Menjadi Pembantu Tuan Muda Arogan

Menjadi Pembantu Tuan Muda Arogan
48. Menjadi pembantu tuan muda arogan


__ADS_3

Aldari yang tadinya melamun seketika detak jantungnya berdetak kencang akibat mendengar ucapan Alex barusan. Dan Aldari langsung melihat ke arah Alex yang telah meninggalkan ruangan makan tersebut, Alex yang tahu Aldari hanya diam di tempatnya setelah dirinya membisikkan kata-kata yang iya ucapkan tadi.


Apa dirimu mau aku bantu menganti pakaian untuk mu? ucap Alex tanpa melihat ke arah Aldari berdiri, Aldari langsung melangkahkan kakinya menuju dimana kamarnya berada dengan cepat setelah mendengar ucapan Alex barusan. Huh dia selalu saja mengancam diriku ucap Aldari sambil melangkahkan kakinya menuju ke lantai atas.


Alex yang melirik sekilas ke arah Aldari yang menuju ke lantai atas pun dibuat tersenyum akan sikap Aldari tersebut, ahh gadis itu memang pandai membuat diriku tidak jadi memarahi nya gumam Alex dalam hati nya. Sambil menunggu Aldari siap-siap Alex mengecek email yang di kirim oleh sang sekretaris nya Jastin.


Alex yang ingin kembali ke beranda Handphone nya terhenti ketika melihat data yang terakhir dikirim oleh sang sekretaris nya Jastin. Rupanya sang sekretaris Jastin begitu peduli terhadap Aldari, Jastin mengirim data tentang Aldari yang beberapa hari lagi rupanya Aldari akan berulang tahun yang ke dua puluh satu tahun.


Alex yang melihat Email terakhir yang di kirim oleh sang sekretaris Jastin pun di buat senyum-senyum sendiri. Hm, ternyata beberapa hari lagi gadis nakal itu akan berulang tahun ucap Alex pada dirinya sendiri yang tengah menunggu Aldari siap-siap untuk berangkat ke Office nya tersebut.


Kepala pelayan Mansion yang melihat Alex senyum-senyum sendiri pun jadi penasaran, kenapa tuan muda nya tersebut bisa tersenyum seperti itu. Karena Alex orang yang jarang sekali menampilkan senyum manis nya itu kecuali jika Alex sedang berkumpul bersama keluarga nya, dan oleh sebab itu kepala pelayan Mansion jadi heran melihat sikap tuan muda nya tersebut.

__ADS_1


Beberapa menit kemudian.


Alex yang sedang fokus melihat layar handphone nya seketika dirinya langsung menoleh ke arah sumber suara. Dimana Aldari yang sedang menuruni satu persatu anak tangga Mansion, Aldari yang ingin menginjakkan kakinya di anak tangga terakhir seketika Aldari terkejut mendengar suara lantang milik Alex tersebut. Apa kau tidak punya pakaian selain dari itu? apa kau pikir aku semiskin itu? sampai-sampai dirimu memakai pakaian itu berkali-kali' membuat diriku bosan melihat pakaian yang kau kenakan, ucap Alex dengan suara yang begitu lantang sehingga membuat Aldari terkejut atas ucapan Alex barusan terhadap dirinya.


Alex yang melihat Aldari hanya diam saja atas ucapannya terhadap Aldari pun dibuat kesal terhadap tingkah Aldari tersebut. Apa dirimu tuli? kenapa kau hanya diam saja? ucap Alex dengan suara datar nya tersebut. Seketika Aldari langsung mendongak menatap wajah Alex dengan takut-takut, jawaban pertanyaan ku, ucap Alex dengan nada tinggi sehingga membuat Aldari menjadi gugup.


Alex begitu intens melihat wajah Aldari dan menunggu jawaban atas pertanyaan yang iya tanyakan kepada Aldari, dan itu membuat Aldari begitu gugup yang ingin menjawab pertanyaan dari Alex tersebut.


Alex yang mendengar jawaban Aldari barusan dibuat emosi nya sampai ke ubun-ubun nya tersebut. Jadi dirimu menyalakan diriku yang tak becus memilih pakaian untuk dirimu begitu? ucap Alex kepada Aldari, Aldari yang mendengar ucapan Alex barusan seketika Aldari langsung menggelengkan kepalanya dengan cepat.


T-tidak tuan, ucap Aldari dengan suara lirih nya tersebut. 'lni semua salah saya, ucap Aldari dengan gugup, Aldari terpaksa harus menyalahkan dirinya sendiri dari pada dirinya mendapatkan hukuman dari Alex.

__ADS_1


Aldari tak mau mendapatkan hukuman dari Alex, mengalah lebih baik pikir Aldari dengan ekor matanya melirik ke arah Alex yang tak jauh berdiri dari nya tersebut. Alex yang mendengar ucapan Aldari barusan pun di buat tersenyum devil, iya itu memang salah dirimu yang tak pandai dalam memilih pakaian. Ucap Alex dengan nada tinggi nya tersebut, Aldari yang mendengar kata-kata yang keluar dari mulut Alex hanya diam mendengarkan ucapan Alex.


Memang pas julukan untuk tuan muda Alex tersebut. Pemaksa, sombong, merasa dirinya paling benar, dan tak mau di bantah.


Yang jelas-jelas Alex lah yang telah memilih pakaian untuk Aldari, dan sekarang apa? Alex malah menyalahkan Aldari.


Kau membuat waktu ku terbuang saja, ucap Alex dengan suara datar nya. Aldari hanya diam dan menundukkan kepalanya mendengar ucapan Alex yang sedang memaki dirinya.


Huh, selalu saja diriku yang iya salah kan, gumam Aldari dalam hati nya saja, karena iya tak bisa membalas ucapan Alex tersebut.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2