
Aldari yang melihat kamar pribadi milik Alex sudah tertutup rapat oleh sang memiliki kamar, Aldari pun langsung bangkit dari sofa dan berjalan menuju ke arah pintu kamar Alex tersebut. Sesampainya Aldari di depan pintu, Aldari langsung memegang handel pintu ruangan tersebut dan ternyata Alex rupanya menguncinya dari luar dan membuat Aldari hanya bisa menghela nafas berat.
"Huh kenapa harus di kunci segala pintunya, keluh Aldari sambil melangkahkan kakinya menuju jendela ruangan pribadi milik Alex tersebut. Aldari bisa melihat dengan jelas suasana jalanan yang begitu padat pada jam kerja tersebut, puas melihat suasana jalanan yang padat. Aldari pun melangkahkan kakinya berkeliling-liling ruangan pribadi milik Alex yang super mewah itu.
Aldari pun tak sengaja melihat barang antik yang ada di kamar Alex tersebut. Dan itu membuat Aldari penasaran apa mama barang tersebut, dengan cepat Aldari langsung meraih barang yang membuat dirinya tertarik dan ingin menyentuh barang itu.
"Wah ini apa yah, kok bentuk nya kayak gini lucu sekali, gumam Aldari yang takjub melihat barang yang ada di kamar milik Alex tersebut. " Hm pasti barang-barang ini harga nya sangat mahal, ujar Aldari sambil membolak-balik barang yang membuat dirinya tak tahu apa namanya itu.
"Kalau aku jual barang ini pasti mahal, ujar Aldari sambil terkekeh jahat melihat barang yang ada di genggaman tangan nya tersebut. "Eh, tapi jangan deh bisa-bisa aku dapat amukan dari manusia arogan itu nanti bisa jadi panjang nanti cerita nya, ujar Aldari sambil membayangkan wajah Alex jika dirinya menjual barang yang ada di dalam kamar pribadi milik tersebut.
Jika Aldari sedang takjub melihat barang-barang yang ada di dalam kamar pribadi milik Alex tersebut, lain halnya dengan Alex di ruangan kerja nya tersebut.
Setelah Alex keluar kamar pribadi milik nya, Alex berdecak kesal melihat teman-teman nya yang masih setia di ruangan kerja nya tersebut. "Apa kalian tidak mengerti apa yang aku bilang tadi?" ujar Alex dengan suara ketus miliknya sambil melirik di mana teman-teman nya duduk dengan santai di dalam ruangan tersebut. Dan itu membuat Alex kesal setengah mati melihat tingkah teman-teman yang tak juga kunjung pergi setelah dirinya mengusir para manusia-manusia tampan itu.
__ADS_1
Sontak kelima teman-teman Alex langsung menoleh ke arah dimana Alex sedang menatap teman-teman nya dengan kesal.
"Wah-wah setelah kau dapat mainan baru, kau malah melupakan teman-teman mu ini. Ujar Ozi sambil melirik di mana Alex sedang menatap mereka dengan tersenyum devil nya.
"Aku sudah bilang sama kalian. Untuk sekarang ini diriku tak bisa ikut bersama kalian untuk bersenang-senang dulu. Karena diriku lagi sibuk, ujar Alex dengan cuek sambil melangkahkan kakinya menuju ke arah mejanya untuk mengambil berkas-berkas meeting nya tersebut.
"lya dirimu sibuk mengurus gadis manis yang kau sekap itu, ujar Rey dengan nada mengejek ke arah dimana Alex sedang menatap wajah teman-teman nya dengan tersenyum lebar. Hehe terserah kalian mau bilang apa diriku ini yang jelas kalian segera pergi dari ruangan ku ini, ujar Alex sambil membukakan pintu ruangan kerja untuk teman-teman nya tersebut.
"Huh dirimu memang benar-benar tidak asyik lagi Lex, gerutu Rey sambil melirik tajam ke arah dimana Alex sedang berdiri di depan pintu ruangan kerja nya tersebut.
"Tanpa diriku kalian bisa bersenang-senang bersama para gadis yang kalian inginkan, ujar Alex dengan ketus. Dan kalian kalau sudah bersenang-senang jangan lupa jalan pulang, teriak Alex ketika pintu lift akan tertutup tersebut. Sontak ke lima teman-teman Alex langsung berdecak kesal mendengar ucapan dari Alex tersebut.
"Dia memang benar-benar bikin kesal saja, gerutu wira yang sedang berada dalam lift khusus CEO perusahaan besar milik Alex tersebut.
__ADS_1
Eh gue heran sama itu anak. "Dari mana dia mendapatkan mainan baru nya itu, ujar Wira sambil melihat ke arah teman-teman nya tersebut. Dengan kompak empat pria tampan itu langsung mengangkat bahu nya setelah mendengar pertanyaan dari Wira tersebut.
Wira yang melihat teman-teman nya dengan kompak mengangkat bahu nya yang bertanda tak tahu menahu tentang Aldari tersebut. Pun berdecak kesal melihat teman-teman nya yang tak tahu menahu soal gadis yang iya tanyakan.
"Huh kalian semua nya payah, ujar Wira dengan kesal menatap wajah teman-teman nya tersebut.
"Kau sendiri. Apa kau tahu soal gadis yang bersama Alex itu, ujar Rey yang melirik ke arah di mana Wira dengan berdiri tak jauh dari ruangan lift itu.
"Kau juga sama payah nya, ujar Rey dengan kesal melihat ke Arah Wira tersebut.
Dan terjadilah perdebatan di dalam lift khusus CEO tersebut.
Bersambung
__ADS_1