Menjadi Pembantu Tuan Muda Arogan

Menjadi Pembantu Tuan Muda Arogan
105. Menjadi pembantu tuan muda arogan


__ADS_3

Setelah Jastin menghubungi dua di antara lima orang-orang suruhan dirinya untuk mendatangi rumah ibunya kontrakan Aldari sekarang ini.


Tampak wajah-wajah bahagia terpancar dari penghuni sekitar rumah kontrakan ibu kontrakan Aldari dan termasuk juga wajah sang pemilik rumah kontrakan itu.


Bagaimana tidak bahagia, bagi para penghuni rumah kontrakan sekitar rumah kontrakan Aldari dan juga termasuk ibu kontrakan Aldari saat ini mereka mendapatkan berupa tiket dan juga uang saku untuk menginap di hotel berbintang lima selama satu mingguan.


"Wah, benarkah tuan-tuan ini memberikan kami tiket dan juga uang saku untuk menginap di hotel berbintang lima!" tanya salah satu penghuni sekitar rumah kontrakan Aldari saat ini.


"lya!" jawab salah satu orang suruhan sang sekretaris Jastin dengan suara datar miliknya.


Para penghuni rumah kontrakan itu saat ini begitu heboh mendengarkan jawaban tegas dari orang yang memakai setelan jas yang serba hitam itu saat ini.


Bagi para penghuni rumah kontrakan sekitar rumah kontrakan Aldari saat ini dan juga termasuk ibu kontrakan Aldari, mereka begitu bahagia bisa menginap di hotel berbintang lima. Karena mereka selama ini tidak pernah menginap di hotel berbintang lima dan juga mendapatkan uang saku sekaligus dari orang yang tidak mereka kenali.


Para penghuni rumah kontrakan yang tadinya begitu heboh mendapatkan tiket dan juga uang saku cuma-cuma, seketika mereka di kejutkan dengan suara datar dari salah satu orang yang memakai setelan jas yang serba hitam saat ini.


"Kalian hanya ada waktu satu jam untuk segera tinggalkan tempat ini!" perintah orang suruhan sang sekretaris dengan suara datar miliknya.

__ADS_1


Tanpa banyak bertanya-tanya lagi, semua penghuni rumah kontrakan itu mulai melangkahkan kaki mereka menuju rumah kontrakan masing-masing untuk mengemasi barang-barang yang akan mereka bawah.


~~


"Huh, kenapa tiketnya masih saja tidak ada!" keluh Aldari karena dirinya sudah mendatangi lima terminal bus untuk membeli tiket dan lagi-lagi dirinya tak mendapatkan tiket untuk dirinya pergi ke luar kota.


"Bagaimana lagi caranya aku bisa mendapatkan tiket!" batin Aldari sambil menatap kiri dan kanan melihat bus yang berlalu-lalang keluar dan masuk ke dalam terminal saat ini.


"Atau aku meminta tumpangan sama mobil angkutan barang aja ke kota X yah!" batin Aldari yang sudah pasrah untuk mendapatkan tiket sampai sekarang dirinya tak mendapatkan tiket sama sekali.


"lya...iya!" aku akan mencobanya besok, mudah-mudahan mereka mau memberikan tumpangannya!" gumam Aldari menyemangati dirinya saat ini.


Sepuluh menit Aldari berjalan kaki barulah dirinya menemukan pangkalan angkutan umum yang sedang mencari pelanggan saat ini.


"Pak saya jalan melati yah!" ujar Aldari memberitahu alamat tujuan dirinya kepada sang sopir angkutan umum.


"lya!" jawab singkat sang sopir angkutan umum itu terhadap Aldari yang sedang duduk di kursi belakang.

__ADS_1


Tak butuh lama, angkutan umum itu pun langsung penuh oleh para penumpang yang akan berpergian ke pusat perbelanjaan di kota X saat ini.


Satu jam Aldari berada di dalam angkutan umum itu, kini Aldari baru bisa bernafas lega karena para penumpang yang lain nya sudah turun dan tinggallah dirinya sendirian di dalam angkutan umum itu.


Tak berselang lama, kini Aldari pun sampai di rumah kontrakan nya.


Aldari yang telah turun dari angkutan umum itu seketika dirinya langsung mengedarkan pandangannya melihat ke seluruh arah halaman kontrakan rumah nya saat ini.


"Tumben-tumben hari ini sepi yah!" batin Aldari sambil menatap sekeliling rumah kontrakan nya yang saat ini yang benar-benar seperti kuburan.


Seketika bulu kuduk Aldari menjadi merinding karena merasa takut akan sepinya pekarangan rumah kontrakan nya saat ini.


Aldari segera melangkahkan kakinya memasuki rumah kontrakannya karena dirinya merasa hawa-hawa tak seperti biasanya.


"Huh, orang-orang ini habis kemana yah!" batin Aldari sambil menatap satu persatu rumah kontrakan itu saat ini.


"Buat diriku merinding saja"

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2