
Maafkan saya mbak, karena saya tidak punya uang untuk membeli gaun semahal mahal itu, tunjuk Aldari apa yang sedang di pegang oleh penjaga butik tersebut. Penjaga butik yang mendengar ucapan dari Aldari pun di buat bingung pasalnya Alex sendiri lah yang menyuruh dirinya untuk memilihkan gaun tersebut.
Aldari yang melihat penjaga butik itu tampak kebingungan pun pemberi penjelasan, kenapa dirinya tidak jadi memilih gaun tersebut. "Mbak mungkin majikan saya lupa!" mungkin majikan saya itu mau membeli gaun tersebut untuk orang tua nya, ujar Aldari memberi penjelasan kenapa penjaga butik itu.
"Apa, majikan" ujar penjaga butik itu mengulangi ucapan Aldari tersebut.
"Mbaknya nggak usah terkejut seperti itu!" ujar Aldari sambil tersenyum melihat ekspresi yang di tunjuk oleh penjaga butik tersebut.
Penjaga butik itu terkejut mendengar ucapan yang keluar dari mulut Aldari tersebut. lya...mbak beliau adalah majikan saya dan lagian mana ada majikan yang akan membelikan gaun sebagus ini untuk pelayan di mansion nya tersebut. ujar Aldari sambil memegang paper bag yang dirinya bawah dari Office Alex tersebut.
"Kalau begitu saya akan menemui tuan Alex terlebih dahulu, nona tunggu lah di sini sebentar, ujar penjaga butik tersebut. Setelah pamit penjaga butik itu langsung turun ke lantai bawah di mana Alex sedang menunggu Aldari tersebut.
Alex maupun Jastin yang mendengar langkah kaki seseorang yang mendekati mereka berdua pun langsung menoleh ke penjaga butik tersebut yang sedang menghampiri mereka berdua.
"Maaf tuan, saya hanya ingin menyampaikan pesan kepada anda. "Gaun yang saya pilihkan untuk nona yang ikut bersama dengan saya tadi beliau menolak gaun tersebut dan beliau juga mengatakan bahwa anda mungkin salah membeli gaun untuk dirinya, ujar penjaga butik tersebut kepada Alex tersebut.
Alex yang mendengar ucapan dari penjaga butik tersebut pun mendengus kesal Bisa-bisanya Aldari mengatasnamakan sang Mommy nya tersebut, jelas-jelas dirinya membeli gaun tersebut untuk di pakai di hari jadinya nanti.
"Huh, rupanya gadis nakal itu bertingkah rupanya, gumam Alex dalam hati nya tersebut.
"Akan aku temui dia dulu"
"Kalian tetap lah di sini!" ujar Alex sambil melangkah kan kakinya menuju di mana ruangan di mana Aldari sedang menunggu penjaga butik tersebut.
__ADS_1
Tampak penjaga butik itu bingung melihat pasangan tersebut. "Dia bilang dia hanya pelayan dan yang satunya tampak sekali tak suka mendengar ucapan dari sang gadis mungil itu, gumam penjaga butik itu sambil melirik ke arah dimana sang sekretaris Jastin berdiri.
Jastin yang di lirik oleh penjaga butik itu hanya cuek saja tak ada niatnya untuk menjelaskan tentang CEO nya kepada penjaga butik tersebut, toh juga itu bukan urusan dirinya juga.
"Hu muka saja yang tampan, tapi sombong dan jutek, gumam penjaga butik tersebut yang tengah melirik ke arah dimana sang sekretaris Alex itu berdiri.
Alex yang telah sampai diruang di mana Aldari sedang menatap satu persatu gaun yang begitu indah, sehingga dirinya tidak menyadari kedatangan Alex di ruang tersebut. Alex yang melihat Aldari sedang memegang satu persatu gaun yang sedang di pajang pun menyungging senyum.
"Mm, gaun ini benar-benar indah coba kalau diriku pakai gaun ini di hari ulang tahun ku-" Aldari tak meneruskan ucapannya dirinya baru mengingat beberapa hari lagi adalah hari jadinya yang ke dua puluh satu tahun. Yah Tuhan sebentar lagi diriku akan berumur dua puluh satu tahun.
"Ternya ibu dan ayah sudah begitu lama meninggal kan diriku sendiri di atas dunia ini!" gumam Aldari di dalam ruangan butik tersebut. Alex yang mendengar ucapan dari Aldari itu pun langsung mendekati di mana Aldari sedang membelakangi dirinya tersebut.
"Rupanya gadis nakal ini bertingkah"
"Lain yang disuruh lain pula yang kau lakukan, ujar Alex sambil memeluk pinggang ramping milik Aldari dari belakang. Aldari yang mendapatkan pelukan dari Alex seketika dirinya terkejut refleks Aldari langsung memberontak terhadap Alex tersebut.
"Apa kau kurang jelas apa yang diriku katakan dengan penjaga butik tadi, tanya Alex sambil membalikkan tubuh mungil Aldari agar berhadapan dengan dirinya tersebut. Kau ini memang benar-benar memiliki otak yang sangat-sangat lah lemot, apa yang ku katakan ternyata tak membuat kau mengerti akan ucapan ku barusan. ujar Alex mendengus kesal melihat tingkah Aldari tersebut.
Aldari yang mendengar ocehan Alex hanya bisa diam saja tak melakukan pembelaan terhadap dirinya sendiri. Toh percuma juga dirinya bicara tak akan pernah di dengar oleh pria arogan yang sedang menatap dirinya dengan kesal.
"Kau membuang-buang waktu ku saja"
Sekarang apa yang kau tunggu lagi cepat lah kau pilih beberapa gaun itu, tunjuk Alex pada gaun yang sedang di pajang di dalam ruangan tersebut. Aldari yang tak mau mendapatkan amukan dari pria arogan itu pun langsung melangkah kan kakinya untuk memilih gaun yang cocok untuk dirinya tersebut.
__ADS_1
"Huh, dia memang pria memaksa, apa maksudnya coba membelikan gaun ini untuk diriku!" gumam Aldari sambil memegang satu persatu gaun tersebut. Sesekali Aldari melirik ke arah dimana Alex sedang duduk menatap layar handphone nya tersebut.
Alex yang tahu Aldari sedang memperhatikan dirinya pun langsung menoleh ke arah dimana Aldari berdiri memilih gaun tersebut.
"Apa yang kau lihat!" pilih saja gaun itu, ujar Alex dengan suara ketus terhadap Aldari tersebut. Aldari yang ketahuan sedang memperhatikan Alex seketika dirinya langsung berbalik badan karena ketahuan oleh si pria arogan itu.
"Huh, dia selalu saja tahu jika diriku sedang memperhatikan dirinya, gumam Aldari dalam hati nya tersebut.
"Berapa helai yah aku ambil gaun ini bagusnya!" gumam Aldari dengan bingung untuk memilih gaun tersebut.
Alex hanya memperhatikan Aldari yang sedang memilih gaun tersebut. "Dirinya tidak ingin mengganggu Aldari memilih gaun itu!" dirinya akan menerima apapun gaun yang dipilih oleh Aldari untuk dirinya sendiri. Sambil menunggu Aldari memilih gaun, Alex menggeser layar handphone nya untuk melihat apa yang cocok untuk iya berikan kepada Aldari pas Aldari merayakan hari jadinya nanti.
"Hanya memilih gaun saja kau begitu lama, ujar Alex tanpa mengalihkan pandangan dari layar handphone nya tersebut. Aldari yang mendengar ucapan dari Alex pun langsung menoleh dan melangkah kan kakinya menuju di mana Alex sedang duduk melihat handphone nya tersebut.
Alex yang mendengar langkah kaki Aldari menuju di mana iya sedang duduk pun langsung mengangkat wajahnya menatap Aldari tersebut. Aldari yang ditatap seperti itu oleh Alex pun dibuat gugup pasalnya Alex begitu intens melihat dirinya tersebut.
"T-tuan, berapa helai gaun yang boleh s-saya pilih!" tanya Aldari kepada Alex yang sedang duduk menatap dirinya tersebut.
Bukanya menjawab Alex mala bertanya balik ke pada Aldari tersebut.
"Terserah kau saja"
"Terserah, ujar Aldari mengulangi ucapan dari Alex tersebut.
__ADS_1
"Huh, dia memang benar-benar menyebalkan"
Bersambung