Menjadi Pembantu Tuan Muda Arogan

Menjadi Pembantu Tuan Muda Arogan
58. Menjadi pembantu tuan muda arogan


__ADS_3

Ting.


Terdengar suara life khusus CEO terbuka.


Tampak ke lima pria tampan itu yang masih setia berada di dalam lift tersebut. Karena Perdebatan para ke lima pria tampan itu masih berlanjut membahas tentang sosok Aldari tersebut, hingga ke lantai bawah para karyawan perusahaan Alex yang melihat mereka yang sedang berdebat pun di buat heran. Pasalnya mereka tak pernah melihat teman-teman CEO nya bertingkah seperti yang mereka lihat sekarang ini. Biasanya para pria tampan itu akan menunjukkan sikap dingin bila datang ke Office CEO nya tersebut.


Perdebatan ke lima pria tampan itu berhenti tatkala masing-masing dari mereka mendapatkan notifikasi Messenger dari CEO perusahaan tersebut.


Messenger dari Alex


"Kalian bubar lah dari dalam lift itu, Apa kalian tidak malu di lihat oleh para karyawan perusahaan ku, ujar Alex yang mengirimkan Messenger kepada ke lima teman-teman nya tersebut.


"Kalian membuat diri ku malu saja, bisa-bisa nya kalian berdebat di dalam lift itu, apa kalian tidak malu berdebat seperti itu?"tanya Alex kepada teman-teman nya tersebut.


Bukan hanya satu kali Alex mengirimkan Messenger kepada ke lima teman-teman nya tersebut. Melainkan dua Messenger sekaligus.


Dan satu lagi, kalian nggak usah membahas tentang gadis itu. Messenger ke dua yang Alex kirim pada teman-teman nya tersebut.


Setelah membaca Messenger dari Alex, ke lima pria tampan itu langsung menoleh ke arah luar lift dan benar sekali apa yang dibilang oleh Alex, kini mereka menjadi pusat perhatian para karyawan perusahaan Alex tersebut.

__ADS_1


Flashback on


Sebelum Alex memulai meeting bersama rekan bisnisnya. Alex mendapatkan laporan dari sang sekretaris nya Jastin, bahwasanya sang sahabat-sahabatnya menjadi pusat perhatian para karyawan perusahaan di dalam lift khusus CEO tersebut. Dan mau tak meeting yang akan dimulai itu pun tertunda karena Alex mengurus teman-teman nya terlebih dahulu.


Flashback off


Selesai Alex mengurus teman-teman nya yang berdebat tentang sosok Aldari. Kini Alex pun memulai meeting yang sempat tertunda beberapa menit itu.


"Kalian bubar dari sini, ini bukan pertunjukan untuk kalian tonton, ujar Rey dengan nada begitu dingin. sehingga para karyawan perusahaan Alex itu langsung bubar setelah mendengar suara dingin dari salah satu teman CEO mereka tersebut.


Selesai Rey membubarkan para karyawan perusahaan Alex, kini tatapan matanya beralih melihat di mana Wira sedang berdiri. "Apa kau sudah puas Wira?" tanya Rey pada temannya tersebut yang terlihat biasa saja setelah kejadian beberapa menit yang lalu.


Wira yang mendengar ucapan dari Rey tersebut, seketika dirinya langsung menoleh di mana Rey dengan berdiri tak jauh darinya tersebut. "Aku tanyakan hal yang fakta, dari mana Alex menemukan gadis itu. Ujar Wira dengan tampa berdosa nya menjawab pertanyaan dari Rey tersebut.


Teman-teman Alex tersebut pun dengan tak rela melangkah kaki mereka keluar dan menuju ke parkiran mobil khusus CEO tersebut.


Bersenang-senang tidak jadi.


"Kenak usir iya, ujar ke lima teman-teman Alex yang telah sampai di parkiran mobil.

__ADS_1


Siapa yang tidak kenal para pria tampan itu adalah teman-teman Alex dan sekaligus rekan bisnis CEO mereka tentu nya.


Di sisi lain, Alex yang selesai meeting dengan rekan bisnisnya pun langsung menyandarkan tubuhnya di kursi kebesarannya tersebut.


Tanpa menoleh ke arah sang sekretaris nya, Alex langsung menyuruh Jastin menyiapkan makanan untuk dirinya dan Aldari. Sebelum dirinya membawa Aldari pergi ke MALL untuk membeli kebutuhan untuk Aldari tentunya.


"Jastin, ujar Alex dengan mata terpejam memangil sang sekretaris nya tersebut. Jastin yang di panggil oleh sang CEO nya pun langsung menoleh ke arah dimana sang CEO nya duduk.


"lya tuan, jawab Jastin pada sang CEO nya tersebut.


Kau pesankan diriku dan gadis nakal itu makanan, sebelum pergi ke MALL aku ingin mengisi tenaga ku" karena aku Ingin mencari kebutuhan untuk gadis nakal itu untuk hari jadinya yang ke--. Ujar Alex yang terhenti karena dirinya lupa akan hari jadi Aldari yang ke berapa.


Alex yang tak ingat hari jadi Aldari yang ke berapa, dengan cepat Jastin menyelah ucapan sang CEO nya tersebut. Dan itu membuat Alex langsung melototkan mata nya melihat ke arah sang sekretaris nya tersebut. Dan itu membuat Alex mendengus kesal kepada sang sekretaris nya tersebut, karena Jastin lebih tahu akan hari jadinya Aldari yang ke berapa.


"Memangnya gadis nakal itu hari jadinya yang ke berapa?" tanya Alex pada sang sekretaris nya itu.


Dengan cepat Jastin menjawab pertanyaan dari sang CEO nya tersebut.


"Nona Aldari, hari jadinya yang ke dua puluh satu, tuan. Jawab Jastin pada sang CEO nya tersebut

__ADS_1


Jastin yang melihat tatapan tajam milik Alex langsung menundukkan kepalanya karena tatapan tajam milik Alex tersebut.


Bersambung


__ADS_2