
"Hey Nona. Apa yang anda lakukan di atas sana?" tanya Jastin yang berpura-pura tidak tahu apa yang Aldari lakukan di atas balkon kamar utama saat ini.
Aldari yang mendengar suara sang sekretaris Jastin yang sedang menyapa dirinya di bawah balkon kamar saat ini pun membuat jantung Aldari berdegup kencang lantaran dirinya ketahuan oleh sang sekretaris Jastin karena ingin melarikan diri dari mansion CEO-nya ini.
Saat ini Aldari benar-benar tak memiliki keberanian untuk melihat ke arah dimana sang sekretaris Jastin masih menunggu jawaban dari dirinya.
"Huh, memang benar-benar hari tak beruntung setiap mau kabur dari tuan Alex!" keluh Aldari sambil celingukan melihat ke arah dimana sang sekretaris Jastin berdiri.
"Malang sekali nasib ku ini!" gumam Aldari sambil sesekali melirik sekilas ke arah bawah balkon kamar itu.
Jastin yang tak kunjung melihat Aldari yang tak bergerak dari tempatnya itu. Dan mau tidak mau terpaksalah sang sekretaris Jastin melaporkan apa yang dilakukan oleh Aldari saat ini kepada CEO-nya itu.
Jastin langsung mengambil handphone miliknya di dalam saku celana nya untuk mengambil foto yang akan dirinya kirim ke CEO-nya yang saat ini sedang di dalam mansion.
Krek...krek...krek
Tiga kali Jastin menjepret layar handphone miliknya, dan Jastin pun langsung mengirim foto-foto Aldari dalam keadaan pose-pose yang akan membuat Alex seperti terkena serangan jantung nantinya.
Tak butuh lama, foto-foto yang Jastin kirim ke CEO-nya itu pun langsung terkirim dengan satu kali tekan, pesan pun langsung terkirim ke Handphone CEO-nya itu.
__ADS_1
Alex yang sedang menggeser-geser layar handphone miliknya sambil menunggu kedatangan sang sekretaris Jastin selesai mengecek keamanan mansion. Dan Alex yang melihat pesan masuk di handphone miliknya itu pun langsung membuka pesan itu.
"Jastinnnnnnn!!!" teriak Alex ketika dirinya melihat layar handphone miliknya apa yang telah sang sekretaris nya kirim.
Dan benar saja di dalam mansion saat ini terdengar suara nyaring dari Alex yang melihat layar handphone miliknya apa yang telah di kirim oleh sang sekretaris Jastin.
Para pelayan mansion yang mendengar teriakkan tuan muda nya di dalam mansion pun langsung mengusap dada mereka masing-masing karena saking terkejutnya mendengar suara nyaring itu.
"Ada apa?" tanya pelayan yang menatap ke arah teman-teman saat ini yang sedang bersih-bersih mansion. Dan dengan kompak para pelayan mansion itu pun langsung menggelengkan kepalanya bahwa mereka pun tidak tahu apa yang telah terjadi terhadap tuan muda nya saat ini.
"Berani-beraninya sekretaris sialan itu mengambil foto-foto gadis pembangkang itu dengan fose seperti ini!" maki Alex yang geram melihat gambar-gambar yang di layar handphone miliknya saat ini.
Dan ini bukanlah kali pertamanya Jastin mengambil foto-foto Aldari dengan pose-pose yang membuat darah Alex mendidih karena melihat hasil jepretan kamera yang sang sekretaris Jastin kirimkan pada dirinya.
"Gadis itu benar-benar ingin mencari masalah saja dengan diriku!" maki Alex sampai di lantai atas.
Brakkkkkkk
Dengan emosinya Alex langsung menendang pintu kamar utama itu dan membuat Aldair yang masih berada di balkon itupun langsung terkejut mendengar suara pintu yang di tendang dengan sangat keras oleh Alex.
__ADS_1
Aldari yang melihat wajah Alex tanpa ekspresi saat masuk ke dalam kamar utama itu pun langsung menjadi pucat lantaran dirinya kali ini benar-benar takut jika Alex akan menghabisi dirinya karena telah berani melarikan diri lagi.
Alex yang melihat Aldari yang masih saja memegang erat kain yang masih terikat di tiang kamar itu pun langsung mendekati kain panjang yang sedang Aldari pegang dengan sangat erat.
Alex yang tadinya ingin menghampiri Aldari yang berada di balkon kamar itu pun langsung berubah pikiran saat dirinya melihat kain panjang yang begitu erat di tiang kamar yang di pegang oleh Aldari saat ini.
Sampai di tiang kamar utama itu, Alex langsung membuka ikatan kain panjang itu untuk membuat Aldari jera untuk melarikan diri dari dirinya.
Aldari yang melihat Alex membuka ikatan kain yang dirinya pegang saat ini pun langsung panik.
"T-tuan!" kata Aldari dengan suara gemetaran lantaran dirinya saat ini benar-benar takut jika Alex melepaskan ikatan kain panjang itu.
Alex yang melihat ekspresi wajah Aldari saat ini pun langsung bersemangat untuk memberikan sedikit hukuman lantaran Aldari berani terhadap dirinya.
"Ini yang kau inginkan bukan!" kata Alex dengan wajah tanpa ekspresi melihat Aldari saat ini.
"T-tuan!!!" teriak Aldari dengan suara begitu nyaring di dalam kamar utama itu.
Bersambung
__ADS_1