
"Apa loh juga kenal sama tu orang!" tanya Rere yang juga fokus menatap seorang laki-laki tampan yang sedang keluar dari dalam mobil yang tak kalah mewah yang sedang terparkir di halaman depan rumah kontrakan Aldari saat ini.
"Enak jadi diri loh yah Al!" ujar Rere yang bangga terhadap sahabatnya yang bisa kenal sama orang-orang kaya di kota X ini.
Aldari yang mendengar ucapan dari sang sahabatnya pun langsung mendengus kesal lantaran dirinya di bilang enak bisa kenal sama orang-orang kaya.
"Enggak tahu apa?" aku tuh tersiksa tinggal di mansion milik tuan Alex yang begitu arogan terhadap diriku!" ujar Aldari dengan suara ketus miliknya sambil melirik ke arah dimana sang sekretaris Jastin yang sedang berdiri di depan pintu rumah kontrakan nya saat ini
"Enak loh bilang, gue hampiri mati berdiri berusaha untuk keluar dari mansion tuan Alex, tahu nggak loh!" sungut Aldari yang sedang menatap kesal ke arah sang sahabat nya saat ini.
Rere yang masih fokus melihat rumah kontrakan Aldari ketika dirinya melihat seseorang yang begitu tampan pun sampai tak menghiraukan sang sahabatnya lagi bicara dengan dirinya saat ini.
"Re, panggil Aldari sambil menatap ke arah halaman rumah kontrakan saat ini yang sedang kedatangan dua tamu sekaligus yang tak diinginkan oleh Aldari saat ini.
Rere yang mendengar Aldari memanggil dirinya pun langsung terkejut dan langsung menoleh ke arah sumber suara yang saat ini masih saja fokus melihat rumah kontrakan nya saat ini.
"Ada apa Al?" tanya Rere ketika dirinya di panggil oleh sang sahabatnya.
Aldari yang mendengar suara Rere pun langsung menoleh ke arah dimana sang sahabat nya sedang menatap dirinya yang sedang menatap halaman rumah kontrakan saat ini.
"Re, mungkin gue bakalan pindah dari kota ini!" ujar Aldari menatap wajah sang sahabatnya yang sedang menatap dirinya dengan tatapan serius.
"Gue ngerasa tinggal di kota ini nggak bakalan aman lagi buat gue!" ujar Aldari dengan suara lirih nya saat ini yang sedang berdiri menatap wajah sang sahabatnya.
Rere yang mendengar ucapan dari sang sahabatnya tersebut pun langsung terkejut mendengar ucapan dari sahabatnya yang sudah dirinya anggap sebagai saudara karena pertemanannya yang sudah sangat lama.
"Serius loh mau pindah dari kota ini!" tanya Rere dengan serius menatap wajah sang sahabatnya saat ini yang sedang bersedih hati.
Aldari yang mendengar ucapan dari sang sahabat nya Rere pun langsung mengangguk kan kepalanya menjawab pertanyaan dari sang sahabat nya Rere.
"Tega loh ninggalin gue Al!" seru Rere dengan sedihnya melihat wajah Aldari saat ini.
__ADS_1
"Gue juga sebenarnya enggak tega ninggalin loh dan juga kota ini, karena gue udah lama banget tinggal di sini!" ujar Aldari dengan suara lirih nya yang saat ini sedang menatap wajah sang sahabatnya Rere.
Aldari dan Rere yang sedang membahas soal ingin pindah ke luar kota pun langsung menoleh ke arah rumah kontrakan Aldari ketika seseorang yang keluar dengan setelan jas yang begitu bercahaya yang begitu waw di lihat oleh mata saat ini.
Rere yang melihat seseorang yang begitu dirinya ingat ketika membawa paksa sang sahabatnya dari lestoran tempat mereka bekerja pun langsung menoleh ke arah dimana Aldari sedang menatap lurus ke depan pintu rumah kontrakan nya saat ini.
"Al, bukankah itu-" Rere tak melanjutkan ucapannya karena Aldari langsung menarik tangan nya ketika mereka hampir saja ketahuan karena suara Rere yang lumayan keras ketika menyebut nama seseorang yang begitu dirinya ingat.
"Al, loh suka sekali sih narik-narik tangan mungil milik gue ini, kalau kenapa-kenapa nanti bagaimana mana!" sungut Rere sambil menata tajam ke arah dimana Aldari sedang celingukan melihat ke arah dimana Alex dan Jastin sedang menatap ke arah mereka berdua.
"Loh bisa diam enggak sih!" protes Aldari ketika hampir saja ketahuan oleh orang yang begitu Aldari hindari.
"Emangnya mereka tahu kita di sini apa?" tanya Rere sambil celingukan seperti Aldari lakukan saat ini.
"Hampir tahu!" ujar Aldari tanpa melihat wajah sang sahabatnya Rere saat ini karena Aldari masih mengintai keberadaan rumah kontrakan nya saat ini.
Alex dan Jastin saling beradu tatap muka setelah mereka samar-samar seperti mendengar suara seseorang yang sedang memperhatikan gerak-gerik mereka saat ini.
"Tuan apa perlu saya se -"Jastin tak melanjutkan ucapannya karena Alex langsung memberikan kode kepada dirinya untuk tidak melanjutkan ucapannya barusan.
Alex langsung melangkah kan kakinya menuju di mana mobil nya saat ini sedang terparkir di depan halaman rumah kontrakan Aldari.
"Jastin kau pergilah kunci rumah kontrakan gadis pembangkang itu!" perintah Alex pada sang sekretaris nya Jastin tersebut.
Jastin yang mendengar perintah dari CEO nya saat ini pun langsung menganggukkan kepalanya sambil mengambil kunci rumah kontrakan Aldari dari tangan CEO nya saat ini.
Jastin langsung melangkah kan kakinya menuju ke arah pintu rumah kontrakan Aldari, ketika Jastin ingin menutup pintu rumah kontrakan Aldari betapa terkejutnya Jastin ketika dirinya ingin mengunci pintu rumah kontrakan Aldari saat ini.
"Wah...wah...wah. Memang benar-benar!" batin Jastin menatap miris keadaan rumah kontrakan Aldari saat ini.
"Rupanya si arogan itu memang benar-benar sedang emosi!" batin Jastin sambil menatap ngeri keadaan rumah kontrakan Aldari saat ini.
__ADS_1
Alex yang tak kunjung melihat kedatangan sang sekretaris Jastin tersebut pun langsung turun dari mobil untuk melihat sang sekretaris Jastin saat ini.
"Hey kau mengunci pintu atau membuat pintu!" teriak Alex menatap tajam ke arah dimana sang sekretaris Jastin masih saja menatap pintu rumah kontrakan Aldari saat ini.
Jastin yang mendengar suara cempreng dari CEO nya saat ini pun langsung menoleh ke arah sumber suara yang sedang menatap tajam ke arah dirinya saat ini.
"l-iya tuan!" gugup Jastin sambil melangkah kan kakinya menuju ke arah dimana CEO nya saat ini sedang menatap dirinya dengan tatapan membunuh nya.
"Dasar tukang melamun!" sindir Alex ketika sang sekretaris Jastin sudah di hadapan dirinya saat ini.
Jastin yang mendengar ocehan dari CEO nya saat ini pun hanya bisa diam seribu bahasa jika tak mau mendapatkan amukan dari singa yang sedang dalam tak baik-baik saat ini.
"Maaf tuan!" ujar Jastin sambil membungkukkan badan sedikit pada CEO nya yang saat ini sedang menatap dirinya dengan tatapan kesal.
"Huh, menyebalkan!" sindir Alex sambil melangkahkan kakinya memasuki mobil yang sedang terparkir tak jauh dari tempat mereka berdiri saat ini.
Jastin langsung membuka pintu mobil untuk CEO nya yang akan masuk ke dalam mobil, setelah Alex masuk mobil. Jastin langsung memutari mobil untuk menuju kursi kemudi mobil untuk mengantar CEO nya ke mansion.
Aldari dan Rere langsung bersembunyi dibalik pohon ketika mereka melihat mobil Alex yang akan melewati mereka saat ini.
Setelah kepergian Alex, Aldari dan Rere pun langsung keluar dari tempat persembunyian mereka.
"Re... ayo buruan kita ke rumah kontrakan gue!" seru Aldari dengan cepat menarik tangan mungil milik Rere saat ini.
Rere langsung menyalakan mesin motor miliknya untuk mengantar kan Aldari ke halaman rumah kontrakan Aldari.
Sesampainya di depan rumah kontrakan nya, Aldari langsung mengambil kunci rumah di dalam tas miliknya dan langsung membuka kunci rumah kontrakan nya.
Ceklek
Pintu pun terbuka sangat lebar
__ADS_1
"Al...Re!" seru Aldari dan Rere dengan berbarengan setelah melihat isi rumah kontrakan Aldari saat ini.
Bersambung