Menjadi Pembantu Tuan Muda Arogan

Menjadi Pembantu Tuan Muda Arogan
69. Menjadi pembantu tuan muda arogan


__ADS_3

Aldari yang tidak mendapatkan jawaban dari Alex pun langsung melangkah kan kakinya menuju di mana gaun di pajang oleh penjaga butik tersebut. "Hm...dia mana mungkin menjawab pertanyaan dari ku!" keluh Aldari dalam hati nya tersebut, "kalau dirinya tidak menjawab pertanyaan dari ku, itu berarti aku memilih dua helai gaun saja, ujar Aldari sambil melihat warna-warna gaun yang cocok untuk dirinya kenakan.


Alex hanya tersenyum tipis melihat ekspresi wajah Aldari begitu tampak masam karena tidak mendapatkan jawaban dari dirinya. "Lima menit lagi waktu mu untuk memilih gaun itu!" ujar Alex sambil berdiri dari duduknya tersebut. Aldari yang mendengar ucapan dari Alex seketika dirinya langsung mengambil gaun yang berwarna putih untuk dirinya tersebut.


Selesai Aldari memilih gaun, Aldari langsung melangkah kan kakinya menuju di mana Alex sedang menatap dirinya tersebut. "Tuan, saya sudah selesai memilih gaun, ujar Aldari ketika dirinya sudah berada di dekat Alex.


Tanpa menjawab ucapan Aldari, Alex langsung saja berlalu dari ruangan gaun tersebut dan di ikuti oleh Aldari dari belakang. Alex yang tadinya melangkah kan kakinya menuju pintu keluar ruangan tersebut, mendadak dirinya berhenti membuka hendel pintu ruangan tersebut. Dan Aldari yang sedang kurang fokus dirinya tak menyadari jika Alex berhenti di depan pintu ruangan tersebut sehingga kepala nya membentur punggung keras Alex tersebut.


Alex yang merasa seseorang yang menabraknya pun langsung berbalik dan melihat Aldari yang sedang menundukkan kepalanya, karena takut akan amukan dari pria arogan yang sedang menatap dirinya dengan tatapan tajam.


"Selain memiliki otak lemot kau juga sangat ceroboh, ujar Alex dengan ketus menatap Aldari sedang menundukkan kepalanya saja. Setelah Alex mengeluarkan unek-unek hati nya kepada Aldari, Alex pun berbalik membuka hendel pintu ruangan tersebut.


Ceklek


"Terdengar suara pintu di buka dari dalam"


Alex dan Aldari pun langsung melangkah kan kakinya menuju di mana Jastin dan penjaga butik sedang menunggu mereka berdua. Tanpa basa-basi Alex langsung menyuruh sang sekretaris Jastin untuk membayar gaun yang Aldari pilih beberapa jam di dalam ruangan dimana gaun tersebut di pajang.


"Jastin kau bayar gaun yang di pilih oleh gadis nakal itu!" ujar Alex sambil melirik sekilas di mana Aldari sedang berdiri tak jauh dari tempat itu. Jastin yang mendengar perintah dari sang CEO nya tersebut pun langsung melangkah kan kakinya menuju di mana Aldari sedang berdiri untuk mengambil gaun yang Aldari pilih tersebut.


"Maaf nona, saya mau membayar gaun yang nona pilih tadi, ujar Jastin meminta gaun yang ada di dalam genggaman tangan Aldari tersebut. Aldari yang mendengar ucapan dari sang sekretaris Jastin pun langsung memberikan gaun yang di minta oleh Jastin tersebut.


Setelah menerima gaun dari Aldari, Jastin pun langsung menuju ke tempat kasir untuk membayar gaun yang di pilih oleh Aldari tersebut. Aldari yang melihat Alex sedang fokus menatap layar handphone nya dengan fokus membuat Aldari tak berani mendekati Alex tersebut.


"Hm, seperti nya tuan Jastin masih lama membayar gaun tadi!" ujar Aldari sambil celingukan melihat ke arah dimana Jastin berada. Lebih baik aku pergi saja ke toilet sebentar, "sebelum tuan Jastin kembali setelah membayar gaun tadi-" Aldari pun mendekati salah satu penjaga butik tersebut untuk menanyakan dimana letak toilet tersebut.


"Maaf mbak mengganggu, saya mau tanya!" toilet di mana ya... saya mau numpang ke toilet. tanya Aldari kepada penjaga butik tersebut.

__ADS_1


Penjaga butik yang mendengar suara seseorang pun langsung menoleh di mana Aldari sedang berdiri di samping mereka. "Toilet nya ada di sebelah ruangan itu nona, nanti nona belok kiri sampai di ruangan sebelah nya!" ujar salah seorang penjaga butik tersebut kepada Aldari.


Aldari yang telah tahu di mana letak toilet tersebut pun langsung menuju ke arah toilet.


Beberapa detik Aldari pun sampai di depan toilet tersebut.


Alex yang selesai melihat layar handphone nya pun baru sadar jika Aldari tidak ada di ruangan tersebut.


"Di mana gadis nakal itu!" ujar Alex sambil melihat ke sekeliling ruangan butik tersebut.


"Apa gadis nakal itu melarikan diri" gumam Alex dalam hati nya sambil merogoh saku jasnya mengambil handphone nya tersebut.


Alex langsung menggeser layar handphone untuk menghubungi sang sekretaris nya tersebut.


Tanpa basa-basi Alex langsung menekan nomor sang sekretaris Jastin.


"Jastin kau segera temui diriku, ujar Alex setelah tersambung dengan sang sekretaris nya tersebut.


Tut...Tut...Tut


Jastin yang tadinya ingin menjawab pertanyaan dari sang CEO nya pun langsung mendengus kesal melihat layar handphone nya yang telah mati.


"Huh dia selalu saja sesuka hati memutuskan sambungan telepon, gerutu Jastin sambil meletakkan handphone nya ke dalam saku jasnya tersebut.


"Maaf mbak, gaun ini saya titipkan di sini sebentar, karena CEO saya menghubungi saya tadi"! karena ada sesuatu yang terjadi. ujar Jastin memberi penjelasan kenapa penjaga butik tersebut.


Penjaga butik yang mendengar ucapan dari sang sekretaris pebisnis no satu di kota X tersebut pun hanya menganggukan kepalanya.

__ADS_1


Setelah memberitahu pada penjaga butik, Jastin langsung melangkah kan kakinya menuju di mana sang CEO nya sedang menunggu dirinya tersebut.


"Permisi tuan, ujar Jastin setelah sampai di depan CEO nya tersebut.


Alex yang mendengar suara sang sekretaris nya pun langsung menoleh ke arah dimana sang sekretaris nya berdiri.


"Jastin kau cari gadis nakal itu!" rupanya gadis itu ingin melarikan diri dari ku" ujar Alex pada sang sekretaris nya tersebut.


Jastin yang mendengar ucapan dari sang CEO nya pun langsung menoleh ke arah kiri dan kanan untuk memastikan keberadaan Aldari tersebut.


"Apa"


"Gadis itu berani melarikan diri dari manusia arogan ini!" gumam Jastin dalam hati nya tersebut.


Alex yang melihat sang sekretaris nya hanya diam setelah dirinya memberikan perintah untuk mencari Aldari pun dibuat kesal setengah mati.


"Jastin"


"Apa kau tidak mendengar kan ucapan ku barusan, ujar Alex dengan suara dingin nya tersebut.


"lya... tuan, gugup Jastin setelah melihat Alex sedang menahan amarahnya tersebut.


Jastin langsung berlaku dari ruangan itu untuk mencari keberadaan Aldari tersebut.


"Huh kemana gadis itu menghilang, ujar Jastin sambil melangkah kan kakinya menuju di mana pintu ruangan tersebut.


'Awas saja jika gadis nakal itu berani melarikan diri dari ku!" ujar Alex yang mondar-mandir di depan pintu ruangan tersebut untuk menunggu kedatangan sang sekretaris Jastin tersebut.

__ADS_1


"Dimana Gadis itu"


Bersambung


__ADS_2