Menjadi Pembantu Tuan Muda Arogan

Menjadi Pembantu Tuan Muda Arogan
119. Menjadi pembantu tuan muda arogan


__ADS_3

Di luar kamar utama saat ini, tampak Alex langsung menarik nafas dalam-dalam setelah dirinya keluar dari dalam kamar utama yang di tempat Aldari saat ini.


"Huh, kenapa gadis itu menatap diriku seperti itu!" batin Alex yang berdiri di depan pintu masuk kamar utama itu.


Alex yang mendapatkan tatapan yang tak biasanya dari Aldari hari ini pun membuat seorang Alex Anggara Wilson bisa menjadi gugup hanya mendapatkan tatapan dari gadis biasa seperti Aldari.


"Gadis itu benar-benar keterlaluan!" maki Alex terhadap Aldari yang tak salah apa-apa.


Setelah beberapa menit berdiri di depan pintu kamar utama itu, Alex pun langsung menuruni tangga mansion tujuan dirinya saat ini adalah dapur untuk mencari sesuatu yang bisa meredakan rasa gugupnya.


Tap...tap...tap


Terdengar langkah kaki Alex menuruni tangga, kepala pelayan mansion ke dua yang melihat tuan muda nya menuruni tangga pun langsung menunggu tuan muda nya di ujung anak tangga itu.


Sesampainya Alex di bawah, kepala pelayan mansion ke dua langsung menyapa tuan muda nya itu.


"Tuan!" sapa kepala pelayan mansion mengikuti langkah kaki tuan muda nya ke arah dapur.


Ehem


Alex yang di sapa oleh kepala pelayan mansion miliknya hanya berdehem untuk menanggapi sapaan dari pelayan mansion.

__ADS_1


Sampai Alex di meja makan, Alex langsung meraih gelas dan langsung mengisi gelas yang berada di dalam genggaman tangannya itu.


Glug...glug


Dua kali teguk oleh Alex gelas yang berisi air mineral itu, dan setelah itu Alex langsung menuju ruang tamu di mana sang sekretaris Jastin sedang menunggu dirinya.


Jastin yang melihat CEO-nya yang telah berada di ruang tamu saat ini pun langsung bangkit dari duduknya dan langsung berdiri tak jauh dari tempat CEO-nya sedang duduk saat ini.


"Jastin!" panggil Alex menatap pada sang sekretaris Jastin yang sedang berdiri di hadapan dirinya saat ini.


Jastin yang di panggil oleh CEO-nya pun langsung melihat wajah ke arah dimana CEO-nya duduk.


"Iya tuan!" jawab Jastin dengan suara tegas milik nya.


"Baik tuan!" jawab Jastin menerima perintah dari CEO-nya itu.


Jastin pun langsung berlalu dari ruangan tamu itu untuk memastikan bahwa semua ruangan mansion ke dua milik CEO-nya itu aman sebelum mereka pulang ke mansion utama.


Sementara itu di ruangan lain, Aldari yang sedang sendirian di kamar utama itu yang telah di tinggalkan oleh Alex beberapa menit yang lalu tadi. Aldari pun langsung mengelilingi kamar utama itu untuk mencari jalan keluar agar dirinya bisa ke luar dari mansion milik Alex itu.


Wajah Aldari begitu bahagia ketika dirinya melihat kaca jendela kamar itu yang bisa di buka oleh dirinya itu. Aldari pun langsung mendekati kaca jendela kamar itu dan langsung membuka jendela kamar itu dengan lebar-lebar.

__ADS_1


"Huh, kamar ini lumayan tinggi!" keluh Aldari ketika dirinya melihat ke bawah kamar yang dirinya tempati saat ini.


Aldari menoleh kebelakang untuk mencari sesuatu yang bisa membantu dirinya untuk turun dari dalam kamar utama itu.


Aldari langsung mencari yang bisa dirinya gunakan untuk membantu dirinya turun dari kamar utama itu.


Dan kebahagiaan Aldari saat ini pun langsung bertambah ketika dirinya menemukan sebuah kain yang lumayan panjang dan bisa dirinya gunakan untuk turun dari kamar itu.


"Mudah-mudahan saja ini bisa membantu diriku turun!" batin Aldari kembali melangkah kan kakinya menuju ke arah jendela kamar itu.


Sampai Aldari di jendela kamar itu, Aldari langsung mengikat kain panjang itu di tiang yang tak jauh dari jendela kamar itu.


"Bismillah!" gumam Aldari sambil mengingat kain panjang itu dengan sekuat tenaga yang dimiliki dirinya itu.


Selesai Aldari mengikat kain panjang itu, Aldari langsung mendekati ke arah balkon kamar utama itu.


Sekali lagi Aldari pun memastikan bahwa kain yang akan dirinya gunakan untuk turun itu aman untuk dirinya sendiri.


"Aman!" batin Aldari setelah dirinya menarik-narik kain panjang itu.


Aldari langsung mencoba untuk mengeluarkan satu kaki nya dari pagar balkon kamar utama itu untuk turun.

__ADS_1


"Hey"


Bersambung


__ADS_2