Menjadi Pembantu Tuan Muda Arogan

Menjadi Pembantu Tuan Muda Arogan
70. Menjadi pembantu tuan muda arogan


__ADS_3

"Huh, gadis itu benar-benar mencari masalah saja dengan pria arogan itu!" gumam Jastin sambil berjalan menelusuri satu persatu toko yang berjualan di dalam pusat perbelanjaan tersebut.


Sedangkan Alex yang tetep di dalam toko butik menunggu kabar dari sang sekretaris nya Jastin pun mendengus kesal lantaran sang sekretaris sampai sekarang belum juga memberikan kabar pada dirinya tersebut.


"Huh menyebalkan, hanya mencari satu gadis saja tidak becus, omel Alex yang sedang mondar-mandir di depan pintu ruangan butik tersebut pun.


Jastin yang merasa telah menyelusuri setiap toko di lantai dua di pusat perbelanjaan tersebut pun mendengus kesal lantaran dirinya tak menemukan keberadaan Aldari tersebut.


"Di mana gadis itu bersembunyi!" tidak mungkin dirinya bisa ke luar dari pusat perbelanjaan besar ini. Dia saja baru hari ini datang ke pusat perbelanjaan ini. gumam Jastin sambil berjalan menuju di mana Alex sedang menunggu dirinya tersebut.


Sementara itu di ruangan lain, tampak wajah Aldari lega setelah selesai dari dalam toilet. Hah...lega rasanya, gumam Aldari sambil melangkah kan kakinya menuju wastafel untuk mencuci tangan dan mukanya tersebut.


Apa tuan Jastin sudah selesai yah... membayar gaun yang ku pilih tadi, gumam Aldari sambil mencuci mukanya dengan air dingin di wastafel tersebut.


Selesai Aldari dalam toilet, Aldari pun langsung melangkah kan kakinya menuju pintu keluar ruangan tersebut.


Di ujung sana Aldari yang melihat Alex yang sedang mondar-mandir seperti setrika pun dibuat heran melihat ekspresi wajah Alex tersebut.


"Apa terjadi sesuatu," ujar Aldari sambil melangkah kan kakinya mendekati Alex yang sedang mondar-mandir di depan pintu ruangan toko butik tersebut.


Alex yang mendengar suara langkah kaki seseorang yang sedang mendekati dirinya pun langsung berbalik melihat siapa yang datang.


"Kau!" seru Alex.


"Dari mana saja kau!" tanya Alex pada Aldari yang sedang mematung menatap wajah Alex tersebut.


"Apa kau mencoba ingin melarikan diri dari ku ha!" tanya Alex sambil mendekati di mana Aldari sedang berdiri.


Sampai di depan Aldari, Alex langsung mencengkram erat lengan Aldari tersebut. Dan itu membuat Aldari meringis kesakitan lantaran Alex mencengkram lengan Aldari yang lumayan kuat.


"Apa kau tuli!"


"Aku bertanya pada mu gadis nakal!"


"Jawab pertanyaan ku," ujar Alex sambil melihat wajah Aldari dengan intens.

__ADS_1


Aldari yang ditatap oleh Alex seperti itu membuat dirinya tak berani menatap wajah Alex yang sedang menahan kesal terhadap dirinya tersebut.


"T-tuan tadi saya hanya-"


Belum sempat Aldari menjawab pertanyaan dari Alex, tampak Jastin yang sedang memangil CEO nya tersebut.


"Permisi tuan"


"Tuan saya tidak menemukan keberadaan nona Aldari, ujar Jastin yang sedang berdiri di belakang CEO nya tersebut.


Jastin yang memang posisi nya yang berada di belakang Alex sehingga dirinya tidak melihat keberadaan Aldari tersebut.


"Kau tidak perlu lagi mencari keberadaan gadis nakal itu!" ujar Alex sambil berbalik badan menghadap ke arah dimana sang sekretaris Jastin berdiri.


Setelah Alex berbalik badan, barulah Jastin bisa melihat keberadaan Aldari tersebut.


"Nona"


"Anda di sini!"


"Huh, rupanya dirinya di sini!" gumam Jastin sambil melirik di mana Aldari sedang berdiri.


Alex yang melihat Jastin sedang memperhatikan Aldari pun mendengus kesal. "Kau tidak perlu menatap gadis nakal ini seperti itu Jastin," tegur Alex pada sang sekretaris nya Jastin tersebut.


Jastin yang mendengar suara CEO nya pun langsung mengalihkan pandangan dari Aldari tersebut.


"Kau segera lah bayar gaun yang di pilih oleh gadis nakal ini tadi!" ujar Alex pada sang sekretaris nya tersebut.


Jastin yang mendengar perintah dari sang CEO nya tersebut pun langsung melangkah kan kakinya menuju di mana dirinya menitipkan gaun tersebut.


Setelah kepergian sang sekretaris nya, Alex langsung menoleh di mana Aldari sedang berdiri tak bergerak sedikit pun dari tempat nya tersebut.


"Kau membuang-buang waktu ku saja"


Sinis Alex bicara dengan Aldari yang hanya diam tak menjawab ucapan dari Alex tersebut.

__ADS_1


"Katakan, Kau dari mana saja," ujar Alex yang belum tenang sebelum mendengar jawaban dari Aldari tersebut.


Aldari yang sedang menundukkan kepalanya, seketika dirinya langsung mendongak kepalanya menatap wajah Alex tersebut.


"S-saya tadi ke toilet sebentar t-tuan, ujar Aldari dengan gugup lantaran dirinya takut terhadap Alex.


"Kau jangan coba-coba untuk membohongi diriku, sampai itu terjadi kau akan rasakan akibatnya nanti. Ujar Alex dengan suara dingin milik nya tersebut.


Aldari yang mendengar ucapan dari Alex pun sampai di buat merinding, tak biasa Alex bicara seperti saat ini dengan dirinya tersebut.


Setelah Alex mengancam Aldari, dirinya pun langsung melangkah kan kakinya menuju di mana sofa ruangan butik tersebut.


"Huh, nasibku benar-benar menyedihkan sekali, gumam Aldari dalam hati nya tersebut.


Jastin yang selesai membayar gaun yang di pilih oleh Aldari tadi, dirinya pun langsung menemui Alex dan Aldari yang sedang menunggu dirinya membayar gaun tersebut.


"Permisi tuan"


"Saya sudah selesai membayar gaun, nona Aldari," ujar Jastin setelah dirinya sampai di Alex sedang menunggu dirinya tersebut.


Alex yang mendengar ucapan dari sang sekretaris nya Jastin pun langsung berdiri dan berjalan menuju ke arah dimana pintu keluar ruangan butik tersebut.


Penjaga toko pun langsung mengantarkan pebisnis no satu di kota X tersebut.


"Terima kasih telah berbelanja di butik kami tuan, semoga anda suka dengan koleksi gaun yang kami miliki, ujar penjaga butik tersebut kepada Alex.


Alex yang mendengar ucapan dari sang penjaga butik itu hanya diam saja, mau tak mau sang sekretaris Jastin lah yang menjawab ucapan dari sang penjaga butik tersebut.


"lya"


"Jawab sang sekretaris Jastin tersebut"


Setelah keluar dari butik itu, mereka bertiga pun langsung melangkah kan kakinya menuju di mana Alex ingin membeli kan sesuatu untuk Aldari.


"Rere"

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2