Menjadi Pembantu Tuan Muda Arogan

Menjadi Pembantu Tuan Muda Arogan
34. Menjadi pembantu tuan muda arogan


__ADS_3

Tanpa basa basi Alex langsung memulai Meeting yang akan membahas tentang proyek besar itu. Jelaskan kenapa proyek besar itu bisa berhenti beroperasi bukankah dana proyek itu sudah di atur, ucap Alex dengan suara datar nya tersebut. Dan jangan membuang waktu ku karena hal seperti ini jika kalian tetap diam tanggung sendiri akibat nya ucap Alex dengan suara datar nya tersebut.


Tampak wajah yang begitu kuatir yang telah berani mengelapkan dana proyek perusahaan Jaya Tama tersebut. Dan belum sampai tiga puluh menit berjalan Meeting tersebut terdengar suara seseorang yang meminta maaf atas kesalahannya sendiri yang berani bermain dengan dana proyek Perusahaan Jaya Tama tersebut.


Tuan maafkan saya tuan, karena telah membuat curang terhadap proyek besar yang tuan percayakan kepada saya, seketika semua mata tertuju pada seseorang paruh baya yang duduk paling depan sebelah sisi meja ruangan Meeting. Alex yang mendengar ucapan orang melakukan curang terhadap proyek perusahaan hanya tersenyum devil.


Tanpa membuang waktu Alex langsung berdiri dari kursi kebesarannya setelah mendengar pengakuan dari orang yang telah menggelapkan dana proyek perusahaan Jaya Tama tersebut. Dan tanpa menjawab ucapan pria paruh baya itu, Alex langsung meninggalkan ruangan Meeting itu tanpa satu kata pun yang keluar dari mulut nya, sebelum membuka pintu ruangan Meeting itu Alex menoleh ke arah sekretaris nya Jastin. Jastin kau urus masalah ini dan jangan biarkan diri nya mendapatkan pekerjaan di manapun setelah apa yang telah iya berbuat, ucap Alex dengan suara datar nya. Jastin yang mendengar ucapan dari CEO nya pun hanya mengangguk kepala ketika menerima perintah dari CEO nya tersebut


Baik tuan, ucap Jastin dengan suara yang tak kalah datarnya seperti sang CEO nya tersebut.


Walau Alex yang begitu di kenal sangat Arogan, tapi masih ada sisi sifatnya yang baik, iya walau seseorang itu akan memulai hidup nya dari Nol setelah apa yang iya berbuat terhadap dirinya sendiri. Karena semua aset yang di miliki pria paruh baya itu telah di sita semua nya. Dan Alex hanya memberi sedikit pelajaran kepada pria paruh baya itu supaya tidak melakukan perbuatannya di kemudian hari nantinya.


Sebenarnya Alex sudah tahu siapa dalang penggelapan dana proyek perusahaan Jaya Tama tersebut. Alex hanya mau mendengarkan pengakuan itu langsung dan di dengarkan oleh semua para petinggi perusahaan Jaya Tama, dan untuk pelajaran yang lainnya jika berani menggelapkan dana proyek akan tahu sendiri akibat nya yang telah di perbuat.


Setelah mengatakan itu Alex langsung menuju ke arah lift khusus CEO, yang akan mengantarkan dirinya ke lantai dua puluh satu ruangan kerja nya tersebut. Dalam lift Alex merasakan telah melupakan sesuatu yang membuat dirinya berpikir keras, seketika Alex langsung menarik sudut bibirnya ke atas yang mengingat sosok mungil yang akan ke Office nya untuk mengantar makanan untuk dirinya tersebut.


Hm gadis nakal itu ucap Alex dengan tersenyum sendiri di dalam lift yang akan mengantarkan dirinya ke lantai dua puluh satu tempat ruangan kerja nya tersebut. Apa gadis nakal itu sudah siap memasak? gumam Alek dalam hati nya, aku jadi penasaran dengan masakan gadis nakal itu ucap Alex dengan senyum senyum sendiri di dalam lift.


Ting

__ADS_1


Terdengar pintu lift terbuka, seketika Alex langsung merubah ekspresi wajah nya menjadi dingin dan datar dan langsung melangkahkan kakinya menuju ke ruangan kerja nya, sesampainya di ruangan kerja Alex langsung merogoh saku celana nya mengambil handphone dan menghubungi kepala pelayan Mansion yang Alex tugaskan untuk mengawasi pekerjaan yang Aldari lakukan di Mansion nya tersebut.


Di kediaman Alex.


Kring.. kring.. kring.


Terdengar begitu nyaring dering handphone kepala pelayan Mansion di ruangan dapur di mana Aldari sedang sibuk menyiapkan makan siang untuk Tuan muda Alex.


Panggilan ke dua barulah diangkat oleh kepala pelayan Mansion di kediaman Alex, kenapa lama sekali mengangkat panggilan telepon dari ku? itulah yang di dengar pertama oleh kepala pelayan Mansion Alex. Kepala pelayan Mansion hanya bisa meminta maaf terhadap sang tuan muda yang tak sabar jika mau mengetahui keadaan Aldari di Mansion Alex. Padahal dering yang ke dua telah di angkat oleh wanita paruh baya itu. Tapi Alex menganggapnya panggilan telepon dari nya terlalu lama di angkat oleh wanita paruh baya itu.


Maafkan saya tuan, ucap kepala pelayan Mansion terhadap Alex yang di seberang telepon tersebut. Tanpa menjawab ucapan wanita paruh baya itu Alex langsung menanyakan diri Aldari tersebut.


Nona sudah menyiapkan makanan untuk anda Tuan, dan sebentar lagi Nona akan ke Office nya Tuan. Ucap kepala pelayan Mansion, dan itu membuat Alex tersenyum sendiri.


Hm, baiklah dan jangan lama-lama, bilang sama gadis nakal itu, seketika Alex langsung menutup panggilan telepon tersebut tanpa menunggu jawaban dari sang kepala pelayan Mansion tersebut. Kepala pelayan Mansion hanya bisa melihat layar handphone nya yang sudah mati secara sepihak oleh sang Tuan muda Alex tersebut.


Aldari yang sedang fokus pada masakannya seketika terkejut mendengar dering handphone kepala pelayan Mansion dan Aldari pun menoleh ke arah kepala pelayan Mansion itu yang sedang menerima panggilan. Aldari tidak tahu siapa yang menelfon kepala pelayan Mansion tersebut.


Siapa yang menelfon bibi? ucap Aldari yang melihat kepala pelayan Mansion yang sudah menerima panggilan telepon tersebut. Tuan Alex Nona, tuan meminta Nona mengantar makanan nya sekarang, ucap kepala pelayan Mansion terhadap Aldari yang sedang menata makanan yang akan dirinya antar ke Office Alex.

__ADS_1


Apa Nona sudah selesai memasaknya? tanya wanita paruh baya itu ke Aldari. Yang di jawab dengan anggukan kepala oleh Aldari tersebut, sudah bi ini masakannya tunjuk Aldari ke arah wanita paruh baya itu.



Asil olahan masakan Aldari untuk Tuan muda Alex.


Bi, Al takut kalau tuan tidak suka dengan masakan Al bi, ucap Aldari dengan kuatir. Nona tidak perlu takut Nona sudah berusaha dan mudah mudahan Tuan suka dengan masakan Nona ucap kepala pelayan Mansion tersebut kepada Aldari yang sedang cemas akan masakannya.


lya bi, muda mudahan Tuan suka, ucap Aldari dengan tersenyum manis kepada sang kepala pelayan Mansion Alex tersebut.


bersambung


jangan lupa tinggalkan jejak like and comen yah guys dan vote juga


Semoga suka 💞


Selamat membaca 💞


Terima kasih 💞

__ADS_1


__ADS_2