Menjadi Pembantu Tuan Muda Arogan

Menjadi Pembantu Tuan Muda Arogan
77. Menjadi pembantu tuan muda arogan


__ADS_3

"Hari yang di tunggu-tunggu pun sudah tiba"


Terkecuali Aldari yang tidak tahu menahu tentunya akan maksud hari tersebut.


Setelah menempuh perjalanan sekitar lima belas menit untuk menuju di mana lokasi acara yang akan di adakan oleh Alex untuk merayakan hari jadinya Aldari nantinya.


Dan di sinilah sekarang Alex dengan sang sekretaris Jastin yang selalu siap dan siaga untuk CEO nya tersebut. Yah...walaupun kadang-kadang CEO nya itu ada-adanya tak betul pada dirinya.


"Tapi Jastin selalu setia pada CEO nya tersebut"


Setelah sekitar lima menit Alex mengelilingi melihat tempat untuk merayakan hari ulang tahun Aldari, Alex pun langsung menoleh ke arah dimana sang sekretaris Jastin berdiri.


"Jastin!" panggil Alex pada sang sekretaris nya Jastin tersebut yang berbeda di belakang dirinya tersebut.


Jastin yang mendengar CEO nya memangil dirinya pun langsung menoleh ke arah dimana CEO nya sedang berdiri.


"lya tuan!" jawab Jastin dengan suara tegas milik nya tersebut.


Kau pastikan semua ruangan ini terpasang kamera cctv-nya. Dan jangan sampai satu ruangan yang tidak memiliki cctv-nya.


"Dan terkecuali kamar mandi"


"Baik tuan," jawab Jastin pada CEO nya tersebut.


Setelah Alex memastikan keamanan tempat acara untuk merayakan hari ulang tahun Aldari yang ke dua puluh satu tahun. Alex pun tidak lupa untuk menyiapkan MUA yang terbaik di kota X tersebut untuk membantu Aldari nantinya.


Sementara di tempat lain tepatnya di kediaman Alex.


Tampak wajah kepala pelayan mansion milik keluarga Alex tersebut tersenyum melihat ke arah dimana Aldari sedang melangkah kan kakinya menuju pintu utama mansion.


"Bibi!" panggil Aldari ketika dirinya melihat wanita paruh baya di depan pintu masuk utama mansion milik Alex tersebut.


Yang tak lain adalah yang sering Aldari panggil dengan sebutan Bibi, setelah beberapa bulan dirinya tinggal di mansion milik Alex tersebut.


Wanita paruh baya itu pun langsung melangkah mendekati di mana Aldari sedang menghampiri dirinya tersebut.

__ADS_1


"Dari mana saja seharian ini sama tuan Alex!" tanya wanita paruh baya dengan tersenyum melihat ke arah dimana Aldari sedang berdiri di hadapan dirinya tersebut.


Aldari yang mendengar pertanyaan dari wanita paruh baya itu pun langsung tersenyum lebar karena dirinya tak bisa berbohong kepada wanita yang sedang menatap dirinya dengan serius.


Dengan hati bahagia dan juga senyum yang lebar, Aldari langsung melihatkan barang yang Alex belikan untuk dirinya tersebut.


"Bibi," panggil Aldari sambil melihatkan gelang berlian yang telah melingkari tangan mungil milik nya tersebut.


Setelah Aldari menunjukkan gelang berlian pada wanita paruh baya yang sedang memperhatikan dirinya yang sedang menunjukkan gelang tangan berlian tersebut.


"Bibi, tuan Alex membelikan ini!" tunjuk Aldari sambil menyentuh lehernya untuk menunjukkan kalung berlian yang melingkari leher putih milik nya tersebut.


Wanita paruh baya itu melihat apa yang sedang Aldari tunjukkan pun tersenyum melihat ekspresi wajah Aldari yang begitu senang mendapatkan barang yang Alex berikan untuk Aldari tersebut.


"Apa nona suka?" tanya wanita paruh baya dengan tersenyum melihat tingkah Aldari yang begitu senang mendapatkan barang yang diberi oleh sang tuan muda Alex tersebut.


Aldari yang mendengar ucapan dari wanita paruh baya itu pun langsung menoleh ke arah dimana wanita paruh baya itu sedang menatap dirinya tersebut.


"Suka sih bi...tapi sepertinya tuan Alex tidak ikhlas memberikan barang ini sama Al, bi!" ujar Aldari dengan suara lirih nya tersebut.


"Al tahu bi... bukti nya tuan Alex setelah membeli barang ini, tuan Alex tidak henti-hentinya memarahi Al, bi!" adu Aldari pada wanita paruh baya yang sedang mendengarkan cerita dari Aldari tersebut.


Wanita paruh baya yang mendengar cerita dari Aldair tentang tuan muda Alex nya pun dibuat tersenyum tipis bahkan nyaris tak terlihat oleh Aldari tersebut.


"Tuan Alex bukan tidak ikhlas memberikan barang itu pada nona!" tuan Alex seperti itu pada nona Aldari...itu tandanya tuan Alex peduli terhadap nona Aldari. Ujar wanita paruh baya itu pada Aldari yang sedang memperhatikan gelang tangan pemberian Alex terhadap dirinya tersebut.


Aldari yang mendengar ucapan dari wanita paruh baya itu pun langsung menatap wajah wanita paruh baya tersebut.


"Apa benar seperti itu bi?" tanya Aldari mendongak ke atas melihat wajah wanita paruh baya tersebut.


"lya!" jawab wanita paruh baya itu sedang menganggukkan kepalanya tersebut.


Aldari yang mendengar penjelasan dari wanita paruh baya itu pun langsung tersenyum lebar.


"Bibi!" panggil Aldari pada wanita paruh baya yang sedang menatap dirinya tersebut.

__ADS_1


"lya nona!"


"Apa nona membutuhkan sesuatu!" tanya wanita paruh baya tersebut yang melihat ekspresi wajah Aldari yang begitu serius menatap dirinya tersebut.


"Memangnya tuan Alex mau mengadakan acara bi!" tanya Aldari pada wanita paruh baya yang sedang mendengarkan ucapan dari dirinya tersebut.


"Tuan belum bilang sama bibi," tapi yang bibi dengar dari pelayan yang tinggal di mansion ke dua!" memang tuan Alex mau mengadakan acara, tapi bibi belum tahu kapan acaranya akan di adakan. jelas sang pelayan mansion terhadap Aldari tersebut.


Aldari yang mendengar penjelasan dari kepala pelayan mansion, hanya manggut-mangut bertanda dirinya mengerti akan ucapan dari wanita paruh baya tersebut.


"Apa tuan Alex akan membawa para pelayan mansion ke tempat acara yang akan diadakan bi?" tanya Aldari pada wanita paruh baya yang sedang menatap dirinya tersebut.


"Biasanya kalau tuan Alex mengadakan acara di luar mansion," tuan Alex akan membawa beberapa para pelayan mansion untuk membantu ke keperluan tuan di tempat acaranya. jelas kepala pelayan mansion terhadap Aldari tersebut.


"Oh...begitu yah bi!" jawab Aldari pada wanita paruh baya tersebut.


"lya nona"


"Biasanya kalau tuan Alex mengadakan acara di luar, apa bibi ikut bersama tuan?" tanya Aldari sambil mengikuti langkah kaki wanita paruh baya itu ke dapur untuk melihat para pelayan yang lain yang sedang bekerja.


"Biasanya bibi ikut non!" jawab kepada pelayan mansion sambil memperhatikan para pelayan mansion bekerja.


"Kalau begitu makasih infonya yah bi... seru Aldari tersebut. Kalau begitu Al ke atas dulu yah bi, mau ganti pakaian. Pamit Aldari pada wanita paruh baya tersebut.


"Iya nona" jawab bibi tersebut pada Aldari.


Aldari langsung melangkah kan kakinya menuju di mana kamar pribadi miliknya berada.


Di dalam kamar


Tampak wajah Aldari begitu serius memikirkan akan acara yang akan Alex adakan.


"Bagaimana pun caranya aku harus ikut ke tempat acara yang di adakan oleh tuan Alex, batin Aldari sambil melihat langit-langit kamar pribadi miliknya tersebut.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2