
"CK, gadis itu benar-benar keterlaluan!" geram Alex melihat layar cctv miliknya yang ada di hadapan dirinya saat ini yang melihat Aldari yang begitu santainya menganti pakaiannya tanpa melihat situasi di ruangan pribadi miliknya saat ini. Dasar gadis nakal.
Alex yang melihat Aldari yang sedang berada dalam ruangan pribadi miliknya itu, Alex langsung bangkit dari duduknya untuk menyusul Aldari yang sedang menganti pakaiannya yang di antar oleh sang sekretaris nya Jastin beberapa saat tadi. Dan sampai saat ini juga belum kunjung datang ke ruangan kerja nya.
Saking kesalnya Alek sampai-sampai dirinya melupakan bahwa yang menyuruh Aldari untuk menganti pakaiannya adalah dirinya sendirilah dan di antar oleh sang sekretaris nya Jastin.
Alex yang mencari keberadaan sekretaris nya pun langsung mengedarkan pandangannya melihat setiap sudut ruangan kerja nya itu.
Alex yang baru saja menyadari bahwa sang sekretaris nya tidak ada di ruangan kerja langsung menoleh ke arah kiri dan kanan untuk mencari keberadaan sekretaris nya itu.
"Kemana sekretaris mata jelalatan itu, apa jangan-jangan mereka sedang berduaan sekarang!" gumam Alex sambil meraih handphone miliknya yang tak jauh dari meja kerjanya saat ini.
Drttt,
Drttt,
Drttt,
Tak butuh lama, panggilan dari Alex langsung di angkat oleh sekretaris nya Jastin.
"Halo tuan!" jawab Jastin setelah mengangkat panggilan dari CEO-nya.
"Kau dimana?" tanya Alex ketika panggilannya sudah di angkat oleh sang sekretaris nya.
Jastin yang mendengar suara CEO nya yang begitu nyaring sehingga membuat Jastin langsung menjauhkan handphone miliknya dari telinga nya karena mendengar suara Alex.
"Huh, suara nya benar-benar kelewatan!" batin Jastin sambil mengusap telinga miliknya yang terasa berdengung akibat ulah CEO-nya itu.
"Kenapa kau tidak menjawab pertanyaan dari ku Jastin?" teriak Alex ketika sang sekretaris nya tak segera menjawab apa yang dirinya tanyakan.
Jastin yang terkejut mendengar suara CEO nya langsung menjawab pertanyaan dari CEO-nya itu seperti sedang kesal terhadap dirinya saat ini.
__ADS_1
"Saya sedang menunggu nona menganti pakaiannya tuan!" sahut Jastin memberitahukan keberadaan dirinya saat ini.
"Kapan diriku menyuruh kau untuk menunggu gadis itu untuk menganti pakaiannya!" teriak Alex dengan kesal melalui sambungan telepon yang masih terhubung dengan sang sekretaris nya itu, Alex langsung melangkah kan kakinya menuju ke ruangan pribadi miliknya untuk menyusul Aldari dan juga Jastin.
Beberapa detik, Jastin mendengar derap langkah kaki Alex yang sedang menuju ke arah dimana dirinya berdiri tanpa memutuskan panggilan telepon dengan dirinya saat ini.
"Huh, menyebalkan sekali tatapan mata nya itu!" batin Jastin ketika dirinya di tatap tak suka oleh CEO-nya itu.
Alex yang melihat Jastin yang masih setia menunggu Aldari Menganti pakaiannya di depan ruangan pribadi miliknya menjadi sangat kesal terhadap sang sekretaris nya itu yang perhatian sekali terhadap calon sekretaris baru nya itu.
Alex hanya melirik sang sekretaris nya dengan tatapan tajam, dan setelah itu tanpa mengetuk pintu Alex langsung membuka pintu ruangan pribadi miliknya.
Jastin yang melihat CEO-nya masuk ke dalam ruangan itu, Jastin pun langsung berlalu dari ruangan itu untuk menunggu CEO nya di ruangan kerja nya saja.
Ceklek,
Aldari yang mendengar handel pintu di buka oleh seseorang dari luar, Aldari langsung panik pasalnya dirinya belum selesai menganti pakaiannya secara keseluruhan nya.
Aldari yang mengetahui siapa yang masuk ke dalam ruangan itu, Aldari buru-buru memakai kembali pakaiannya yang hampir terlepas dari tubuhnya dan langsung menoleh ke arah dimana Alex berdiri setelah dirinya memakai pakaian kembali.
Tanpa dosa, Alex berlalu begitu saja di hadapan Aldari menuju ke arah dimana sofa yang ada di ruangan pribadi miliknya itu.
"Hanya cuma menganti pakaian...! ucapan Alex terhenti sejenak kemudian Alex menatap Aldari. Lamanya seperti menunggu tanaman untuk di panen saja!" seru Alex dengan nada ketus.
"Kenapa kau menatap diriku seperti itu...! yang diriku ucapkan memang benar adanya dan juga faktanya begitu!" ujar Alex yang melihat tatapan tak suka dari Aldari untuk dirinya.
Aldari yang mendengarkan tuduhan yang Alex lontarkan terhadap dirinya, Aldari malah memberikan sedikit tatapan benar-benar tak suka terhadap Alex yang sedang duduk santai di sofa yang tak jauh di ruangan itu.
"Huh, nasibku memang benar-benar malang sekali!" batin Aldari sambil melirik ke arah dimana Alex sedang duduk.
"Kau tidak perlu menatap diriku seperti itu...! aku tahu diriku sangat-sangat lah manusia yang paling tampan!" seru Alex dengan percaya dirinya memuji dirinya yang sedang di tatap oleh Aldari.
__ADS_1
"Dia benar-benar percaya diri sekali!" gumam Aldari memperhatikan Alex yang sedang tampak merapikan penampilannya di depan cermin yang ukurannya yang begitu besar di ruangan tersebut.
Alex yang melihat Aldari melalui pantulan cermin di hadapan dirinya saat ini langsung berbalik badan untuk melihat Aldari yang sedang memperhatikan dirinya.
"Kau mengapa masih saja berdiri di situ...! dan tak kunjung juga menganti yang sedang kau pakai itu!" seru Alex dengan sangat kesal melihat tingkah Aldari yang sejak dirinya masuk ke ruangan itu.
Aldari yang mendengar omelan dari Alex, seketika dirinya langsung panik dan tanpa menunggu lama Aldari langsung melangkahkan kakinya menuju salah satu pintu yang ada di dalam ruangan pribadi milik Alex tersebut.
Ceklek,
Aldari yang panik tanpa sengaja masuk salah satu ruangan yang merupakan tempat pakaian milik Alex.
"Huh...sungguh sangat menyebalkan sekali!" gumam Aldari sambil mengatur napas dalam-dalam lantaran dirinya yang mendapatkan omelan dari Alex.
Serasa dirinya sudah merasa cukup tenang, Aldari langsung menganti pakaiannya dengan cepat dan tak mau membuat manusia yang sedang menunggu dirinya lama-lama di luar. Bisa-bisa dirinya mendapatkan omelan yang luar biasa nantinya. Dan sungguh membuat Aldari sangat malas mendengarkan omelan itu.
"Selesai...!
Seru Aldari dengan memperhatikan penampilan dirinya sendiri yang sangat cantik menggunakan pakaian yang di belikan oleh sekretaris Alex beberapa menit yang lalu.
Selesai menganti pakaiannya, Aldari langsung melangkahkan kakinya menuju di mana Alex sedang menunggu dirinya.
Alex yang mendengar langkah kaki seseorang mendekati dirinya, Alex langsung menoleh ke arah sumber suara tersebut.
"Pffffttttt... Alex tak sanggup menahan tawa nya ketika melihat pakaian yang Aldari kenakan saat ini... bisa-bisanya sekretaris nya membeli pakaian itu untuk Aldari.
Aldari yang menyadari bahwa Alex sedang menahan tawa nya agar tidak pecah, Aldari langsung memperhatikan penampilan dirinya sendiri. Dan Aldari yang melihat penampilan dirinya yang merasa tidak ada yang salah langsung menoleh ke arah dimana Alex yang masih saja menahan tawa nya ketika melihat dirinya.
"Huh... apa ada yang salah dengan penampilan diriku!" gumam Aldari sambil menatap wajah Alex.
"Dia sangat-sangat menyebalkan...! ingin sekali rasanya aku melakban mulut nya itu!" batin Aldari yang jengkel melihat tawa Alex saat ini.
__ADS_1
"Menyebalkan"
Bersambung