Menjadi Pembantu Tuan Muda Arogan

Menjadi Pembantu Tuan Muda Arogan
103. Menjadi pembantu tuan muda arogan


__ADS_3

Selesai Alex menanyakan tentang tugas yang dirinya berikan kepada para pelayan mansion milik nya saat ini, tak beberapa menit kemudian datanglah para pelayan mansion untuk menghidangkan makanan di atas meja untuk dirinya.


Selesai para pelayan menghidangkan makanan di atas meja Alex pun langsung mengambil makanan untuk dirinya santap karena dirinya sudah sangat lapar.


Para pelayan yang selesai menghidangkan makanan untuk tuan muda Alex langsung meninggalkan ruangan makan itu, dan tinggallah Alex dan kepala pelayan mansion miliknya lagi yang tinggal di ruang makan saat ini.


Alex melirik ke arah para pelayan mansion yang telah meninggalkan ruangan makan, Alex langsung mengalihkan pandangannya ke arah dimana wanita paruh baya yang saat ini sedang menatap dirinya yang sedang menyantap makanannya.


"Apa mommy ada bilang kapan akan pulang?" tanya Alex pada wanita paruh baya yang sedang menatap dirinya saat ini yang sedang menikmati makanan nya saat ini.


Wanita paruh baya yang mendengar ucapan dari sang tuan muda Alex langsung menggelengkan kepalanya saja menjawab pertanyaan dari tuan muda nya.


"Kalau ada mommy telfon tolong tanyakan sama mommy kapan akan pulang!" perintah Alex kepada sang kepala pelayan mansion milik nya tersebut.


"Baik tuan!" jawab wanita paruh baya itu yang sedang menatap wajah sang tuan muda Alex yang sedang menyantap makanannya.


Alex langsung menikmati makanannya setelah menanyakan tentang mommy pada sang kepala pelayan mansion milik nya tersebut.


Selesai menikmati makanannya, Alex langsung bangkit dari duduknya dan tujuan utama dirinya saat ini menuju ke lantai atas dimana dirinya menyuruh para pelayan mansion miliknya untuk mendekorasi kamar untuk dirinya dan membawa seseorang pulang kembali ke mansion miliknya nanti.

__ADS_1


Alex langsung meninggalkan ruangan makan dan wanita paruh baya yang saat ini sedang menatap dirinya.


Tap...tap...tap


Terdengar suara langkah kaki Alex menuju ke lantai atas.


Beberapa detik menuju ke lantai atas, dan sekarang Alex pun telah berdiri di depan pintu kamar yang dirinya siapkan untuk seseorang yang akan dirinya bahwa kembali ke mansion miliknya nanti.


Ceklek


Terdengar suara handle pintu ruangan dibuka dari luar.


Alex menyunggingkan senyumannya tatkala dirinya melihat hasil dekorasi dari para pelayan mansion milik nya yang sudah semaksimal mungkin untuk mendekorasi kamar untuk dirinya dan juga seseorang yang akan dirinya bawah nanti.



Alex langsung melangkahkan kakinya untuk masuk ke dalam kamar itu dan langsung mengelilingi setiap sudut kamar yang bernuansa putih itu.


"Hm, diriku jadi tidak sabar segera membawa dirinya pulang!" batin Alex ketika dirinya mengelilingi setiap sudut kamar yang bernuansa putih itu.

__ADS_1


Beberapa menit Alex mengelilingi kamar yang bernuansa putih itu, Alex pun segera keluar dari dalam kamar yang akan nantinya akan ada seseorang yang akan menempatinya nanti.


"Kau tunggu saja sampai saatnya tiba!" batin Alex ketika dirinya ingin menutup pintu kamar yang ada di hadapannya saat ini.


Selesai Alex melihat isi kamar bernuansa putih itu, Alex pun langsung melangkahkan kakinya menuju ke arah kamar pribadi miliknya yang berada di lantai dua.


~~


"Re...kok semua terminal yang menjual tiket sudah habis semua yah!" tanya Aldari dengan suara menahan tangisnya lantaran sudah tiga terminal dirinya kunjungi semua nya sudah habis terjual tiketnya.


Rere yang mendengar ucapan dari sang sahabatnya saat ini pun langsung menoleh ke samping melihat wajah dari sang sahabatnya. Rere yang melihat wajah Aldari saat ini pun merasa iba melihat Aldari yang tidak mendapatkan tiket untuk dirinya.


"Loh yang sabar yah Al!" ujar Rere menenangkan sang sahabatnya yang tampak sekali sedang bersedih hati saat ini.


"Mungkin hari ini tiketnya sudah habis, besok kita coba saja ke sana lagi mana tahu besok sudah ada tiketnya!" ujar Rere sambil mengelus punggung sahabatnya saat ini.


"Mudah-mudahan saja besok tiketnya ada yah Re!" ujar Aldari sambil mengelap air mata yang mulai menetes dari mata berbulu lentik hitam itu.


"Semoga saja apa yang Aldari inginkan ada"

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2