
Aldari yang melihat Alex berjalan ke arah meja yang berada di dalam kamar utama saat ini pun tak curiga terhadap sikap yang Alex tunjukkan saat ini, dan Aldari pikir mungkin Alex akan meletakkan obat-obatan itu di atas meja lantaran dirinya tak bisa meminum obat yang berbentuk seperti tablet itu.
Baru saja Aldari begitu merasa lega lantaran dirinya tak di paksa meminum obat, seketika luntur sudah rasa lega yang Aldari rasakan beberapa detik yang lalu tadi lantaran dirinya melihat Alex saat ini mendekati dirinya yang sedang berada di atas ranjang.
Tok...tok...tok
Alex yang ingin menaiki ranjang mendekati Aldari yang sedang menatap dirinya tanpa berkedip sedikit pun langsung menghentikan aksinya lantaran dirinya mendengar seseorang yang berada di luar kamar itu sedang mengetuk pintu kamar ini.
"Ck, siapa lagi yang mengetuk-ngetuk pintu ini lagi!" umpat Alex yang kesal lantaran dirinya belum juga berhasil memberikan obat yang dirinya pegang saat ini pada Aldari.
Alex langsung meletakkan paber beg yang berisikan obat-obatan itu di atas ranjang di mana Aldari sedang duduk saat ini. Dan Alex langsung berjalan menuju ke arah pintu kamar itu untuk melihat siapa yang telah berani mengganggu dirinya saat ini bersama dengan Aldari.
Ceklek
Pintu kamar utama itu pun langsung Alex buka dengan sangat lebar sehingga Aldari pun bisa melihat siapa yang sedang berdiri di depan pintu kamar saat ini.
"Maaf mengganggu tuan!" sapa pelayan ketika pintu kamar utama telah di buka oleh tuan mudanya dengan wajah yang begitu jutek.
"Kami hanya mengantarkan pesanan tuan!" kata pelayan mansion yang tak nyaman akan tatapan yang diberikan oleh tuan mudanya saat ini.
Ehem
Alex hanya berdehem untuk menanggapi ucapan dari pelayan mansion miliknya yang sedang berdiri di depan pintu kamar utama miliknya saat ini sambil memegang nampan di tangannya.
"Kalian langsung berikanlah kepada gadis itu dan juga sekalian suapi gadis itu juga makan nya!" kata Alex sambil melirik ke arah dimana Aldari sedang menatap mereka di depan pintu kamar utama saat ini.
Setelah mengatakan itu pada pelayan mansion miliknya, Alex langsung berjalan menuju ke arah sofa yang tak jauh dari ranjang kamar utama itu. Dan yang di ikuti oleh pelayan mansion dari belakang.
Dua pelayan mansion itupun pun langsung menghampiri Aldari yang sedang menatap kearah mereka berdua saat ini.
"Nona!" sapa salah satu pelayan mansion sambil tersenyum melihat ekspresi wajah Aldari yang di tunjukkan saat ini.
Aldari yang di sapa oleh pelayan mansion milik Alex pun hanya memberikan senyuman manis ke arah dua orang pelayan yang sedang menatap dirinya saat ini.
__ADS_1
"Nona mendekat lah kemari, kami akan menyuapi nona dengan makanan bubur yang masih hangat ini untuk nona!" kata pelayan dengan suara lembut menyuruh Aldari untuk mendekat.
"Menyuapi!" kata Aldari mengulangi ucapan dari pelayan yang sedang menatap dirinya saat ini.
"lya nona!" kata dua orang pelayan itu dengan kompak dan juga dengan suara kecilnya yang masih bisa di dengar dengan jelas oleh Aldari saat ini.
"Hm, mbak saya bisa makan sendiri!" kata Aldari dengan tersenyum sambil meminta makanannya dari pelayan yang sedang memegang makanan saat ini.
"Tidak nona, nanti tuan bisa marah!" kata pelayan itu sambil melirik sekilas ke arah dimana Alex duduk saat ini.
Aldari langsung mengikuti arah pandang dua pelayan mansion yang melihat ke arah Alex saat ini.
"Huh, memalukan sekali makan saja harus di suapi!" batin Aldari sambil menatap dua pelayan di hadapan dirinya saat ini.
"Baik lah mbak!" kata Aldari dengan pasrah dirinya di suapi oleh pelayan.
Sambil melihat layar handphone miliknya, Alex sesekali melirik Aldari yang sedang di suapi oleh pelayan yang dirinya perintahkan tadi.
Sambil menunggu Aldari selesai makan, Alex mengecek email-email yang masuk di handphone miliknya.
"Nona, ini minuman nya!" kata pelayan memberikan satu gelas pada Aldari yang sudah selesai makan.
"Makasih mbak!" kata Aldari menerima satu gelas minuman itu.
"lya, sama-sama nona!" jawab pelayan sambil tersenyum.
Selesai menyuapi Aldari, dua orang pelayan itu pun pamit undur diri pada Aldari yang sudah selesai makan.
"Kami permisi dulu yah non!" kata pelayan dengan suara pelan agar tuan mudanya tak terganggu.
"lya mbak, makasih!" kata Aldari tersenyum lebar.
Dan dua orang pelayan itu pun tersenyum sambil bangkit dari duduknya.
__ADS_1
Tap...tap...tap
Dua pelayan yang selesai menyuapi Aldari itu pun langsung menghampiri di mana tuan mudanya sedang duduk.
"Tuan, nona sudah selesai makan!" kata salah satu pelayan mansion menatap Alex yang sedang duduk di sofa itu.
Alex langsung menoleh ke arah dimana pelayan mansion miliknya itu sedang berdiri.
"Kalian boleh keluar!" kata Alex dengan suara dingin milik nya.
Dan pelayan itu pun langsung ke luar dari kamar utama itu setelah di perintahkan oleh tuan mudanya.
Setelah melihat pelayan keluar, Alex langsung menoleh ke arah dimana Aldari yang sedang duduk menatap dirinya saat ini dengan tatapan was-was.
Alex langsung bangkit dari sofa dan memegang paper bag yang berisi obat-obatan yang sudah di belikan oleh sang sekretaris Jastin beberapa jam yang lalu.
Sambil berjalan mendekati Aldari, Alex kembali mengambil gelas yang berisi air putih yang tak jauh dari ranjang milik Aldari.
"Kau harus meminum obat ini!" kata Alex sambil membuka bungkusan obat-obatan itu.
Aldari yang mendengar ucapan Alex, seketika dirinya langsung mengubah ekspresi wajah nya lantaran dirinya tak membutuhkan obat-obatan itu lagi.
"Tuan saya tidak membutuhkan obat-obatan itu lagi!" kata Aldari dengan suara lirih nya melihat Alex sedang mendekati dirinya.
"Aku tidak akan menampung orang yang penyakitan di mansion ku ini!" tekan Alex di setiap kata-kata yang diucapkannya dengan suara dingin.
"T-tapi tuan!" kata Aldari dengan suara yang hampir menangis lantaran dirinya benar-benar tak mau meminum obat-obatan itu.
"Tidak ada tapi-tapi, Aldari!" kata Alex dengan suara dingin.
"Kau mau minum sendiri atau diriku yang akan meminum kan obat-obatan ini!" kata Alex dengan menyeringai lebar melihat Aldari saat ini yang sudah ketakutan.
"Biar diriku bantu dirimu minum obat-obatan ini!" kata Alex menaiki ranjang dimana Aldari sedang duduk menundukkan kepalanya karena tak berani menatap wajah Alex saat ini.
__ADS_1
"T-tuan "
Bersambung