aldari langsung terkejut dan dengan cepat Aldari menggeleng kan kepala nya.
Tidak t-tuan, ucap Aldari dengan gugup. Alex yang mendengar jawaban Aldari tersebut pun langsung tersenyum bahkan nyaris tak terlihat senyuman nya.
Selesai Alex mengobati pipi Aldari, Alex langsung bangkit dari duduknya dan berjalan menuju ke kursi kebesarannya, dan kau bersiap siap lah sepuluh menit lagi kita akan pulang. Ucap Alex tanpa menoleh ke arah Aldari yang sedang duduk di sofa ruangan kerja Alex tersebut.
Kau mendengar ucapan ku? ucap Alex dengan suara datar nya tersebut.
lya tuan, ucap Aldari dengan suara kecil nya, namun masih bisa di dengar oleh Alex.
Setelah sepuluh menit menunggu, kini Aldari mau pun Alex dan sekretaris nya Jastin, bersiap siap untuk pulang menuju ke mansion alex.
Ketika sampai di parkiran mobil khusus CEO, Jastin langsung membuka pintu mobil untuk CEO nya tersebut, ketika Alex mau masuk ke dalam mobil. lya melirik ke arah Aldari yang ingin membuka pintu mobil bagian depan.
Kau, ucap Alex kepada Aldari yang ingin membuka pintu mobil. Aldari yang merasa dirinya di panggil oleh Alex, pun langsung menoleh ke arah Alex. lya tu-tuan ucap Aldari dengan suara lirih nya tersebut.
Kau duduk di belakang bersama ku, ucap alex yang melirik ke arah sang sekretaris nya Jastin, yang sedang memperhatikan dirinya dan Aldari tersebut.
Mata mu jaga, Jastin, ucap Alex dengan suara datar nya tersebut, seketika sang sekretaris Jastin langsung mengalihkan pandangannya ke arah lain.
Apa yang kau tunggu lagi, ucap Alex kepada Aldari yang Hanya berdiri, seketika Aldari langsung membuka pintu mobil bagian belakang. Setelah dirinya mendengar suara Alex tersebut.
Apa kau sudah atur jadwal meeting ku yang tertunda, ucap Alex kepada sang sekretaris nya Jastin tersebut, Jastin yang mendengar ucapan Alex seketika dirinya terkejut, karena dirinya sedang memikirkan sikap Alex terhadap Aldari.
Sudah tuan, ucap Jastin dengan gugup.
Bagus.
Ucap Alex dengan suara datar nya tersebut.
Seketika Alex melirik ke arah Aldari yang hanya diam mendengarkan pembicaraan nya dengan sang sekretaris nya Jastin.
Jastin, besok kau pesan kan pakaian untuk gadis nakal ini, ucap Alex kepada sang sekretaris nya Jastin sambil melirik ke arah Aldari yang sedang duduk manis di dekat jendela mobil tersebut. Seketika Aldari langsung menoleh ke arah Alex yang sedang membicarakan tentang dirinya tersebut.
Huh, menyebalkan sekali, bilang aku gadis nakal, gumam Aldari dalam hati nya.
Baik tuan ucap sang sekretaris Jastin tersebut. yang melihat Alex melalui kaca spion mobil nya.
Setelah menempuh perjalanan sekitar lima belas menit, kini Aldari, Alex dan sang sekretaris nya Jastin. Telah sampai di mansion Alex.
Kepala pelayan mansion menyambut kedatangan tuan muda Alex tersebut, karena hari ini semua para pelayan mansion utama telah kembali setelah libur beberapa hari.
__ADS_1
Sampai di pintu utama, kepala pelayan mansion langsung menyambut kedatangan mereka. Alex yang tahu para pelayan mansion pulang hari ini, seketika dirinya memerintahkan kepala pelayan mansion untuk merapikan kamar utama yang berada di lantai dua, untuk di tempati oleh Aldari.
Kau rapikan kamar utama yang di lantai dua, ucap Alex sambil berjalan menuju ke dalam mansion nya tersebut.
Baik tuan, ucap kepala pelayan mansion tersebut, sambil berjalan mengikuti langkah kaki sang tuan muda Alex tersebut.
Apa aku tidak salah dengar?
Gumam Aldari dalam hati nya tersebut.
Hari berganti hari bulan berganti bulan, tidak terasa kini Aldari sudah Lima bulan tinggal di mansion Alex yang megah bak istana itu, dan selama itu pula Aldari tak bisa keluar dari mansion Alex tersebut, kecuali Alex sendiri yang membawa Aldari ke office nya untuk menyiapkan keperluan Alex di office.
Seperti pagi ini mansion begitu sibuk dengan para maid maid di mansion yang mengerjakan tugas mereka masing masing, dan Aldari pagi ini iya tak di bawah oleh Alex ke office dan Aldari pun berniat ingin mengikuti kepala pelayan mansion milik Alex ke pasar.
Aldari yang kebetulan sudah selesai dengan pekerjaan nya pun menghampiri kepala pelayan mansion tersebut bibi, panggil Aldari kepala pelayan mansion milik Alex tersebut. Seketika kepala pelayan yang merasa dirinya di panggil pun menoleh ke arah sumber suara tersebut dan iya melihat Aldari sedang menuju ke arahnya dan menatap dirinya dengan tatapan memohon.
lya Nona.
Ada yang bisa bibi bantu?
Ucap kepala pelayan mansion dengan tersenyum kepada diri Aldari tersebut.
Apa bibi hari ini ke pasar? ucap Aldari kepada kepala pelayan mansion tersebut.
Bibi tidak ke pasar belanja nya, tapi ke supermarket. Nona ucap sang Kepala pelayan mansion tersebut.
lya itu maksudnya Al, bibi
Ohh kepala pelayan mansion itu hanya ber oh menangapi ucap Aldari. Memangnya kenapa nona, kalau bibi pergi ke supermarket?
Apa Al bisa ikut bersama bibi? ucap Aldari memohon kepada sang kepala pelayan mansion milik Alex tersebut.
Bibi tidak berani membawa Nona Aldari keluar Mansion, tanpa seizin tuan muda Alex, ucap kepala pelayan mansion tersebut.
Aldari yang mendengar ucapan kepala pelayan mansion tersebut, seketika kakinya menjadi lemas dan tak bisa rasa nya iya berjalan.
Tapi kalau Nona mau ikut bibi, Nona harus minta izin dari tuan muda Alex terlebih dahulu, ucap pelayan mansion tersebut.
Aldari yang mendengar ucapan kata-kata boleh ikut pun langsung bahagia, karena Aldari sudah bosan di Mansion Alex yang tak pernah keluar kecuali dirinya di bawah oleh Alex ke Office nya.
Minta izin beo Aldari.
bersambung
Jangan lupa tinggalkan jejak like and Comen yah guys dan vote juga
Semoga suka 💞
__ADS_1
Selamat membaca 💞
Terima kasih 💞