Menjadi Pembantu Tuan Muda Arogan

Menjadi Pembantu Tuan Muda Arogan
102. Menjadi pembantu tuan muda arogan


__ADS_3

Alex yang masih mengenakan setelan jas yang belum sempat dirinya ganti lantaran lelah memikirkan Aldari yang telah berani melarikan diri dari dirinya pun langsung tersenyum sinis lantaran dirinya mendapatkan beberapa messenger yang dikirimkan oleh sang sekretaris Jastin saat ini.


Alex yang sedang rebahan di ranjang milik nya saat ini pun langsung terduduk lantaran melihat apa yang telah di kirim oleh sang sekretaris Jastin pada handphone miliknya saat ini.


Alex langsung menyungging senyum sinis lantaran melihat wajah Aldari yang tampak sekali kecewa lantaran dirinya tidak mendapatkan apa yang diinginkannya saat ini.


"Kau rasakan akibatnya karena telah berani mencari masalah dengan diriku!" batin Alex sambil melihat layar handphone miliknya saat ini dan tersenyum devil melihat ekspresi wajah Aldari saat ini.


Selesai Alex menggeser-geser layar handphone miliknya untuk melihat seseorang gadis yang telah berhasil melarikan diri dari dirinya, Alex langsung mengirim pesan kepada sang sekretaris Jastin.


Alex Messenger


Awasi kemanapun gadis pembangkang sialan itu pergi dan jangan sampai gadis pembangkang sialan itu bisa menghilang dari kota ini.


Dan sampai itu terjadi untuk yang kedua kalinya, kau tanggung akibatnya nanti.


Ancam Alex di akhir pesan yang dikirimkannya ke sang sekretaris Jastin.


Siap Alex mengetik pesan untuk sang sekretaris Jastin, Alex langsung mengirim pesan singkat itu ke nomor sang sekretaris Jastin tersebut.


Selesai Alex mengirim pesan singkat pada sang sekretaris Jastin, Alex langsung bangkit dari ranjang miliknya untuk menuju ke arah kamar mandi untuk membersihkan dirinya yang semalaman belum sempat dirinya membersihkan.


Jastin yang mendengar dering handphone miliknya saat ini pun langsung merogoh saku jasnya untuk melihat siapa yang telah mengirimkan messenger pada dirinya saat ini.


"Jastin yang melihat messenger yang dikirimkan oleh CEO nya saat ini pun langsung mendengus kesal lantaran melihat apa isi messenger tersebut!" huh dia selalu saja seperti ini, kesal Jastin ketika dirinya membaca apa isi messenger dari CEO nya.

__ADS_1


Setelah Jastin membaca messenger dari CEO nya beberapa menit yang lalu, Jastin langsung menghubungi orang-orang yang dirinya perintahkan untuk mengikuti Aldari kemanapun pergi.


Jastin langsung mengambil handphone miliknya yang berada di atas meja yang tak jauh dari tempat duduknya saat ini untuk menghubungi orang-orang yang dirinya berikan tugas untuk mengikuti Aldari.


Drrtt...drrtt...drrtt


Deringan yang ketiga kalinya baru di jawab panggilan telefon dari Jastin oleh orang-orang suruhan Jastin untuk mengawasi Aldari saat ini.


"Halo tuan!" jawab salah satu anggota suruhan Jastin mengangkat panggilan dari orang yang telah memerintahkan tugas untuk mereka saat ini.


Tanpa basa-basi Jastin langsung menyuruh orang-orang nya untuk lebih memperketat pengawasan terhadap Aldari yang sedang berusaha untuk membeli tiket untuk dirinya pergi dari kota ini.


"Kalian semua jangan sampai lengah sedikit pun untuk mengawasi gadis yang saat ini kalian awasi!" perintah Jastin terhadap orang-orang suruhannya saat ini yang sedang Jastin hubungi melalui sambungan telepon saat ini.


"Baik tuan!" jawab orang suruhan Jastin dengan suara tegas milik nya yang siap menerima perintah dari sang sekretaris Jastin.


Tut...tut..tut


Setelah Jastin menghubungi orang-orang suruhan dirinya untuk mengawasi Aldari, Jastin langsung menghubungi perusahaan Tama Jaya untuk menanyakan kepada manajer perusahaan tempat CEO nya yang telah memesan satu unit mobil pengeluaran terbaru tahun ini.


Jastin messenger


"Saya sekretaris tuan muda Alex, besok siang mobil yang telah di pesan oleh tuan muda Alex. Tolong di antar langsung ke mansion utama milik tuan muda Alex!" pesan singkat yang dikirim oleh sang sekretaris untuk manajer perusahaan Tama Jaya.


Setelah Jastin mengirim pesan singkat untuk perusahaan Tama Jaya, Jastin langsung merebahkan tubuhnya di atas ranjang miliknya saat ini.

__ADS_1


Tak butuh lama, Jastin langsung memejamkan matanya lantaran dirinya merasa sangat lelah karena mengurus acara CEO nya yang sempat berantakan karena ulah Aldari.


Setelah Alex membersihkan tubuhnya di kamar mandi, Alex langsung menuju ruang ganti untuk memakai pakaian nya.


Lima menit selesai memakai pakaian miliknya, Alex langsung melangkahkan kakinya menuju ruang makan lantaran dirinya seharian ini belum menyentuh makanan apapun.


Kepala pelayan mansion yang melihat sang tuan muda Alex sedang berjalan menuju ruang makan pun langsung menyusul langkah kaki sang tuan muda nya saat ini.


Sampai Alex di meja makan, dirinya pun langsung menoleh ke arah dimana wanita paruh baya itu sedang menatap dirinya saat ini.


"Maaf tuan, makanan sedang di siapkan oleh para pelayan!" ujar kepala pelayan mansion yang saat ini sedang berdiri di hadapan sang tuan muda nya Alex saat ini.


Alex yang mendengar ucapan dari wanita paruh baya yang sedang menatap dirinya saat ini hanya berdehem menjawab ucapan dari kepala pelayan mansion milik.


"Hem!" deheman Alex dengan nada khas milik nya.


"Apa kalian sudah menyelesaikan pekerjaan yang diriku berikan?" tanya Alex yang sedang menatap wajah wanita paruh baya yang sedang berdiri di hadapan dirinya saat ini.


Kepala pelayan mansion yang mendengar ucapan dari sang tuan muda nya Alex saat ini pun langsung menganggukkan kepalanya untuk menjawab pertanyaan dari tuan muda Alex tersebut.


"Hampir selesai tuan!" jawab kepada pelayan mansion dengan suara pelan miliknya tersebut.


"Bagus"


"Dan jangan ada kesalahan sedikit pun!" ujar Alex terhadap wanita paruh baya yang sedang menatap dirinya saat ini.

__ADS_1


"Baik tuan!"


Bersambung


__ADS_2