Menjadi Pembantu Tuan Muda Arogan

Menjadi Pembantu Tuan Muda Arogan
52. Menjadi pembantu tuan muda arogan


__ADS_3

Aldari yang mendapat teguran dari Alex hanya bisa pasrah menerima apa yang di tuduh oleh Alex atas dirinya, yang tak pernah menggoda sang sekretaris Jastin tersebut. Toh kalau Aldari membelah diri pun percuma, dia tetep saja salah di mata Alex yang kurang suka melihat Aldari berdekatan dengan laki-laki lain selain dirinya sendiri.


"Aku rasanya ingin sekali menendang kakinya itu, gumam Aldari dalam hati nya saja, Aldari hanya bisa mengumpat Alex dalam hati nya saja karena iya tak berani melawan seorang Alex Anggara Wilson tersebut.


Selesai Aldari mendengar ocehan dari Alex, Aldari langsung melangkahkan kakinya menuju dimana pintu ruangan kerja Alex. belum sempat Aldari memegang handel pintu ruang kerja Alex terdengar suara melengking tinggi dari Alex yang memanggil nama Aldari tersebut.


Aldari yang mendengar suara Alex memanggil namanya pun langsung menoleh di mana Alex duduk di kursi kebesarannya. " Apa kau mengerti apa yang aku bilang barusan pada dirimu tadi?" ujar Alex yang melihat intens ke arah Aldari berdiri di ruangan kerja nya tersebut.


Aldari yang mendengar ucapan Alex barusan pun langsung menganggukkan kepalanya dengan cepat. "S-saya mengerti t-tuan, jawab Aldari dengan suara lirih nya tersebut.


"Bagus kalau kau mengerti, ujar Alex dengan sinis menatap Aldari dari atas sampai bawah melihat tampilan Aldari tersebut.

__ADS_1


"Dasar gadis norak, ujar Alex dengan suara keras nya tersebut. Aldari yang mendengar ucapan dari Alex, refleks Aldari langsung melihat menampilkan dirinya sendiri dan Alex yang melihat Aldari yang melihat dirinya sendiri. Sehingga membuat Alex langsung tersenyum mengejek ke arah Aldari yang sedang memperhatikan penampilan nya tersebut.


"Sekarang kau pergi lah ke luar, kau memang norak dan tidak mengerti tentang cara berpakaian yang menarik. ujar Alex dengan suara ketus nya bicara dengan Aldari.


"Huh dia memang manusia yang paling menyebalkan sekali, ujar Aldari yang melihat Alex tengah tersenyum mengejek ke arah dimana Aldari berdiri.


"Dan apa yang kau tunggu lagi?" pergi lah kau ke pantry sekarang, kenapa kau mala hanya berdiam diri di sini. Kau mau aku menghukum dirimu lagi? ujar Alex yang ingin mendekati Aldari berdiri.


"Gadis nakal itu memang benar-benar lucu ingin rasanya aku merasakan bibir menggoda nya itu, ujar Alex sambil tersenyum mengingat tingkah Aldari tersebut.


Setelah Aldari keluar, Alex pun langsung melangkah kan kakinya menuju ke tempat kursi kebesarannya yang ada di ruang kerja nya tersebut.

__ADS_1


Di luar ruangan kerja Alex.


Tampak wajah Aldari begitu pucat masih karena ulah Alex terhadap Aldari tersebut. " untung aku bisa cepat keluar dari ruangan itu kalau tidak entah apa yang akan terjadi padaku, ujar Aldari sambil mengatur napasnya tersebut.


Jastin yang ingin mengantarkan berkas untuk meeting ke ruangan Alex, tak sengaja melihat Aldari yang sedang berdiri di sebelah ruangan kerja Alex tersebut.


"Nona, anda sedang apa disini?" tanya Jastin terhadap Aldari yang sedang tampak mengatur nafas nya tersebut. Aldari yang mendengar suara seseorang pun langsung menoleh ke arah sumber suara itu.


"T-tuan, ujar Aldari dengan suara gugupnya, karena Aldari terkejut melihat Jastin yang ada di hadapannya tersebut, Aldari takut dirinya di laporkan ke Alex yang ada di dalam ruangan kerja nya tersebut.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2