Menjadi Pembantu Tuan Muda Arogan

Menjadi Pembantu Tuan Muda Arogan
130. Menjadi pembantu tuan muda arogan


__ADS_3

"Dasar gadis bodoh, bego..." diriku yang sebesar ini masih saja kau tabrak!" maki Alex dengan kesal dan suara yang begitu nyaring dan menggema di seluruh ruangan para karyawan Office miliknya yang tak jauh dari ruangan meeting yang akan mereka adakan beberapa menit lagi.


"M-maaf..." tuan, saya tidak sengaja!" cicit Aldari dengan suara bergetar lantaran dirinya sedang menahan tangisnya lantaran Alex membentak dirinya dekat ruangan para karyawan Office miliknya.


Para karyawan Office milik Alex yang mendengar suara CEO nya yang begitu nyaring dan menggema di ruangan itu membuat mereka terkejut sehingga membuat mereka langsung berhamburan dari meja mereka masing-masing untuk melihat apa yang telah terjadi.


Para karyawan yang melihat Aldari yang sedang kesusahan memunguti berkas-berkas yang telah berceceran di lantai marmer itu pun langsung berjalan ke arah dimana Aldari sedang memunguti berkas-berkas itu dan tanpa melihat ke arah dimana CEO mereka berdiri.


"Kalian tinggalkan tempat ini sekarang juga..." dan tidak ada satupun diantara kalian yang membantu gadis ceroboh ini!" perintah Alex menyuruh para karyawan perusahaan nya miliknya untuk meningkatkan tempat itu.


Beberapa karyawan yang tadinya ingin membantu Aldari, seketika mereka langsung mengurungkan niat mereka lantaran mendengar suara dingin seseorang yang begitu mereka kenali yang tak lain adalah CEO perusahaan tempat mereka bekerja.

__ADS_1


Para karyawan itu pun langsung meninggalkan tempat itu sebelum mereka mendapatkan amukan dari CEO-nya, sesekali para karyawan perusahaan itu pun melirik di mana Aldari sedang berusaha untuk mengumpulkan lembaran-lembaran kertas yang berceceran itu.


Aldari yang mendengar suara datar miliknya Alex yang mengema di ruangan itu, Aldari langsung melihat ke arah Alex dan sambil tangan mungil miliknya yang tetap fokus menyusun berkas-berkas yang di berikan oleh sang sekretaris Jastin kepada dirinya tadi.


"Huh..." malu sekali diriku di bentak-bentak seperti ini dekat para karyawan perusahaan miliknya!" batin Aldari sambil melirik sekilas ke arah Alex.


"Siapa gadis itu..." dan kenapa dia bisa bersama tuan Alex?" tanya salah satu karyawan itu kepada temannya sambil berjalan menuju ke meja mereka masing-masing.


Alex yang melihat para karyawan perusahaan nya yang sudah menjauh dari ruangan itu, Alex langsung menghampiri Aldari yang sedang menyusun berkas-berkas yang yang berceceran tadi.


"Selain bodoh, dan bego..." kau juga ceroboh!" sindiran pedas yang keluar dari mulut Alex untuk Aldari yang benar-benar tidak sengaja menabrak tubuh kekar miliknya beberapa menit yang lalu.

__ADS_1


Tanpa menjawab sindiran pedas dari mulut Alex untuk dirinya, Aldari langsung bangkit setelah dirinya menyusun berkas-berkas itu dan Aldari langsung menatap wajah Alex yang sedang menatap dirinya saat ini.


"T-tuan..." berkas-berkas nya sudah saya susun!" kata Aldari sambil menatap wajah Alex dengan tanpa ekspresi sama sekali lantaran dirinya benar-benar sedang sangat kesal mendengar ucapan Alex yang seenak jidatnya menyebut dirinya bodoh, bego, dan ceroboh.


"lngin sekali rasanya diriku melakban mulut nya itu yang seenak saja kalau bicara!" batin Aldari sambil menatap wajah Alex tanpa berkedip sedikit pun.


Alex yang melihat Aldari yang melihat dirinya tanpa berkedip sama sekali pun langsung melangkah mendekati Aldari dan tanpa aba-aba Alex langsung menjentikkan jarinya ke jidat Aldari.


"Auhhh..." ringis Aldari sambil mengelus jidatnya yang terasa perih karena ulah Alex.


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2