Menjadi Pembantu Tuan Muda Arogan

Menjadi Pembantu Tuan Muda Arogan
60. Menjadi pembantu tuan muda arogan


__ADS_3

Alex yang melihat memandang yang indah di depan matanya sampai di buat tak berkedip oleh apa yang iya lihat saat ini, dengan cepat Alex menutup pintu kamar pribadi milik nya tersebut. Setelah Alex menutup pintu kamar pribadi milik nya, dan Alex dengan cepat melangkahkan kakinya menuju di mana Aldari berada. Alex langsung mengelilingi tubuh mungil Aldari yang tampak pulas di atas sofa kamar pribadi milik Alex tersebut, dengan posisi Aldari yang tak bisa Alex ungkapan dengan kata-kata.


"Am, gadis nakal ini memang benar-benar tak tahu cara tidur yang benar, apa seperti ini dia tidur?" Apa tidak sakit badannya tidur seperti gaya seperti ini?" begitu banyak pertanyaan yang Alex gumam kan, Alex yang memperhatikan cara tidurnya Aldari yang tak dapat Alex bisa berkata apa-apa.


"Gadis nakal ini memang benar-benar sedang menggoda diriku, gumam Alex dengan percaya dirinya tersebut. Jelas-jelas saat ini Aldari sedang tertidur dengan sangat pulas di tambah kamar yang nyaman dan suhu AC yang sangat mendukung untuk tidur di kamar pribadi milik Alex tersebut.


Setelah puas Alex mengelilingi tubuh mungil Aldari, Alex langsung memposisikan dirinya di dekat di mana Aldari sedang tertidur pulas tersebut. Tampak wajah Alex tersenyum tipis melihat Aldari saking pulas terlelap tidur dan sampai-sampai mengeluarkan air liur nya tersebut, dan itu membuat Alex sampai tak bisa mengondisikan tangannya yang telah entah kemana menjelajahi seluruh tubuh mungil Aldari tersebut.


Alex yang tak bisa lagi mengontrol tangannya yang tak bisa menyentuh tubuh mungil Aldari, tampak tubuh mungil Aldari menggeliat karena seseorang telah menganggu tidur nyenyak nya tersebut.


Dengan perlahan tapi pasti tampak Aldari mulai membuka mata nya dengan perlahan, dan itu tak luput dari pandangan mata Alex tersebut.

__ADS_1


"T-tuan, ujar Aldari setelah sadar dari tidur nyenyak nya tersebut. Dan Aldari begitu gugup melihat dirinya dan Alex begitu dekat dan dengan mudahnya Alex meraba-raba tubuh mungil Aldari tersebut, dengan gerakan cepat Aldari beranjak dari sofa yang ada didalam kamar pribadi milik Alex tersebut.


Tapi sayangnya, Aldari yang kesadaran belum sempurna dari tidurnya sehingga membuat dirinya terhuyung kebelakang. Aldari begitu beruntung karena dengan sigapnya Alex langsung menarik tubuh mungil Aldari tersebut, sehingga membuat tubuh mungil Aldari terjatuh di atas pangkuan Alex tersebut.


"T-tuan, ujar Aldari dengan suara sedikit keras karena Alex menarik tubuh mungil nya tersebut. Ah, untung saja diriku tidak jatuh. Gumam Aldari dalam hati nya tersebut. Aldari belum sadar jika dirinya dengan duduk di atas pangkuan Alex. Aldari langsung menoleh ke arah suara yang memanggil namanya dimana Alex sedang duduk menatap dirinya dengan intens.


"Apa tidur mu nyenyak, tanya Alex pada Aldari yang sedang duduk manis di atas pangkuan dirinya tersebut. Aldari langsung panik mengetahui jika dirinya sedang duduk di atas pangkuan Alex tersebut, Aldari yang panik langsung refleks ingin berdiri dari atas pangkuan Alex tersebut. Tapi sayangnya Alex dengan sigap menahannya agar Aldari tidak bangkit dari atas pangkuan dirinya.


Aldari yang mendengar suara yang mulai tak bersahabat pun langsung menatap wajah Alex tersebut. Alex yang di tatap oleh Aldari pun tak bisa mengontrol nafsunya untuk tidak mengecup bibir yang menggoda milik Aldari tersebut.


Cup.

__ADS_1


Cup.


Alex mengecup beberapa kali bibir milik Aldari tersebut dan itu membuat Aldari langsung terkejut karena tiba-tiba Alex mengecup bibir nya tersebut. Satu kali Alex mencium bibir Aldari yang tak dapat respon dari sang pemilik bibir menggoda itu. Yang ke dua kali Alex mencium bibir Aldari dengan mengigit pelan bibir menggoda Aldari tersebut, dengan terpaksa Aldari langsung membuka mulutnya karena Alex mengigit bibir yang lumayan keras mau tak mau Aldari membuka mulutnya sehingga Alex dengan leluasa mengabsen isi mulut Aldari tersebut.


Alex yang mulai merasakan Aldari hampir kehabisan nafas dengan cepat Alex melepaskan ciumannya dari Aldari tersebut. Alex pun langsung membersihkan sisa-sisa salvinanya dengan Aldari tersebut yang sudah lepas dari ciuman Alex. Dengan cepat Aldari menghirup nafas sedalam dalamnya dalam nya setelah selesai berciuman dengan Alex tersebut. Alex yang melihat Aldari hampir kehabisan oksigen hanya tersenyum saja melihat Aldari tersebut.


"Apa kau mau lagi?" tanya Alex pada Aldari yang sedang mengatur nafas nya tersebut. Aldari yang mendengar ucapan dari Alex dengan cepat menggelengkan kepalanya karena takut pada Alex yang sedang menatap dirinya dengan tatapan tajam.


"ltu belum seberapa yang kau dapat, ujar Alex sambil melangkahkan kakinya menuju ke pintu keluar kamar pribadi milik nya tersebut. sebelum Alex menempel sidik jarinya ke pintu kamarnya, Alex pun langsung berbalik menoleh di mana Aldari yang masih saya diam di tempat nya tersebut.


"Apa yang kau tunggu lagi?" tanya Alex pada Aldari yang hanya diam saja dan tak ikut bersama dirinya keluar dari kamar pribadi milik nya tersebut. Aldari yang mendengar suara keras dari Alex, Aldari langsung melangkah kan kakinya menuju di mana Alex sedang menatap dirinya dengan tatapan tajam.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2